Air Susu Ibu (ASI) Formula

Minum susu bermanfaat untuk kesehatan! Seolah telah menjadi simbol yang telah melekat di benak manusia sejak lama. Buktinya, terlintas dipikiran kita bahwa minum susu (binatang, sapi khususnya) membuat manusia sehat karena kandungan gizinya tercukupi secara sempurna.

Lebih jauh lagi, sekolah, media cetak serta elektronik gencar menggalakkan “4 Sehat 5 Sempurna“, dan 5 Sempurna yang dimaksud adalah susu.

Hal ini mungkin mengadopsi pemahaman bahwa panganan pertama yang dibutuhkan manusia sejak lahir adalah susu. Masalahnya adalah susu sehat yang dimaksud itu bukan berasal dari makhluk beda spesies seperti susu formula, tapi dari sang ibu sendiri, sesama manusia!

Fungsi ASI (Air Susu Ibu) pada dasarnya bukan sebagai minuman kesehatan, tetapi makanan penyambung hidup fundamental bagi sang bayi. Disinilah letak salah kaprah utama yang dimaksud. Belakangan susu sapi dimunculkan sebagai minuman kesehatan yang awalnya sebagai suplemen bagi ASI yang lambat laun menggeser.

Kenapa susu binatang?

Jelas-jelas beda spesies dengan manusia, malah digadang-gadang lebih baik dari ASI, katanya karena kandungan gizinya. Susu binatang secara spesifikasi memang tinggi protein, karbohidrat dan lemak, jauh di atas ASI dengan itu dianggap derajat susu binatang lebih tinggi dari ASI.

Masalah utamanya ialah manusia sudah punya petunjuk sendiri! Allah  mendesain manusia dengan sistem yang customized. Ada alasan, kenapa Robbul alamin tidak menciptakan ASI memiliki kandungan unsur-unsur protein, karbohidrat dan lemak yang tinggi? Karena manusia tidak berkembang seperti sapi!.

Hendaklah para ibu menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan… (al-Baqarah: 233)

Konsentrasi unsur yang begitu tinggi pada susu sapi karena memang dirancang supaya bayi sapi bisa segera berdiri dan hidup mandiri. Manusia tidak seperti itu kodrat siklus kehidupannya, bayi dilahirkan tidak bisa berbuat apa-apa. Jadi, kandungan unsur tinggi seperti itu menjadi mubazir dalam tubuh manusia.

Belakangan setelah tersebar informasi tentang ketidak lengkapan nutrisi susu, mulailah dimasukkan segala macam unsur (fortifikasi) dalam susu. Segala macam inisial seperti AA, DHA, ADEK dll. dijejali dalam iklan susu.

Allah pun menunjukkan kebesarannya dengan menciptakan struktur sistem tubuh manusia yang sebenarnya resisten terhadap susu sapi.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa gula dalam susu binatang (lactosa) itu menimbulkan alergi bagi mayoritas manusia. Mulai dari problem diare hingga beragam problem alergi. Mulai dari gangguan pernafasan, migraine, produksi lendir, mudah batuk-pilek, pertahanan tubuh lemah hingga ke gangguan kulit. Hal inilah membuktikan bahwa susu binatang bukan untuk manusia.

Begitu protein susu binatang (kasein) yang begitu tinggi, masuk dalam tubuh manusia. Saat itu juga tubuh menunjukkan reaksi melawan dengan menciptakan semacam substansi bersifat anti kasein.

Penelitian lanjutan sistem cerna manusia, juga memperlihatkan kerja enzim pencerna karbo dan protein ternyata bertentangan. Kerja enzim cerna karbohidrat (amilase) ternyata bertentangan dengan kerja enzim cerna protein (pepsin) saat kerja bersama.

ketiga hal diatas secara otomatis menggugurkan manfaat susu formula (terutama sapi) bagi manusia, karena unsur protein dan karbohidratnya yang tinggi. Kandungan ASI sangat moderat dalam karbohidrat dan cukup protein sesuai dengan kebutuhan kerja sistem tubuh manusia, terutama bayi yang masih berproses perlahan untuk menjadi sempurna.

Masih ngotot mengatakan manusia butuh susu dari sapi?

Allah -azza wa jalla- juga telah mendesain, bahwa dengan bertambahnya usia bayi, kebutuhan akan susu menghilang dari tubuh dengan perlahan-lahan dihapus sistem cerna manusia di umur 2-3 tahun.

Secara umum, ini adalah tanda bayi tidak lagi memerlukan aisr susu ibu setelah ia beranjak tumbuh. Siklus alam ini tidak bisa dilawan dan bukan rekayasa. Padahal waktu dan penelitian telah menunjukkan bahwa pemaksaan tersebut justru menghasilkan masalah.

