SHARE
Nikmat, Manfaat dan Keutamaan Menikah Muda

Menikah adalah proses kompleks yang sangat melibatkan fisik, pikiran, mental, perasaan dan keberanian dalam menempuh kehidupan yang berbeda.

Saat itu seseorang mulai memvariasikan hidupnya dengan mencoba menjadi bagian dari hidup orang lain, dan menjalin hubungan yang berasaskan saling melengkapi untuk mencapai satu kebahagiaan yang ditempuh bersama-sama.

Di sebagian kebudayaan, menikah dan kawin di usia muda adalah hal yang tabu dan asing, apalagi di zaman modern ini. Di negara lain, justru sebaliknya. Remaja zaman now kalau belum punya pacar dan belum pernah berhubungan intim, GAK KEREN namanya.

Golongan pertama, lebih mementingkan karir yang belum tentu membahagiakannya dan membuat hidupnya lebih tenang. Kelompok kedua, terlalu bodoh melihat hubungan seksual sebatas bukti cinta dan kekinian.

Mereka berusaha mencari sebanyak-banyaknya kenikmatan dunia namun tanpa seseorang yang bisa diajak berbagi suka dan duka di sisinya.

Sebagian yang lain, mencoba untuk menyempurnakan kekayaannya dan berharap dengan banyaknya kekayaan ia akan lebih mudah menjalani rumah tangga.

Tentu, tidak ada salahnya menjalani karir, bekerja dan berusaha mendapatkan harta, namun akan sampai sekaya apakah kita baru akan merasa siap untuk menikah?

Di sisi lain ada golongan masyarakat yang menunda pernikahan dengan alasan untuk mendewasakan diri terlebih dahulu.

Dengan alasan, ingin mendalami sifat dan karakter lawan jenis, agar lebih yakin dan mantab dalam menjalani kehidupan berumah tangga.

Untuk mereka, kembali kita ajukan pertanyaan di atas, sampai ingin sedewasa apakah dirimu, baru kau berani untuk menikah?

Ada lagi kenyataan bahwa sebagian paramedis berpendapat bahwa menikah di usia muda itu akan membahayakan sistem reproduksi wanita, dikarenakan sistem reproduksinya belum matang.

Kami katakan, “Pernyataan mereka itu hanya mengada-ngada!”1 Menstruasinya seorang gadis merupakan pertanda bahwa rahimnya telah siap menerima benih.

Mereka berkata bahwa usia ideal menikah adalah 25, 26, atau 27, dengan alasan, rahimnya telah lebih siap menerima janin, dan ia juga akan terhindar dari kanker rahim atau kanker serviks.

Sunggu merupakan alasan yang dibuat-buat.

Kami takut bahwa pernyataan yang mereka (ilmuan barat) keluarkan itu, hanya karena benci dengan banyaknya jumlah kaum muslimin seandainya umat Islam menikah di usia muda.

Maka, ketika Anda bertemu dengan seorang dokter yang pernyataannya sama dengan ilmuan-ilmuan barat tersebut, abaikan saja ucapannya.

Baiklah, sekarang kita akan membahas beberapa manfaat sosial dan medis yang akan didapat oleh seseorang jika ia memilih untuk menikah di usia muda, berikut alasannya:

1. Romantis

Menikah adalah bukti cinta sejati. Ia adalah lambang dari romantisme yang hakiki.

Perlu diketahui muda-mudi yang suka tebar pesona sok romantis, supaya tidak ada lagi yang tertipu sama gombalan dan modus.

Jangan percaya kalau ada orang yang bilang cinta, kalau gak ada progres dari ucapannya. Buktikan, setidaknya dengan melamar.

Jangan tergoda dengan puisi dan bunga, sebenarnya dia gak benar-benar punya rasa. Buktinya, dia gak pernah berikrar dan membawa mahar.

Tepat sekali jika Rasulullah -alaihis shalatu was salam- berkata, mengenai romantisme pernikahan ini:

لَمْ نَرَ – يُرَ- لِلْمُتَحَابِّينَ مِثْلُ النِّكَاحِ

“Tidak ada romantisme yang lebih indah bagi dua orang yang saling mencintai selian menikah.” (Ibnu Majah, Ibnu Abi Syaibah, Baihaqi dan dishahihkah oleh Albani)

2. Membangun Keseimbangan Awal

Usia muda adalah masa ketika gejolak jiwa mulai bertumbuh, dan merupakan masa dimana Anda butuh seseorang untuk menopang diri dan hidup agar masa depan kita lebih teratur, terarah, dan seimbang.

