Hadits Berbakti Kepada Orang Tua (Birrul Walidain)

Share yuk:

Untuk melengkapi pembahasan birrul walidain kemarin, kali ini kita akan dalami sejumlah dalil naqli berupa hadits tentang berbakti kepada orang tua.

Bagi yang belum baca, silakan buka artikel berikut: Cara Berbakti Kepada Orang Tua.

A. Hadits Berbakti Kepada Orang Tua

Agama Islam mengajarkan pemeluknya agar berbakti kepada orang tua. Perintah dalam al-Quran sudah jelas, silakan baca post kami sebelum ini.

Lebih dari itu, ada banyak hadits tentang birrul walidain yang pernah disabdakan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada umatnya, agar kita semakin termotivasi mengamalkan ibadah mulia ini.

1. Merawat Orang Tua Membawa ke Surga

رَغِمَ أنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أنْفُهُ، ثُمَّ رَغِمَ أنْفُهُ قيلَ: مَنْ يا رَسولَ اللهِ؟ قالَ: مَن أدْرَكَ والِدَيْهِ عِنْدَ الكِبَرِ، أحَدَهُما، أوْ كِلَيْهِما، ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الجَنَّةَ

Nabi Muhammad berkata, “Celaka! Celaka! Celaka!” Para sahabat bertanya, “Siapa yang engkau maksud ya Rasulullah?” Beliau bersabda, “Orang yang menyaksikan orang tuanya lanjut usia, salah satu atau keduanya, tapi tidak masuk surga.” (Hadits riwayat Muslim)

Maksudnya adalah usia renta orang tua adalah kesempatan kita untuk masuk surga. Saat itu kita punya kesempatan mengabdikan diri; Makin panjang usia ayah dan ibu kita, makin banyak kita mestinya dapat doa dan ridha keduanya.

2. Ridha Allah Bersama Orang Tua

رضا الربُّ في رضا الوالدينِ، و سخطُهُ في سخطِهما

Ridha Allah ada bersama ridha kedua orang tua, murka Allah ada bersama murka orang tua. (Suyuthi)

Kalau orang tua marah kepada seorang anak -dalam ranah kebaikan-, maka Allah pun marah kepada orang tersebut. Sebaliknya pun demikian. Hati-hati.

3. Birrul Walidain Adalah Amal Terbaik

سأل عبد الله بن مسعود رسول الله -صلى الله عليه وسلم- عن أحب العمل إلى الله، فقال عليه الصلاة والسلام: الصَّلَاةُ علَى وقْتِهَا قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: برُّ الوَالِدَيْنِ قالَ: ثُمَّ أيٌّ؟ قالَ: الجِهَادُ في سَبيلِ اللَّهِ

Abdullah bin Masud bertanya kepada Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- mengenai ibadah yang paling Allah cintai. Beliau menjawab:

  1. Shalat tepat waktu, lalu
  2. berbakti kepada orang tua, kemudian
  3. jihad fisabilillah (Hadits riwayat al-Bukhari)

Ini urutan penting. Jihad itu luas, ada ilmu dan kitab khusus untuk membahasnya. Tapi, sebelum berjihad dalam artian sebeneranya -bukan jihad versi media terlevisi dan media massa-, kamu harus shalat di awal waktu dan berbakti kepada orang tua.

4. Berbakti Juga Jihad

جاء رَجُلٌ إلى رسولِ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ، واستأذَنَه في الجهادِ، فقال له رسول الله صلى الله عليه وسلم أحَيٌّ والداكَ؟ قال: نعمْ، قال: ففيهما فجاهِدْ

Seorang laki-laki meminta izin berjihad kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau menjawab, “Apakah ayah dan ibumu masih hidup?” Pria itu membalas, “Iya masih hidup”. Nabi me-reply, “Maka berjihadlah melalui keduanya”. (Syuaib)

Perhatikan, apakah jihad melalui kedua orang tua adalah gelut, perang, ribut? Bukan. Tapi mengabdi: mentaati, merawat, berbuat baik dan memenuhi kebutuhan mereka.