Proses pengolahan susu bisa melalui pasteurisasi dan UHT (Ultra High Temperature), teknik pemanasan tinggi yang dimaksudkan membunuh bakteri. Susu -walau kurang cocok untuk manusia- masih dilengkapi dengan enzim laktosa untuk membantu pencernaan.

Digabung dengan enzim laktosa bawaan manusia, kombinasi keduanya dapat sedikit membantu “melawan” kondisi susu tidak ideal untuk manusia tersebut. Tetapi enzim punya sifat buruk, ia tidak tahan terhadap suhu di atas 45-50 derajat celcius.

Proses pasteurisasi dan UHT bisa mematikan enzim susu itu. Susu yang sebenarnya kurang ideal untuk pencernaan, menjadi lebih tidak ideal lagi! Akhirnya, lemak susu menjadi semakin tidak terurai dan kolesterol susu membebani sistem tubuh tanpa kontrol.

Proses UHT juga merusak banyak vitamin yang terdapat dalam susu yang sebenarnya digadang-gadang oleh produsen susu. Kesulitan-kesulitan yang terus diakali oleh produsen susu dengan UHT dan fortifikasi dsb.yang sebenarnya adalah indikasi susu sapi tidak dibutuhkan. Enzim laktase yang menghilang dari tubuh manusia usia 2-3 tahun, sebenarnya adalah indikasi bahwa manusia dewasa tidak butuh susu sama sekali.

Kalsium terbaik datang dari susu…

Sekarang kita bicara mengenai mitos kalsium susu hewan -sapi khususnya- dan salah kaprahannya dalam masyarakat. Ada banyak sisi dimana guna kalsium susu sapi mudah sekali dipatahkan seberapapun ngototnya produsen memaksakan pencitraan itu.

Tulang manusia memang memerlukan kalsium untuk membangun dan merestrukturisasi kondisinya secara konstan. Susu sapi memang melimpah kandungan kalsiumnya sekitar 300 mg/ltr. Masalahnya, seberapa melimpah kalsium susu sapi itu bukanlah dalam jenis yang ideal untuk diserap oleh tulang manusia.

Karena satu dan lain hal kalsium sebagai mineral membutuhkan elemen mineral pendamping lain agar bisa dimanfaatkan oleh tulang, yakni magnesium.

Nah! Di sini celah susu sapi formula! Ia tidak dilengkapi dengan jumlah magnesium yang cukup untuk mengimbangi kandungan kalsium yang ada. Satu liter susu sapi murni hanya mengandung 100 mg magnesium.

Sementara tulang butuh jumlah 4X lipat dari kandungan perliter magnesium dalam susu sapi tersebut. Berdasar pada equivalent itu, bisa Anda bayangkan untuk memenuhi kebutuhan magnesium harian, harus dikonsumsi 4 liter susu perhari! Apakah ada manusia yang sanggup minum 4 liter susu perhari dan tidak mengalami masalah dlm hidupnya. Adakah?

Kenapa produsen susu tidak memfortifikasi magnesium seperti AA, DHA yang sering merek gembar-gemborkan di iklan. Karena magnesium sangat mudah rusak, dan nyaris mustahil di-packaging dalam kemasan susu bubuk atau pun cair.

Itulah sebabnya, mengapa dalam setiap seminar atau literature kesehatan jarang memuat publikasi pentingnya magnesium untuk perawatan tulang. Bisa jadi karena produsen susu yang sering meng-endors dunia kesehatan, mereka sembunyikan fakta pentingnya magnesium bagi tulang.

Pernah liat sapi dewasa minum susu? Pernah liat sapi kena osteoporosis? Mereka makan apa? Terus, kalau susu tidak baik sebagai sumber kalsium bagaiman sebaiknya? Anak kita dikasih apa dong selain susu? Sayur segar dan buah, adalah sumber terbaik.

والوالدات يرضعن أولادهن حولين كاملين لمن أراد أن يتم الرضاعة…

Baca juga: Waspada 11 Tanda Bahaya Kehamilan

Pengirim: Sehelai Daun

Sumber:

  • al-Quran kitabul hakim
  • http://nakimsanwirja.wordpress.com/2013/12/24/heboh-pengakuan-salah-satu-produsen-susu-formula/, diakses 22 september 2014.
  • http://nomilk.com/, diakses 22 september 2014.
    http://saveourbones.com/osteoporosis-milk-myth/, diakses 22 september 2014.
  • http://www.care2.com/greenliving/, diakses 22 september 2014.
  • http://www.mercola.com/, diakses 22 september 2014.
  • http://www.waoy.org/9.html, diakses 22 september 2014.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here