SHARE

Berdasarkan penanggalan radiometrik meteorit (radiometric and meteorities dating), Bumi berusia 4,54 miliar tahun. Sedangkan matahari sebagai bintang dan pusat tata surya Bumi dan 10 planet lain berusia 4,57 miliar.

Para ilmuan memprediksi, degradasi lingkungan Bumi bakal mempercepat kematian planet yang dipijak umat manusia ini. Karena kekhawatiran ini, mereka mencoba mencari alternatif pengganti Bumi untuk dijadikan hunian keturunan Adam.

Susah payah para ilmuan mengadakan eksperimen dan riset ekspedisi luar angkasa tersebut dengan menggunakan teleskop, HARPS, astronot dan satelit, hanya untuk mencari;

  1. Adakah planet yang mirip dengan bumi hingga layak huni dan ditempati manusia?
  2. Apakah Mars dapat menjadi alternatif pengganti bumi?

… ternyata jawabannya sudah ada dalam Kitabullah al-Quran sejak 14 abad silam.

Penemuan Planet Trappist-1

Dalam al-Quran surat ke 65, dijelaskan bahwa Allah -jalla jalaluh- telah menciptakan 7 bumi dalam alam semesta ini.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الْأَرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنَزَّلُ الْأَمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا

Allah-lah yang menciptakan tujuh langit, begitu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan sesungguhnya ilmu Allah benar-benar meliputi segala sesuatu. (at-Thalaq: 12)

Tafsir Fathurrahman menyampaikan bahwa tidak ada ayat al-Quran yang menyebutkan bahwa bumi ada 7 kecuali ayat ini. Dengan gamblang al-Quran menyebutkan kata “al-ardh” yang berarti bumi, bukan sekadar planet.

Bahkan kitab suci umat Islam ini lebih spesifik dari penelitian NASA yang belum mampu mengkonfirmasi keberadaan air di planet-planet kandidat bumi tersebut. Penyebutan kata “al-ardh” secara tegas menerangkan bahwa bayak terdapat tumbuhan di planet tersebut.

Sebagaimana telah kita ketahui, tumbuhan adalah ekosistem yang mengindikasikan adanya ekologi lain yang dibutuhkan hidup manusia, seperti: oksigen, air, unsur hara dalam tanah, bahkan hujan, hingga seimbangnya cahaya matahari yang didapat daun untuk melakukan fotosintesis.

Penggunaan kata “al-ardh” dalam ayat di atas bukanlah karena keisengan atau kehabisan kosakata belaka, melainkan kepastian bahwa memang tujuh bumi itu memang mirip, karenanya disebut dengan istilah yang sama.

Pasalnya untuk penyebutan kata “planet” sendiri, al-Quran menggunakan padanan yang berbeda, yakni kawkab atau kawakib. Allah -subhanahu wa taala- berfirman:

إذ قال يوسف لأبيه يا أبت إني رأيت أحد عشر كوكبا والشمس والقمر رأيتهم لي ساجدين

Ingatlah, ketika Yusuf berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas planet, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” (Yusuf: 4)

Mengenai ayat ke-12 di atas, Ibnu Abbas berkata dalam tafsir al-Maraghi, “Jika saya jelaskan tafsirnya, mungkin kalian akan kafir karena mengingkarinya …” Perkataan yang sama juga disampaikan oleh Ibu Katsir dalam tafsirnya, dengan tambahan redaksi, “… saking tidak percayanya”.

Lebih dari itu Ibnu Abi Hatim pun mengungkap dari sumber yang sama bahwa Ibnu Abbas berkata, “Setiap bumi ada nabi sebagaimana nab-nabi kita,…”

Sayangnya meskipun sudah mendukung untuk kehidupan, bumi di luar tata surya kita pun tidak akan pernah kita nikmati selama-lamanya, bahkan sampai hari kiamat. Hal itu sudah Allah pastikan dengan ilmunya:

فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan. (al-A’raf 7: 25)

Artinya:

  1. Hanya di bumi kamu dapat hidup; menikah, melahirkan, mendidik anak, sekolah, dll.
  2. Cuma di bumi kamu bisa mati dengan baik; dimandikan, dikafankan, dishalatkan, dimakamkan.
  3. Sekalipun mayatmu bisa dikirim keluar angkasa dan dikubur di bulan, pasti kamu akan dibangkitkan di bumi.

Diantara penyebab utamanya adalah jarak yang tidak mungkin ditempuh. Diketahui, bahwa jarak planet dalam lingkaran exoplanet Trappist-1, yang dianggap sebagi planet terdekat adalah 39 tahun kecepatan cahaya. Artinya, butuh 39 tahun untuk sebuah kilat agar dapat sampai ke planet itu.

