SHARE
foto Micro teaching pondok gontor putra bahasa arab

Banyak yang mengakui bahwa lembaga pendidikan yang berusia hampir 1 abad ini adalah salah satu pondok pesantren yang sukses membuat santrinya mahir dalam 2 bahasa internasional, bahasa Arab dan Inggris.

Terlepas dari banyak kekurangannya, ponpes Gontor tetap melakukan pengembangan bahasa. Itu pun masih banyak yang masih penasaran bagaimana pondok ini mengajarkan bahasa internasional.

Berikut adalah metode belajar bahasa Arab dan Inggris di Pondok Modern Gontor yang sudah digunakan banyak pesantren, bahkan dapat diterapkan di sekolah kita:

1. Ilqo Mufrodat (Menghafal Kosakata)

Secara rutin setelah shalat subuh dan tilawah quran, penggerak bahasa di masing masing asrama yang notabenenya adalah santri kelas 5, memberikan 3 kosakata bahasa Arab pada santri kelas 1-4 di depan kamar.

Umumnya, penyampaian kosakata ini dikelompokan berdasarkan kelas. Biasanya ada hubungan dengan mata pelajaran di kelas atau kerumitannya.

Setiap kata akan dijelaskan maknanya dengan bahasa asli kata tersebut dan harus diucapkan berulang ulang sampai mengerti serta hafal.

Setelah melekat dalam pikiran, beberapa anggota asrama akan dipilih secara random untuk membuat kalimat dari istilah asing tersebut. Tentu saja ada hukuman bagi yang tidak mampu merangkai kata.

Kosakata yang disampaikan pada hari itu akan ditanya pada esok harinya untuk penguatan karena itu harus ditulis dalam buku khusus, buku itu diperiksa kelengkapannya setiap pekan.

2. Muhadatsah (Bincang Santai)

Belajar bahasa arab Darunnajah
Muhadatsah Pesantren Darunnajah

Khusus hari selasa dan jumat, ada kegiatan muhadatsah diluar asrama sebelum lari pagi berjamaah.

Para santri berbaris berhadap-hadapan dan dipaksa untuk melakukan percakapan bahasa Arab atau Inggris dengan materi apapun yang penting ngobrol.

Para language motivators akan berkeliling untuk mendengar pembicaraan mereka sambil memeriksa, mengoreksi tata bahasa dan makhraj, bahkan menegur jika ada yang diem-dieman.

Kurang lebih kegiatan ini berdurasi 30 menit.

3. Bahasa Pengantar di Sekolah

Kegiatan dikelas tak kalah intensifnya.

Setiap masuk judul materi baru, para ustadz akan menulis kosakata yang ada kaitannya dengan pelajaran, lengkap dengan artinya dalam bahasa mata pelajaran tersebut.

Fiqih misalnya, ilmu ini menggunakan kitab berbahasa Arab. Maka, akan diberikan kosakata bahasa Arab, maknanya dalam bahasa Arab, dijelaskan juga dalam bahasa Arab.

Uniknya lagi selama jam pelajaran, pengantar materi tersebut menggunakan bahasa matpel tersebut. Kalau pelajarannya Grammar, akan diterangkan dengan bahasa Inggris.

Demikian para murid, saat bertanya pun harus berbahasa Inggris atau Arab sesuai pelajaran. Metode ini juga pernah disinggung dalam artikel Kritik Pembelajaran Bahasa Asing Dwibahasa Di Sekolah.

4. Go Internasional

duta besar inggris berkunjung ke Gontor
Kunjungan DUBES Inggris

Santri Gontor dilarang keras berbahasa indonesia apalagi bahasa daerah pada kondisi normal. Ini bukan berarti pondok modern tidak cinta NKRI, tapi memang beginilah world view education.

Santri dikondisikan seolah berada di Saudi selama 2 pekan dan 2 minggu di London. Ini adalah bentuk rekayasa sikon agar siswa menggunakan dua bahasa resmi yaitu Arab dan Inggris.

5. Mahkamah Tegang

Setiap ba’da magrib di Gontor ada acara “favorit”, mahkamah bahasa — ada juga mahkamah disiplin.

Kegiatan rutin ini adalah persidangan bahasa oleh tersangka pelanggar bahasa dengan kesalahan bermacam-macam, seperti:

  • tidak menggunakan bahasa resmi — menggunakan bahasa Arab saat pekan bahasa Inggris juga termasuk pelanggaran,
  • merusak bahasa, mempelesetkan bahasa resmi, atau
  • tidak membawa kutaib (buku catatan kecil) dalam saku saat keluar kamar.

Hukumannya, setiap terdakwa diharuskan menjadi spy (mata-mata) dan menyerahkan minimal 3 nama pelanggar bahasa sebelum berangkat ke masjid keesokan harinya. Lingkaran ini akan terus berputar sampai tiba saatnya ujian semester.

Mahkamah ini cukup memberikan efek jera, karena harus berdiri dengan satu kaki, sambil memegang kamus selama 30 menit, sepanjang itu juga harus mengundur waktu makan malamnya.

Masih banyak lagi metode Gontor untuk melatih kompetensi bahasa Arab santrinya, seperti: latihan pidato, lomba folksong, drama, lomba puisi, bahkan pramuka pun kadang menggunakan bahasa Arab.

Semua itu demi satu tujuan yaitu agar bahasa Arab masuk ke dalam hati mereka, karena bahasa Arab adalah bagian dari agama Islam.

Kelak setelah lulus, para mujahid itu dapat membuka pintu-pintu ilmu dengan kunci bahasa yang telah dipersiapkan selama bertahun-tahun di pondok.

Metode ini telah terbukti berhasil selama 9 dekade, tak heran para alumninya banyak melanjutkan pendidikan di luar negeri.

Inilah rahasia mengapa belajar bahasa Arab di pondok pesantren modern begitu mudah seperti membuka lembaran kitab kuning dan membaca huruf gundul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here