Metode Pengajaran Kosakata Baru Yang Efektif

SHARE
metode teori Belajar bahasa asing

Sebelumnya, pernah kita pelajari bahwa pengajaran bahasa secara dwibahasa (bahasa asing-bahasa ibu) sangat tidak disarankan karena berimplikasi buruk pada kemandirian murid dan kemampuan otak.

Silakan baca: Kritik Terhadap Metode Pembelajaran Bahasa Asing di Sekolah

Hari ini kita akan mendalami bagaimana cara mengajarkan makna suatu kosakata atau istilah kepada orang lain agar lebih mudah dipahami, mudah diingat, yang paling penting efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa.

 

1. Penyebutan Sinonim

Strategi ini memanfaatkan kosakata yang maknanya mirip atau mendekati kata yang dimaksud. Umumnya cara ini digunakan untuk menerangkan kata asing dalam kamus ekabahasa.

Diantara kamus Bahasa Arab yang memanfaatkan metode ini adalah al-Qamus al-Muhith karya Fairuzabadi.

Ia menafikan konteks dan menghapus contoh serta ilustrasi, kecuali pada kata-kata yang langka. Baginya cukup menunjukkan sinonim dari kata-kata yang ditemuinya.

Misalnya dalam bahasa Inggris, kata smart diterjemahkan dengan clevergorgeous dengan beauty.

2. Pendefinisian

Metode ini mirip Teori Analisis yang menguraikan spesifikasi struktural ataupun kumpulan pandangan umum yang menunjukkan maksud suatu kata.

Tetapi, cara ini berbeda dari segi definisi yang menurut kaidah Aristoe, “Definisi yang akurat adalah meletakan kata tertentu dalam satu kategori yang mengelompokkan berbagai hal identik, kemudian menentukan perbedaan yang menonjol pada hal tersebut dari hal-hal yang lainnya yang termasuk dalam kategori yang sama.”

Contoh kata: lensa

Definisi: Potongan kaca atau materi transparan yang diletakkan antara dua permukaan yang berguna untuk mengumpulkan ataupun memisahkan cahaya.

Pertama kita mengetahui bahwa lensa merupakan potongan kaca atau materi transparan, kemudian kita melihat perbedaan yang menonjol berupa penjelasan bentuk dan fungsinya.

Metode ini dianggap memiliki kekurangan dalam penjelasan substansi, serta klasifikasi karakteristik umum dan karakter khusus, bahkan sampai pada taraf memisahkan antara esensi dari karakteristik dan yang tidak penting.

Umpamakan saja, manusia didefinisikan “hewan berkaki dua”, maka burung termasuk dalam kategori ini. Karenanya, perlu disebutkan “tidak berbulu” yang menjadikan burung tidak tergolong di dalamnya.

Tetapi, “dua kaki, tanpa bulu” tidak cukup mendefinisikan esensi manusia. Disamping itu ada hewan selain manusia yang memiliki dua karakterisitik tersebut, contohnya saja kanguru.

Jika manusia didefinisikan “hewan yang membuat perkakas.”, lebih dapat diterima dibandingkan “yang menggunakan perkakas”, karena hewan lain, seperti kera juga menggunakan perkakas. Kendati demikian, definisi yang dapat diterima pun dapat ditolak karena belum menunjukkan esensi manusia, dengan mengabaikan sisi sosial di dalamnya.

Jika didefinisikan “hewan yang dapat berbicara”, mungkin saja ada yang menolak karena hewan lain pun ada yang dapat berujar, meskipun melalui isarat, jeritan dan nyanyian.

Namun, apabila kita sesuaikan definisi menjadi “manusia adalah hewan yang memiliki bahasa simbol”, dengan demikian hewan lain yang memiliki gambaran berbeda akan keluar dari definisi. Hal ini berlaku apabila disepakati bahwa manusia adalah satu-satunya hewan yang menggunakan bahasa simbol.

Manusia adalah hewan yang memiliki tanggung jawab.

by: KH. Hasan A Sahal

Kekurangan yang paling tampak dari cara ini ialah tidak dijelaskannya penggunaan kata yang tepat karena kosakata dipisahkan dari konteksnya.

3. Penyodoran Gambar

Motode ini hanya dapat digunakan untuk sesuatu yang memiliki referent (wujud) saja. Umpamanya kita menggambar kursi untuk menjelaskan memberitahu makna chair, di luar kursi itu memiliki warna, bentuk dan ukuran yang berbeda-beda.

Contoh lain, saya katakan It is jar, apa itu jar? silakan lihat gambar benda di bawah.

Bagaimana? Tanpa diberitahu secara langsung artinya, saya yakin permirsa sudah mengerti yang dimaksud dengan jar.

4. Penyebutan Individu

Di taraf satu individu atau banyak individu yang dapat dibatasi, metode ini sangatlah mudah. Tetapi akan sulit diterapkan pada sesuatu yang memiliki banyak individu yang beragam, seperti rempah-rempah, dan hewan-hewan buas.

Ciri terpenting dari metode ini adalah membatasi penggunaan kata pada lingkup yang tepat. Karenanya, sering digunakan dalam dokumen-dokumen hukum yang lingkup implentasi katanya harus jelas.

Seperti kata “kerabat dekat”, terkadang menimbulkan perdebatan, khususnya dalam lingkup warisan, nafkah, pernikahan, dan komitmen … Karena itu hukum menggunakan frasa ini untuk membatasi satu maksud yang seolah-oleh mengatakan: ibu – ayah – putra – putri – saudara – saudari…

Sumber:

  • Ahmad Mukhtar Umar, Ilmu al-Dilalah. Kairo: Alim al-Kutub, 1988. Cet.ke-2, h.139.
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here