SHARE
AlKitab Setan

Sebelumnya, kita telah membahas perbedaan antara jin, iblis dan setan. Kali ini, kita akan membahas lebih dalam tentang setan lebih dekat, melalui sebuah kitab yang dikarang oleh seorang pemuja setan bernama Anton Szandor LaVey.

Anton Szandor LaVey alias Howard Stanton Levey, lahir pada 11 April 1930 dan dikenal sebagai pendiri gereja setan, sebagaimana profesinya sebagai penulis, pengguna ilmu gaib, dan musisi. Ia merupakan penulis The Satanic Bible, dan pendiri LaVeyan Satanism, sistem yang dikumpulkan dari pemahaman sifat alami manusia dan pemikiran filosofis tentang materialisme dan individualisme, dimana dia menganggap tidak ada kekuatan supernatural atau theistik (tidak ada tuhan).

Perlu diketahui, Bible yang dimaksud di atas bukan Bible yang dipercaya umat kristiani. Adapun yang akan kita bahas ialah sekarang adalah tentang satu hal yang diambil dari Alkitab setan yang berisi, The Nine Satanic Statements.

The Nine Satanic Statements (9 Pernyataan Setan)

1. Satan represents indulgence instead of abstinence!

Setan menawarkan kesenangan, bukan larangan. Pada pernyataan pertama ini, setan menawarkan kesenangan kepada pengikutnya berupa hawa nafsu, sehingga mereka dapat melampiaskan syahwat tanpa ada hukuman yang akan diberikan setan pada mereka.

Hal ini sangat bertentangan dengan Kitabullah al-Quran. Karena Allah telah berfirman,

Apakah kamu lihat mereka yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhan, lalu Allah biarkan mereka tersesat di atas ilmu dengan mengunci pendengaran, hati serta penglihatannya? Maka siapakah yang dapat memberinya hidayah setelah Allah? Tidakkah kamu tidak mengambil pelajaran? (al-Jatsiyah: 23)

…Apakah ada orang yang lebih sesat dari mereka yang mengikuti hawa nafsunya, tanpa adanya petunjuk dari Allah? Allah sungguh tidak akan memberikan hidayah kepada orang-orang yang dzalim. (al-Qashash: 50).

…Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu karena ia menyesatkanmu dari jalan Allah… (Shaad: 26)

Hal serupa juga telah disampaikan oleh Rasulullah ,

إِنَّ مِمَّا أَخْشَى عَلَيْكُمْ شَهَوَاتِ الْغَيِّ فِي بُطُونِكُمْ وَفُرُوجِكُمْ وَمُضِلَّاتِ الْفِتَنِ

“Di antara hal yang aku khawatirkan menimpa kalian adalah syahwat pada perut dan kemaluan yang menyesatkan.“ (Musnah Ahmad)

2. Satan represents vital existence instead of spiritual pipe dreams!

Setan memberikan bukti bukan hanya sekadar janji. Pada sebagian kasus, kita dapat melihat bahwa mereka yang mengikuti syaitan mendapatkan kehidupan yang glamor, harta yang berlimpah, kesehatan jasmani, dan kesenagan duniawi, ketenaran dsb.

Setan membuat para pengikutnya merasakan bahwa kenikmatan yang diberikan setan adalah nyata, padahal itu hanya sementara yang ada akhirnya. Pernyataan sesat setan itu pun telah tercatat dalam al-Kitab:

Aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka… (an-Nisa: 119).

Iblis berkata, “Ya Allah, sebagaimana Engkau telah myatakan bahwa aku sesat, niscaya aku akan menjadikan manusia di bumi memandang baik (perbuatan ma’siat), dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya.” (al-Hijr: 39)

Tatkala hisab telah diselesaikan, setan berkhutbah: “ Sungguh Allah telah menjanjikan kepadamu kebenaran, sementara aku berjanji namun mengingkari. Sekali pun aku tidak berkuasa atas dirimu. Aku hanya menggodamu lalu kamu mematuhi bisikanku. Karena itu, janganlah kamu mencercaku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu dan kamu pun tidak mampu menolongku. Sejak dulu, Aku tidak membenarkan perbuatan syirikmu.” Sungguh orang-orang dzalim itu mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim: 22).