5. Ortu Pintu Surga

الوالِدُ أوسطُ أبوابِ الجنَّةِ، فإنَّ شئتَ فأضِع ذلك البابَ أو احفَظْه

Orang tua adalah pintu surga paling tengah. Raih dan jagalah jika kamu mampu. (al-Tirmidzi)

Ini bahasa kiasan. Pintu paling tengah adalah pintu paling besar, paling luas, paling dekat dengan pintu gerbang. Itu pintu utama.

Maksudnya, berbakti kepada orang tua adalah kesempatan paling besar untuk masuk surga.

Ada seorang ulama yang menangis saat ayahnya meninggal. Dia berkata, “salah satu pintu surgaku telah tertutup”. Karena kesempatan itu makin sedikit dan menyempit.

Tentu saja masih ada kesempatan lain, tapi harus muter dulu. Payahlah kalau orang mager.

6. Jadilah Humoris Bagi Ayah dan Ibu

جاء رجل إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال : جئت أبايعك على الهجرة ، وتركت أبوي يبكيان ، فقال : ” ارجع إليهما فأضحكهما كما أبكيتهما

Sorang laki-laki menjumpai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, “Aku datang untuk berbaiat kepadamu untuk hijrah, sementara aku tinggalkan ayah-ibuku menangis”.

Beliau yang mulia menanggapi, “Pulanglah kepada keduanya, buat mereka tertawa sebagaimana engkau membuat mereka menangis.” (Riwayat Abu Daud, Ibnu Majah, dan al-Nasai)

Jadi, kalau bisa jangan bikin orang tua sedih. Ini termasuk qoulan kariman dalam pembahasan kita yang lalu.

7. Cara Berbakti Kepada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Abdullah bin Umar pernah memberikan kuda dan imamah kepada seorang lelaki Arab karena alasan ayahnya adalah teman Umar bin Khattab. Abdullah berkata, “aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda.

إن من أبر البر صلة الرجل أهل ود أبيه ، بعد أن يولي

Di antara bentuk berbakti kepada orang tua adalah bersilaturrahim kepada teman orang tua yang sudah meninggal. (Hadits riwayat Muslim)

8. Perintah Orang Tua Mutlak Harus Ditaati

وَأَطِعْ وَالِدَيْكَ وَإِنْ أَمَرَاَكَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ دُنْيَاكَ فَاخْرُجْ لَهُمَا

Taatilah orang tuamu sekalipun keduanya memerintahkan kamu keluar dari dunia, maka keluarlah demi keduanya. (al-Bukhari dalam kitab Adab al-Mufrad)

Apapun perintah ayah dan ibu, laksanakanlah selama tidak melanggar syariat Allah dan Rasul-Nya.

9. Ortu Dulu, Baru Shalat

إذا كُنْتَ في الصَّلاة فَدَعَاكَ أبُوكَ فَأَجِبْهُ وَإن دَعَتْكَ أُمُّكَ فَأَجِبْهَا

Jika kamu sedang shalat, sementara ayah/ibumu memanggil, maka jawablah.

Saking pentignnya orang tua. Lagi shalat sunnah harus dibatalin. Makanya biar aman, pamit dulu ya.

B. Hadits Berbakti Kepada Ibu

Perlu banget bagi penulis membuat subjudul tersendiri untuk berbakti kepada ibu, karena ada sejumlah hadits yang menyebut ibu secara khusus.

1. Ibumu Kemudian Ayahmu

Ada seorang bertanya kepada nabi Muhammad:

يا رَسولَ اللَّهِ، مَن أحَقُّ النَّاسِ بحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قالَ: أُمُّكَ قالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قالَ: ثُمَّ أُمُّكَ قالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قالَ: ثُمَّ أُمُّكَ قالَ: ثُمَّ مَنْ؟ قالَ: ثُمَّ أبُوكَ

Wahai Rasulullah, siapa manusia paling berhak mendapat kebaikanku? Beliau menjawab, “ibumu”.

Lalu siapa lagi? Beliau masih menjawab yang sama, “ibumu”.

Lalu siapa setelah itu? Beliau menukas, “ibumu”.

