SHARE

Apakah Islam juga artinya iman? Apakah Iman juga berarti Islam? Adakah makna lain? Ini juga yang banyak tidak dipahami dari arti muslim dan mukmin. Kenapa al-Quran sering menyebut orang mukmin, tapi jarang menyebut muslim. Apakah beda atau sama?

Ada yang berkata: Islam itu iman, iman itu Islam.
Sebagian berpendapat: Islam adalah mengatakan kalimat tauhid dua kalimat syahadat dan iman adalah beramal dalam Islam.

Secara umum menurut para ulama, kata iman dan Islam ini adalah:

إذا اجتمعا افترقا. وإذا افترقا اجتمعا

“Dua kata yang memiliki makna berbeda, saat disebut bersamaan, dan bermakna sama (sinonim) saat tidak disebut bersamaan.”

Artinya, kalau ada kata “iman” dan “Islam” dalam satu teks al-Quran maupun hadits, maka masing-masing kata tersebut memiliki makna berbeda.

Adapun Islam itu sendiri adalah amal konkret, seperti syahadat, shalat dan zakat. Sementara iman adalah amal yang tidak tampak oleh mata, seperti akidah, tawakkal, takut, cinta dan berharap kepada Allah, dll. Allah berfirman:

قَالَتِ الأَعْرَابُ آمَنَّا قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِن قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ

Orang-orang Arab badui itu berkata, “kami telah beriman”. Katakanlah Muhammad, “kalian berlum beriman, tapi katakan ‘kami telah ber-Islam’ karena iman itu belum masuk ke dalam hati kalian.” (al-Hujarat: 14)

Dalam teks ini kata Iman dan Islam tertulis bersamaan, iman mereka dinafikan dan Islam mereka diakui. Ini membuktikan makna keduanya tidak sama, mereka muslim tapi mereka belum sampai di level seorang mukmin.

Dalam hadits shahih al-Bukhari no 48, juga tertulis dalam hadits arbain nawawi, Malaikat Jibril pernah bertanya pada Rasulullah tentang apa itu Islam dan apa itu iman.

Maka Nabi memberikan jawaban;

Islam itu bersyahadat, mendirikin shalat, menunaikan zakat, puasa di bulan Ramadhan dan melaksanakan haji dan umrah bagi setiap orang yang mampu. (Rukun Islam)

Iman itu yakin dan percaya kepada Allah, malaikat, kitab-kitab yang telah Allah turunkan, rasul-Nya, hari kiamat, dan takdir. (Rukun Iman)

Dari sini al-Hafidz ibnu Rajab dalam kitabnya Jamiul Ulum wal Hikam berkata:

Setiap mukmin adalah muslim. Karena dengan adanya iman, seseorang gemar mengerjakan amal Islam. Rasulullah bersabda:

ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله، ألا وهي القلب

“Ketahuilah, di dalam tubuh ini ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baiklah seluruh tubuh, dan jika ia buruk, maka buruklah seluruh tubuh. Daging itu adalah hati.” (al-Bukhari dan Muslim)

Pastinya, hati yang tidak beriman tidak mungkin mampu mendorong seluruh anggota tubuh untuk beramal. Mana mungkin ada orang tidak beriman yang mau mengerjakan shalat sepanjang hidup, puasa 30 hari + tarawih.

Tidak setiap muslim orang mukmin. Terkadang, iman seorang muslim melemah dan hatinya tidak mampu beraktualisasi sempurna untuk menggerakkan anggota badan dalam beribadah secara islami.

Makanya, tidak jarang orang katanya “muslim”, KTP-nya “Islam” tapi gemar bermaksiat dan lalai ibadah, mungkin iman-nya sedang turun.

الايمان يزداد وينقص

Iman terkadang bertambah dan terkadang berkurang.

Adapun jika kedua kata itu terpisah atau tidak tercantum dalam satu teks kalimat, maka saat itu makna yang satu juga mewakili makna yang lainnya. Islam adalah iman, iman adalah Islam. Ada banyak ayat yang menerangkan tentang ini, di antaranya:

وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الإِسْلاَمِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Siapapun yang memeluk agama selain Islam, maka keberagamaan orang itu tidak akan pernah diterima. Kelak dia akan merugi di akhirat. (Ali Imran: 85)

إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللّهِ الإِسْلاَمُ

Hanya Islam agama yang Allah terima. (Ali Imran: 19)

Artinya juga bermakna: “Siapapun yang memeluk agama selain iman…” dan “Hanya iman, agama yang Allah terima.”

Di banyak ayat, Allah memanggil kaum mukminin:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ

“Hai orang-orang beriman…”

Panggilan ini juga ditujukan pada orang Islam, karena orang ber-Islam juga memiliki iman. Hal ini membuktikan bahwa makna keduanya sangat berdekatan saat dipisahkan.