Planet Mars Impian

Secara tidak langsung, ayat 25 al-Araf di atas juga mematahkan mimpi sekelompok orang yang bercita-cita tinggal di Mars, meskipun tidak terkendala jarak. Tapi, tetap terganjal oleh wahana yang tidak mungkin memboyong penduduk bumi, meski hanya 5 persennya.

Planet Mars yang digadang-gadang terdapat kehidupan karena diperkirakan memiliki kandungan air itu memiliki suhu di atas normal bumi. Selain itu, garis-garis yang diperkirakan bekas air itu belum benar-benar terbukti. Kalaupun benar, apakah air di Masr itu dapat dikonsumsi?

Hikmah Tidak Jadi Astronot

Setelah mentelaah ayat di atas, sebagai muslim mestinya kita lebih proporsional lagi dalam niat, amal, ikhtiar dan ilmu. Misalnya:

  • Yang tadinya niat cari planet lain, coba diubah jadi mendalami ayat Allah  dan membuktikan kebenaran al-Quran. Saya rasa perlu ada orang Islam yang terjun langsung ke dunia antariksa dan dia benar-benar memahami agamanya. Misalnya, mengadakan penelitian; saat malam hari di bulan Ramadhan, apakah ada perbedaan sikon, khususnya pada 10 malam terakhir dsb.
  • Yang tadinya ikut-ikutan mau migrasi ke bulan, proyeknya One Mars, setelah baca tulisan ini dan lebih meyakini kebenaran al-Quran, akhirnya dia mengundurkan diri. Karena tahu, tinggal di Mars sangat tidak mungkin.

Bumi ini adalah amanat yang telah Allah  berikan kepada kita sebagai manusia keturunan Adam dan khalifah. Maka kita bertanggung jawab atasnya hingga kiamat tiba. Silakan buka al-Baqarah: 30 dan al-Ahzab: 72.

Sebagaimana setiap nabi dan rasul diutus kepada suatu kaum, maka ia tidak boleh meinggalkan mereka sampai datang ketentuan Allah -subhanahu wa taala- . Begitu juga kita, tugas dakwah sebagai muslim belum selesai hingga semua orang beriman.

Seharusnya seorang muslim dapat membedakan yang terbaik di antara yang baik, yang lebih besar manfaatnya. Yang tidak kalah penting, menggunakan al-Quran dan al-Hadits sebagai pedoman mengatasi masalah di masa depan.

Solusi al-Quran Menanggulangi Krisis Air AfrikaBagaimana mungkin, kita mampu menghabiskan jutaan dolar, membawa galonan air menembus atmosfer hanya untuk menemukan setetes air di luar angkasa. Sementara saudara kita di Afrika kehausan dan rebutan air minum dari kubangan.

Bukankah akan lebih baik jika kemampuan pencitraan satelit digunakan untuk menemukan sumber air?

Bukankan lebih humanis jika roket itu digantikan dengan pesawat yang mampu membawa jutaan suplai air segar atau air untuk memadamkan kebakaran hutan?

Bukankan Rasulullah telah bersabda:

الْمُسْلِمُونَ شُرَكَاءُ فِي ثَلَاثٍ فِي الْمَاءِ وَالْكَلَإِ وَالنَّارِ وَثَمَنُهُ حَرَامٌ

Muslim itu berserikat dalam 3 hal: air, rumput dan api. Haram menjual atau memonopolinya. (Ibnu Majah)

Artikel tentang air dalam Islam

Sumber bacaan:

  • al-Quran al-Furqan
  • al-Hadits as-Shahih
  • Tafsir Fathurrahman
  • Tafsir al-Maraghi
  • Tafsir Ibu Abi Hatim
  • Tafsir Ibnu Katsir
  • http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2015/10/
    151001_trensosial_penemu_air_di_mars
  • https://international.sindonews.com/read/1182508/42/nasa-temukan-7-planet-baru-seukuran-bumi-3-layak-huni-1487791385
  • http://sains.kompas.com/read/2016/08/25/05093331/
    planet.layak.huni.terdekat.ditemukan.cuma.di.seberang.kompleks.tata.surya.kita
  • https://tekno.tempo.co/read/news/2016/06/16/095780488/inilah-7-planet-layak-huni-menurut-ilmuwan
  • http://www.cnnindonesia.com/teknologi/20170501072744-199-211302/peneliti-kembali-temukan-planet-kembaran-bumi
  • http://sains.kompas.com/read/2013/01/14/19051099/
    Mau.ke.Mars.Bisa.tetapi.Ini.Syaratnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here