Adalah sangat bermanfaat ketika masa muda disibukkan dalam karir, meskipun lelah menghadapi kesulitan dan tantangan, namun selalu ada seseorang yang mendampingi Anda menghadapi itu semua.

Ia akan menjadi tempat mengungkapkan setiap keluh kesah yang Anda alami dalam hidup. Ia juga merupakan penerang ketika Anda mendapati jalan yang gelap lagi buntu.

3. Saat Terbaik Untuk Saling Menyesuaikan

Jika kita perhatikan, akhir-akhir ini di daerah perkotaan sangat marak perceraian, belum lagi perceraian ini dialami para selebritis kemudian disiarkan media.

Sebenarnya apakah yang menyebabkan hal ini bisa terjadi?

Pasalnya, banyak pemuda-pemudi yang ikutan alergi terhadap pernikahan sweet seventeen. Tentu saja berimbas pada jumlah remaja pacaran, segan menikah, takut sama orang tua, akibat minim kedewasaan, dengan alasan ingin mengenal calon pasangan terlebih dahulu.

Padahal, paling asyik mengenal pasangan itu setelah akad nikah. Toh pacaran diluar nikah tidak menjamin kita mengenal pasangan. Buktinya, banyak orang dewasa yang bercerai meskipun sudah pacaran 5-10 tahun. Toh pacaran bisa berkedok, sok baik, sok rajin, pakai makeup.

Bayangkan sebaliknya, jika dua individu yang telah kuat dalam suatu prinsip, kemudian disatukan dalam rumah tangga. Lantas ternyata setelah menikah ditemukan ketidak cocokan pada prinsip masing-masing, bukankah hal ini akan lebih mudah menghancurkan sebuah pernikahan?

Menikah di usia muda itu bagai membentuk sebuah adonan kue, Anda akan belajar bagaimana caranya untuk lebih saling mengerti dan memahami. Witing tresno jalaran soko kulino.

Menyesuaikan karakter akan lebih mudah dilakukan saat usia masih muda, karena suami-istri masih lebih terbuka untuk belajar. Shaleh Abdul Qudus berkata,

إن الغُصُونَ إِذا قَوَّمْتَها اعتدلْت # ولا يلينُ إِذا قَوَّمْتَهُ الخَشَبُ

Ranting muda itu mudah sekali diluruskan, jika kau mau. tidak sesulit dahan pohon tua yang kaku.

Pasangan Suami Istri4. Mencari Pasangan Sempurna

Tidak sulit mencari pasangan yang sempurna. Selama kita tidak memperumit diri kita dengan bejibun kriteria.

Ketahuilah, ketika kesempurnaan adalah syarat sesorang boleh menikah dengan kita, maka kita telah menjadi orang yang egois. Karena kita hanya menuntut orang lain, sedangkan diri sendiri tidak sempurna.

Dalam perjalanannya, rumah tangga tidak akan selalu indah seperti pengantin baru. Seiring dengan waktu, sifat asli pasangan pun akan kelihatan.

Yang awalnya sempurna bagi kita, sangat mungkin berubah menjadi sosok yang paling menjengkelkan di dunia.

Yang awalnya biasa-biasa saja, tidak menutup kemungkinan akan jadi lebih baik, bahkan membangun chemistry (baca: kemistri) terpendam hingga kita merasa “dialah jawaban atas doaku”.

Selama mengarungi bahtera rumah tangga, setiap pihak akan belajar bagaimana karakter yang disukai dan dibenci oleh pasangannya.

Hakikatnya, kesempurnaan hanyalah milik Allah ﷻ. Karenanya, kalau mau pasangan sempurna harus dibangun di atas standar Rabbul Alamin yakni aqidah dan agama.

Perlu ditekankan, jangan karena kita berbicara tentang kesempurnaan, lantas kita berperinsip “gak sempurna gak apa” termasuk dalam hal agama.