Lalu siapa? Nabi menambahkan, “kemudian ayahmu”. (Hadits diriwayatkan oleh al-Bukhari)

Hadits berbakti kepada ibu ini juga menjadi bukti betapa wanita dimuliakan oleh Islam. Ibumu 3x, baru ayahmu 1x.

2. Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu

يا رسولَ اللَّهِ، أردتُ أن أغزوَ وقد جئتُ أستشيرُكَ فقالَ: هل لَكَ مِن أمّ؟ قالَ: نعَم، قالَ: فالزَمها فإنَّ الجنَّةَ تحتَ رِجلَيها

Seorang laki-laki menjumpai Nabi, “wahai Rasulullah, aku ingin ikut berperang. Aku menghadap Engkau untuk berkonsultasi”.

“Apakah kamu masih punya ibu?” tanya Beliau.

Pria itu menyahut, “iya masih hidup”.

Beliau bersabda, “Jaga ibumu, sungguh surga berada di bawah kedua kakinya”. (Riwayat al-Albani dalam Shahih al-Nasai)

Di sini fix, jelas ya. Quote mulia ini kata-kata Rasulullah.

Surga di bawah kaki ibu

al-Hadits

3. Kemuliaan Berbakti Kepada Ibu

إِنِّي لَا أَعْلَمُ عَمَلًا أَقْرَبَ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ بِرِّ الْوَالِدَةِ

Sungguh aku tak tahu ada ibadah yang lebih mudah mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Agung selain berbakti kepada ibu. (al-Bukhari)

Ini cara paling instan kalau mau dicintai Allah. Cintai mamah, kamu dapat cinta Allah.

Contoh aja Uwais al-Qarni. Gak pernah ada riwayat, dia ikut perang, hafal al-Quran, atau hadits nabi Muhammad. Gak pernah ketemu Nabi, tapi Rasul kenal dia, karena Allah memperkenalkan dia.

C. Keutamaan Birrul Walidain

Tak perlu panjang x lebar lagi, di atas sudah banyak manfaat dan keutamaan berbakti kepada orang tua. Di antaranya:

  • dapat mendekatkan diri kepada Allah,
  • mendapat cinta Tuhan,
  • mempersingkat proses istighfar dan taubat,
  • mudah masuk surga, dan
  • cepat dikabulkan doa.

Di luar itu, ada balasan lain yang bisa kita raih dari berbakti ini.

1. Panjang Umur dan Murah Rezeki

من سره أن يُمد له عمره، ويزاد في رزقه فليبرّ والديه وليصل رحمه

Siapa yang pengen Allah panjangkan umurnya dan ditambah rezekinya, hendaklah ia berbakti kepada orang tua dan menjalin silaturrahim. (al-Mundzari)

Ini baru namanya tua kaya raya, mati masuk surga.

2. Anak Berbakti dan Istri Setia

برّوا آباءكم تبرّكم أبناؤكم، وعفوا تعف نساؤكم

Berbaktilah kepada orang tua, maka anak-anak kalian akan berbakti dan istri kalian akan menjaga diri. (al-Haitami)

Sepaket komplit, istri + anak. Apa gak hidup bahagia tuh!

3. Ditutup Aibnya

ثلاثٌ من كُنَّ فيه ستر الله عليه كنفه، وأدخله جنته: رفقٌ بالضَّعيف، وشفقةٌ على الوالدين، وإحسانٌ إلى المملوك

Tiga hal, dengannya Allah menutupi aib seseorang dan memasukan dia ke surga:

  • lembut kepada orang lemah,
  • berbakti kepada orang tua, dan
  • baik kepada “miliknya” (pembantu, karyawan, hewan ternak/piaraaan). (al-Tirmidzi)

D. Hadits Durhaka Kepada Orang Tua

Setelah membaca beberapa hadits berbakti kepada orang tua di atas, tidak kalah penting juga bagi kita untuk tahu hadits tentang durhaka kepada orang tua, demi menguatkan iman dan keyakinan.

Jika birrul walidain artinya berbakti kepada orang tua dalam literasi Islam; Durhaka kepada orang tua disebut uququl walidain.

