SHARE
Ibu Hamil Menyusui

Susu warnanya apa anak-anak? Putiiih!

Begitulah satu cara guru mengajarkan warna pada anak-anak. Cara ini efektif, tapi di balik itu doktrin berbahaya.

Belum lagi banyaknya iklan “susu kental manis“. Lambat laun, mempengaruhi mindset kita bahwa air susu mesti putih pekat dan manis. Jika tidak putih, berarti kebanyakan air, keenceran atau ada masalah dengan susunya.

Saking melekatnya doktrin itu, air susu ibu alias ASI pun diedentikan dengan simbol dalam iklan; pekat, kental dan manis.

Para ibu menyusui adalah yang paling kasihan. Mereka cemas saat ASI ekslusif yang diberikan tidak seperti persuasi iklan, “jangan-jangan asi saya jelek,” “jangan-jangan kurang vitamin”, “jangan-jangan basi”, “jangan-jangan …” teruskan sendiri.

Kasus serupa juga terjadi pada iklan susu formula yang menerangkan bahwa “minum susu membuat anak sehat dan cerdas”. Kenyataanya, susu formula tidak baik untuk balita, khususnya bayi dibawah 2 tahun. Silakan baca artikel: Memilih Antara Nikmatnya ASI Ekslusif dan Susu Formula Berbahaya.

Inilah yang perlu diketahui para ibu. Ternyata, ASI tidak pernah sama antara hari ini dan besok, bahkan saat ini dan 1 jam yang akan datang. Perubahan itu telah Allah sesuaikan dengan sangat tepat untuk kebutuhan bayi saat itu.

Bisa jadi Allah tidak memberikan keinginan kita, tapi Dia memenuhi segala hal yang bahkan kita tidak tahu bahwa kita membutuhkannya.

Saat pertama kali diproduksi setelah persalinan, ASI hanya keluar dengan jumlah yang sedikit, berwarna kuning keemasan, biasanya disebut kolostrum.

Kolostrum Air Susu IbuSaking sedikitnya ketika kolostrum keluar, sebagian besar ibu menyangka ASI-nya belum keluar. Warna kekuningan ini disebabkan oleh banyaknya kandungan lemak di dalamnya, dan zat-zat antibodi.

Kolostum ini sangat bermanfaat bagi bayi yang baru lahir, diantaranya: meningkatkan sistem imun, mencegah penyakit kuning, menambahkan gizi untuk perkembangan otak, mata dan jantung.

Kolostrum, ASI kuning ini cuma keluar sekali seumur hidup bayi. Jadi, jika sekali itu tidak diberikan, seumur hidup tidak akan pernah dapat lagi.

Kemudian, setelah masa kolustrum selesai, barulah ASI diproduksi lebih banyak. Saat tersebut ibu sudah merasakan payudaranya lebih penuh, dan ASI keluar banyak.

Air Susu Ibu Encer BasiLagi-lagi, “kok ASI-nya bening, gak putih seperti susu kental?”

Ternyata, setiap kali menyusui, ASI memproduksi dua jenis ASI berbeda, yaitu foremilik, sebut saja ASI awal dan hindmilik alias ASI akhir. Setiap kali bayi minta nyusu, maka ibu akan selalu memproduksi kedua jenis ASI tersebut.

ASI awal inilah yang warnanya lebih bening, karena lebih banyak mengandung air. Kemudian ASI akan berubah dengan sendirinya menjadi lebih pekat dan kental, karena kandungan lemak berenergi yang banyak.

Perubahan dari ASI awal ke ASI akhir tidak pernah diketahui tepat waktunya kapan, maka selalu disarankan agar menyusui semau bayi, biar bayinya sendiri yang melepas, karena hanya bayi yang tau kapan dia kenyang, dan kapan dia harus meminum ASI akhir yang kaya lemak tersebut.

Di sini PASUTRI dituntut kerjasamanya. Sang ibu siap siaga memberikan asupan pada buah hatinya kapanpun dibutuhkan. Sang ayah membantu keperluan istrinya, demi kepentingan anaknya.

Beragam jenis warna ASI itu bukan indikator terjadi sesuatu pada ASI, tapi memang begitulah ASI, berubah sesuai kebutuhan bayi.

Sedangkan susu formula dari lahir sampai nenek-nenek, akan sama warnanya. Jika ada perubahan warna, maka hampir dapat dipastikan susunya basi, atau kebanyak air.

Dari informasi susu kental dan encer ini kita dapat mengetahui betapa pentingnya ASI ekslusif bagi bayi. Karena di dalamnya terdapat banyak manfaat yang sudah pasti tidak dapat diperoleh dari susu formula.

Karenanya, perlu dipikirkan kembali bagi para ibu yang ingin menyerahkan anaknya pada susu kemasan atau meninggalkan mereka bersama susu perahan sendiri.

Sumber

  • https://hellosehat.com/kolostrum-asi-pertama-penting-bagi-bayi
  • http://menyusui.info/menyusui/tips/105-mengapa-menyusui-penting-variasi-komposisi-asi
  • https://theabsoluteparent.com/how-breast-milk-changes
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here