5. Berjuang Menjaga Kesucian

Tak dapat dipungkiri, kebutuhan seksual adalah fitrah manusia yang harus terpenuhi. Siapa saja, pria atau wanita boleh mendapatkannya. Tentu saja melalui prosedur KUA, yakni penikahan yang sah menurut agama.

Makanya, Islam tidak pernah melarang siapapun untuk menikah. Mau itu ustadz, profesor, ulama, guru, pengurus masjid, semuanya boleh nikah tanpa terkecuali.

Dengan pernikahan, hasrat seksual akan lebih mudah diatasi. Tentu saja lebih melindungi diri dari maksiat kepada Allah. Sebagaimana sabda Rasulullah shallalahu `alahi wassalam:

يا معشر الشباب ، من استطاع منكم الباءة فليتزوج فإنه أغض للبصر ، وأحصن للفرج ، ومن لم يستطع فعليه بالصوم فإنه له وجاء

Wahai para pemuda! Siapa saja di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka menikahlah, karena pernikahan itu dapat menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Siapa saja yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa, karena puasa itu perisai bagi dirinya. (al-Bukhari)

ٍSecara otomatis, melalui pernikahan, potensi untuk melakukan maksiat akan berkurang. Jangankan zina, melamun saja sudah menjauhkan kita dari mengingat Allah, terlebih ngelamunin lawan jenis. Kalau sudah punya pasangan kan bisa ngelamunin suami/istri.

Dengan menikah, nilai ketakwaan kita di hadapan Allah juga bertambah. Secara tidak langsung, pernikahan menjaga diri kita sekaligus agama Islam.

Sebagaimana sabda Rasulullah :

من تزوج فقد أحرز شطر دينه فليتق الله في الشطر الثاني

Siapa saja menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (Thabarani dan Hakim)

Meskipun hadits di atas dianggap dhaif atau hasan li ghairihi, tapi kandungan maknanya benar. Imam al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya Ulumiddin berkomentar:

“Ini adalah isyarat tentang keutamaan menikah, dalam rangka melindungi diri dari penyimpangan, agar terhindar dari kerusakan. Karena pada umumnya yang sering merusak agama manusia adalah kemaluan dan perutnya. Dengan menikah, maka salah satunya telah terpenuhi.”

Al-Qurthubi menlanjutkan:

“Makna hadis ini bahwa nikah akan melindungi orang dari zina.”

6. Kesiapan

Demi Allah! Orang yang menunggu untuk menjadi seseorang yang benar-benar sempurna baik di bidang agama, sosial, atau materi sama saja tidak mau menikah. Karena kesempurnaan adalah milik Allah.

Merupakan hal yang sangat terpuji jika seseorang berusaha semaksimal mungkin memantaskan dirinya agar kelak dapat menjadi orang yang ideal bagi pasangan hidupnya.

Sangatlah mulia seorang hamba yang belajar al-Quran, memahami Hadist, menguasai bahasa arab, mencari kekayaan, dan memupuk kedewasaan sebagai persiapan menikah.

Namun sangat disayangkan, jika kemapanan harta dan jenjang pendidikan dijadikan alasan untuk menunda pernikahan. Apalagi dianggap sebagai satu-satunya kunci sukses berumahtangga.

Sahabatku yang dicintai Allah, hidup itu seluruhnya adalah proses, proses mendewasakan dan proses yang menjadikan seseorang lebih pantas.

Keputusan yang tepat adalah menikah meskipun masih miskin harta dan ilmu. Pernikahan itu pun akan membuat amal dan ilmu lebih sempurna, selama pernikahan itu dipenuhi semangat menuntut ilmu.

Janji suci itu pun juga akan membuatmu lebih kaya dan berkecukupan, sebagaimana firman Allah azza wa jalla:

وأنكحوا الأيامى منكم والصالحين من عبادكم وإمائكم إن يكونوا فقراء يغنهم الله من فضله والله واسع عليم

Nikahkanlah orang-orang yang sendirian (jomblo) di antara kamu, dan orang-orang yang patut (nikah) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan erempuan. Jika mereka miskin,  Allah akan cukupkan mereka dengan karunia-Nya. Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (an-Nur : 32)

7. Puncak Kebahagiaan

Pastinya semua manusia ingin bahagia. Walaupun bahagia itu sendiri berbeda-beda menurut persepsi orang.