Dari Abu Hurairah – radiallahu anhu -, Rasul berdabda:

الإيمان بضع وستون شعبة، والحياء شعبة من الإيمان

Iman tersusun lebih dari 63 tingkatan, dan rasa malu tingkatan dari iman. (al-Bukhari dan Muslim)

Dalam konteks ini, iman merujuk pada Islam yang tentu saja mencakup shalat, puasa, haji, dan zakat.

Saat bersamaan ada hadits yang diriwayatkan Abdullah bin Umar:

المسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده، والمهاجر من هجر ما نهى الله عنه

Seorang muslim adalah yang orang muslim lainnya selamat dari kedzaliman lidah dan tangannya. Orang yang berhijrah adalah yang berhijrah meninggalkan dosa. (Muttafaq Alaih)

Ada lagi satu hadits yang menegaskan bahwa iman adalah Islam, dan Islam itu iman. Rasul bersabda:

آمُرُكُمْ بِالْإِيمَانِ بِاللَّهِ وَهَلْ تَدْرُونَ مَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ شَهَادَةُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَإِقَامُ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءُ الزَّكَاةِ 

Aku perintahkan kalian untuk beriman kepada Allah, tahukah kalian keimanan kepada Allah? Yaitu persaksian bahwa tiada sesembahan yang hak selain Allah, mendirikan shalat, membayar zakat. (al-Bukhari, Nasai’)

Perhatikan, Rasul memerintahkan untuk beriman kepada Allah. Kemudian menjelaskan bahwa iman itu adalah mengerjakan shalat dan menunaikan zakat. Bukankah shalat dan zakat itu bagian dari rukun Islam?

Ini benar-benar membuktikan bahwa Islam itu iman dan iman adalah Islam.

Diksi Iman Dalam Sumber Hukum Islam

Ok, saya kira cukup mudah dipahami persamaan dan perbedaan iman dan Islam. Tapi, saya kira agak naggung kalau kita hanya sampai di sini. Mari sejenak kita lanjutkan.

Sedikit-banyak, namun krusial, ketika memahami dua kata di atas, sebenarnya kita sedang belajar tafsir, akidah, adab dan tentu saja fiqih. Karena istilah “muslim” dan “mukmin” punya arti khusus dalam ilmu agama ini.

Bagaimana tidak! Saat seorang muslim memanggil saudara sesama muslim “Hei Kafir”, maka otomatis kekufuran itu kembali kepada orang tersebut. Itu dosa besar. Silakan baca artikel 10 Dosa Lisan Seorang Muslim. Kita tahu, Allah memberikan sebuah peringatan, “Jangan mati kecuali dalam keadaan muslim.” (al-Baqarah: 132)

إن الله اصطفى لكم الدين فلا تموتن إلا وأنتم مسلمون

Ya, MUSLIM artinya beriman kepada Allah, Nabi Muhammad, al-Quran, Kiamat dan Taqir, dst. Kalau gak beriman sesuai rukun iman, berarti bukan orang Islam.

Sekilas serupa dan sama, alias sinonim. Tapi, menurut ilmu tafsir “tidak ada yang namanya sinonim dalam al-Quran dan Hadits”. Maksudnya, ketika Allah dan Rasul-Nya menggunakan satu istilah, pasti ada makna tersembunyi di dalamnya.

Contohnya, istilah wali dan awliya. Memang dalam bahasa Arab ada banyak istilah yang artinya pemimpin, gubernur, ketua dan kepala. Tapi Allah memilih kata wali dalam hal kepemimpinan. Karena kata wali itu maknanya dekat secara lahir dan batin.

Ya, artinya seorang pemimpin itu harus dekat dengan rakyatnya secara fisik dan spiritual. Inilah pesan yang ingin Allah sampaikan kepada kita umat Islam.

Kembali ke persoalan iman, Islam, muslim dan mukmin tadi.

Sering kali kita temukan panggilan berupa ajakan, perintah, dan larangan dalam al-Quran yang berbunyi, “Wahai orang-orang yang beriman!…”, “Hai orang beriman …”, “Hai orang mukmin …”, “Wahai hambaku yang beriman” Kurang-lebih sebanyak 88 kali disebutkan.

يا عباد الذين آمنوا 

يا أيها الذين آمنوا

Pertanyaanya, kenapa selalu saja yang dipanggil adalah mukmin dan orang beriman? Mengapa bukan orang ber-Islam atau orang muslim?

Jawabannya, karena setiap perintah Allah dan setiap larangan syariat yang menggunakan kata “orang yang beriman…” mengindikasikan kualitas keimanan seseorang.

Semakin beriman seseorang, semakin dia merasa terpanggil melakukan perintah tersebut. Semakin tinggi iman manusia, maka dia akan semakin menjauhi larangan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here