Berdasarkan 3 ayat di atas, kita dapat mengetahui bahwa janji setan dalah palsu. Yang namanya janji palsu itu pasti manis, seolah indah, tampak nyata.

3. Satan represents undefiled wisdom instead of hypocritical self-deceit!

Setan lebih bangga kepada orang yang berbuat dosa terang-terangan dibanding mereka yang malu. Pada pernyataan ini setan menyuruh pengikutnya untuk berbuat dosa tanpa rasa malu, dan bangga dengan dosa tersebut. Padahal Rasulullah –shallallahu alaihi wa sallam– telah bersabda,

كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ

“Setiap umatku memperoleh ampunan, kecuali yang bangga atas dosanya. Diantara bentuk membanggakan dosa ialah seseorang melakukan dosa di waktu malam, padahal Allah telah menutupi aibnya ketika pagi, tapi dia berkata: ‘Ya fulan, semalam saya melakukan dosa ini dan maksiat itu. Malam harinya Allah telah menutupi dosanya, namun pagi harinya dia sendiri yang membuka aibnya.”  (al-Bukhari: 6069 dan Muslim: 2990)

4. Satan represents kindness to those who deserve it instead of love wasted on ingrates!

Setan akan memberikan imbalan dan penghargaan terhadap semua orang yang mengikutinya. Padahal itu semua hanyalah tipu daya, sebagaimana firman Allah taala,

Setan itu memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka (an-Nisa’: 120).

Inilah yang memacu mereka memberikan persembahan pada setan melalui ritual pesugihan untuk mendapatkan banyak harta. Ketahuilah, jika mereka mendapatkan harta, jabatan dsb. semua itu berasal dari Allah, bukan setan.

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan. (ar-Rum: 40)

5. Satan represents vengeance instead of turning the other cheek!

Setan menyuruh membalas, bukan memaafkan. Dalam agama islam kita diajarkan dan dianjurkan untuk memaafkan dan mengubur dalam semua rasa dendam. Allah memuji orang yang menahan amarahnya,

…mereka yang menahan amarahnya adalah termasuk orang-orang baik yang Allah cintai. (Ali Imran: 134)

Rasulullah –alaihis sholatu was salam– bersabda,

لَيْسَ الشَّدِيدُ بِالصُّرَعَةِ، إِنَّمَا الشَّدِيدُ الَّذِي يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الغَضَبِ

“Orang kuat bukan yang menang saat berkelahi. Orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya saat marah.” (al-Bukhari: 6114).

Mengenai akhlak memaafkan ini, Allah berfirman dalam surat Fushshilat ayat 34-35:

“Tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara terbaik. Maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.” (Fushshilat: 34-35).

6. Satan represents responsibility to the responsible instead of concern for psychic vampires!

Setan lebih suka terhadap pengikutnya yang setia dan bertanggung jawab, daripada mereka yang hanya sekedar ikut-ikutan. Iblis sangat senang terhadap pengikutnya yang berserius menyebarkan ajaran dan godaannya, baik dari kalangan manusia maupun dari kalangan setan.

Hal ini juga ditegaskan Nabi Muhammad tentang betapa iblis memuji setan yang telah berhasil melaksanakan tugasnya, menghasut pasutri sehingga bercerai.