1. Durhaka Dosa Terbesar

ألا أحدِّثُكم بأَكبرِ الكبائرِ؟ قالوا: بلى يا رسولَ اللَّهِ، قال: الإشراكُ باللَّهِ، وعقوقُ الوالدينِ

Nabi Muhammad melemparkan pertanyaan, “Inginkah kalian ku beritahukan tentang dosa terbesar di antara dosa paling besar?”

“tentu saja wahai Utusan Allah” seru para sahabat.

Berbuat syirik kepada Allah, dan durhaka kepada orang tua” lanjut Shallallahu alaihi wa sallam. (al-Tirmidzi)

Hati-hati ya sob.

2. Larangan Menghina Ortu Orang Lain

مِنَ الكَبائِرِ شَتْمُ الرَّجُلِ والِدَيْهِ قالوا: يا رَسولَ اللهِ، وهلْ يَشْتِمُ الرَّجُلُ والِدَيْهِ؟ قالَ: نَعَمْ يَسُبُّ أبا الرَّجُلِ فَيَسُبُّ أباهُ، ويَسُبُّ أُمَّهُ فَيَسُبُّ أُمَّهُ

“Termasuk dosa besar adalah menghina orang tua sendiri” sabda Rasulullah.

Para sahabat heran, “bagaimana mungkin seseorang menghina orang tuanya sendiri?”

Karena dia menghina ayah orang lain, kemudian orang itu balas menghina orang tuanya” terang Rasulullah. (Muslim)

Ini penting banget diajarin ke anak-anak, bocah. Kita sering menyaksikan mereka saling ledek. Silakan baca artikel Ucapan Dosa Yang Banyak Memasukkan Manusia ke Neraka.

3. Durhaka Adalah Perbuatan laknat

لعَنَ اللهُ مَنْ لعَنَ والِديْهِ

Allah melaknat anak yang melaknat orang tuanya. (Hadits riwayat Muslim dan Ahmad)

4. Auto Azab

كلُّ ذنوبٍ يؤخِرُ اللهُ منها ما شاءَ إلى يومِ القيامةِ إلَّا البَغيَ، وعقوقَ الوالدَينِ، أو قطيعةَ الرَّحمِ، يُعجِلُ لصاحبِها في الدُّنيا قبلَ المَوتِ

Allah menunda azab semuda dosa hingga hari Kiamat, kecuali 3 yang disegerakan hukumannya sebelum pelakunya mati:

  1. Zina terang-terangan
  2. Durhaka kepada orang tua
  3. Memutus silaturrahim (Adab al-Mufrad)

5. Pilih Berbakti atau Durhaka?

ثلاثُ دعَواتٍ مُستَجاباتٍ دَعوَةُ المظلومِ، ودَعوةُ المسافِرِ، ودَعوةُ الوالِدِ علَى ولدِهِ

Ada 3 doa yang pasti Allah kabulkan:

  1. doa orang teraniaya,
  2. doa musafir, dan
  3. doa orang tua pada anaknya. (Ahmad)

Berbakti kepada orang tua, didoakan orang tua. Durhaka terhadap ortu, dapet dua doa, doa orang tua + doa orang terzalimi. Pilih mana sob?

E. Penutup

Saya kira cukup banyak hadits berbakti kepada orang tua yang perlu kita amalkan. Intinya kita harus birrul walidain kalau mau hidup enak, mati nikmat.

Kalau bingung harus berbuat apa, setidaknya amalkan 5 hal ini:

  1. Belaku baik terhadap keduanya saat masih hidup ataupun tiada. Sebaik mungkin di hadapan mereka maupun di belakang.
  2. Jaga ucapan, jangan kasar, keras, atau menyakitkan.
  3. Jangan sampe orang tua dengar sesuatu yang buruk, langsung dari kita, atau dari orang lain tentang kita.
  4. Rendah hati.
  5. Mendoakan keduanya.

Selamat menjalankan, mohon doakan saya juga agar jadi anak shaleh untuk bunda dan ayahanda.

Share yuk:

Leave a Comment