إِنَّ إِبْلِيسَ يَضَعُ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ ثُمَّ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَدْنَاهُمْ مِنْهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً يَجِىءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ فَعَلْتُ كَذَا وَكَذَا فَيَقُولُ مَا صَنَعْتَ شَيْئًا قَالَ ثُمَّ يَجِىءُ أَحَدُهُمْ فَيَقُولُ مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ قَالَ فَيُدْنِيهِ مِنْهُ وَيَقُولُ نِعْمَ أَنْتَ

“Iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian mengirim pasukannya (ke berbagai penjuru). Pihak yang terdekat kedudukannya dari Iblis adalah yang paling besar menimbulkan fitnah. Salah satu dari mereka menghadap Iblis menyatakan, ‘Aku berbuat demikian dan demikian’. Iblis menyatakan, ‘engkau belum berbuat apa-apal’. Kemudian datang satu lagi melaporkan, ‘Tidaklah aku tinggalkan manusia, kecuali setelah aku pisahkan ia dengan istrinya’. Kemudian Iblis mendekatkan kedudukannya seraya mengatakan, ‘bagus!'”  (Muslim: 2813)

7. Satan represents man as just another animal, sometimes better, more often worse than those that walk on all-fours, who, because of his “divine spiritual and intellectual development,” has become the most vicious animal of all!

Setan menjadikan manusia berperilaku seperti hewan. Dalam kitabnya, Setan akan menjadikan manusia berperilaku menuruti kehendak syahwat dan hawa nafsunya, sehingga mereka berbuat segala sesuatu hal yang sangat bertentangan dengan fitrah mereka dan hukum-hukum Allah yang telah dibuat untuk manusia.

Diantara perilaku menyimpang ini diantaranya kanibalisme, saling membunuh, homoseksualitas, berhubungan dengan binatang, membunuh anak sendiri.

Allah subhanahu wa taala berfirman:

“Sungguh Kami jadikan neraka untuk mayoritas jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tapi tidak difungsikan untuk memahami (ayat-ayat Allah). Mereka mempunyai mata tapi tidak digunakan untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah). Mereka mempunyai telinga tapi tidak difungsikan untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat dari itu. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (Al A’raf: 179)

8. Satan represents all of the so-called sins, as they all lead to physical, mental, or emotional gratification!

Setan memberi iming-iming kepuasan fisik, mental, dan emosional! Tampaknya hal ini biasa dan normal. Tapi kenyataannya ini adalah kesesatan yang terselubung. Karena tidak semua kepuasan adalah kebenaran, jika tidak dibarengi oleh syariat Islam.

Contohnya, manusia dewasa mempunyai kebutuhan biologis. Allah yang maha menciptakan manusia amat tahu, sangat berbahaya jika hasrat ini tidak terpenuhi. Karenanya, melalui al-Quran sebagai kitab panduan hidup, kita diajarkan untuk mengendalikan nafsu bukan mematikannya dengan cara menikah.

…Janganlah engkau mengikuti hawa nafsu karena akan menyesatkanmu dari jalan Allah… (Shaad: 26)

9. Satan has been the best friend the Church has ever had, as He has kept it in business all these years!

Setan telah menjadi teman baik gereja selama bertahun-tahun. Pada awalnya, peribadatan di gereja adalah menyembah Allah, kemudian seiring berjalannya masa, setan membisikkan kepada para pendeta mereka agar mereka menyembah setan dan mempertuhankan Nabi Isa (Yesus). Allah telah menerangkan pada kita tentang perilaku mereka dalam firmanNya,

Sungguh orang-orang yang menyembunyikan ajaran yang telah diturunkan Allah yaitu Al-Kitab dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), hakikatnya mereka memakan api neraka, dan Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada Hari Kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi mereka siksa yang amat pedih. (al Baqarah: 174).

Kesimpulan

Bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami ajarakan kepadanya ayat-ayat Kami, lalu ia lepas darinya maka setan mengikutinya dan jadilah mereka orang-orang yang sesat. Kalau Kami kehendaki, Kami akan mengangkat derajatnya dengan (ayat-ayat itu), akan tetapi ia condong kepada dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Perumpamaan mereka seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya juga… (QS. Al-A’raf: 175-176).

Sumber: Ahmad Al Khandery

_____

Sedikit maksudnya adalah tidak sebanding. Betapa ruginya menjual akhirat dan menukarnya dengan makanan, uang, jabatan dan mobil mewah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here