Bagi sebagian, bahagia itu sederhana, asal bisa beribadah walaupun miskin. Menurut yang lain, bahagia adalah kepuasan meraih sukses (pendidikan tinggi, karir menanjak, nama baik, penghargaan dll).

Terserah yang mana, apapun itu. Kalau Anda kelompok pertama, menikahlah. Karena pernikahan adalah ibadah dan menyejukkan.

Jika Anda golongan kedua, menikahlah. Karena dengan menikah, Anda akan merasakan kesuksesan meskipun belum meraih cita-cita yang Anda targetkan. Menikah juga dapat membimbing agar lebih cepat sampai tujuan. Karena pernikahan itu membuat kita jadi fokus.

Allah –subhanahu wa ta’ala– berfirman:

Di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri,2 supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Ia menjadikan rasa kasih dan sayang di antara kalian. Sungguh pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. (ar-Rum : 21)

Menikah itu menenteramkan. Mau Ibadah, enak dan nyaman. Yang tadinya tidak berpahala bahkan mengundang dosa, jadi membuahkan rahmat dari Allah.

Menikah itu pintu gerbang kesuksesan. Berangkat kerja, ada yang dituju, untuk orang tercinta. Pulang kerja, ada yang menunggu, anak dan istri. Kerja lebih fokus dan bersemangat.

Gak fokus itu bukan karena kurang minum, tapi karena butuh pendamping.

wanita nembak duluan (melamar minta dinikahi)
Wanita melamar pria

8. Gerbang Memiliki Keturunan

Sering kali kita dibuat tertawa lucu dan gemas saat melihat anak-anak dan balita. Kita juga merasa bangga ketika menonton acara anak-anak berprestasi di TV dan lomba. Bayangkan, jika mereka adalah anak kandung kita sendiri. Apakah Anda tidak mau?

Tentu saja ingin. Semua orang baik, pasti ingin punya momongan. Dalam surat Ali Imran: 4, Allah menyatakan bahwa anak-anak adalah penghias hidup manusia. Mereka mewarnai dengan keindahan.

Mengenai anak ini Allah  mengajarkan pada kita sebuah doa dalam al-Quran, agar diberikan istri dan keturunan shalih yang menyejukkan hati:

ربنا هب لنا من أزواجنا وذرياتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين إماما

Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan (anak-cucu) yang  dapat menyenangkan hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (al-Furqan: 74)

Secara tidak langsung, ada 2 makna pada aya di atas:

Pertama, “kalau mau mendapatkan kesenangan dan kebahagiaan, carilah dari anak-anak kalian, mereka adalah tempat yang tepat”.

Kedua, “kalau mau punya anak, nikah dulu, punya pasangan dulu.”

Dalam tafsir as-Sam’ani, al-Qurazi berkata:

“Tidak ada yang dapat menyejukkan mata seorang mukmin selain melihat istri dan keturunannya yang bertakwa.”

Kali ini, kita tidak akan membahas bagaimana cara membentuk anak yang dapat membuat kita menangis karena bahagia. Tapi, saya hanya ingin mengajak bepikir, “bagaimana mungkin punya anak, nikah saja belum!”3

9. Ibadah Yang Menyenagkan

Ceritanya ada 3 pemuda yang bertanya pada istri Nabi, bagaimana ibadah Rasul. Setelah diberitahu, mereka merasa bahwa ibadah mereka sangat kurang dan ingin beribadah semaksimal mungkin.

Salah satu diantara mereka akhirnya memutuskan untuk tekun ibadah dan menjauhi pernikahan. Menurutnya, menikah dan memiliki pasangan hanya akan menambah beban kehidupan. Setelah mengetahui kabar tiga sahabatnya ini, bukannya memberikan motivasi giat ibadah, justru Nabi Muhammad melarangnya dan mengatakan bahwa beliau beribadah, juga menikah. (al-Bukhari: 5063, Muslim: 1401)

Hadits ini menunjukkan bahwa, lebih baik kurang ibadah tapi menikah, daripada bertahan membujang meskipun tekun ibadah.

Lagi pula, siapa kita? Apa bisa ibadah 24 jam penuh tanpa tidur dan makan karena puasa dan tahajjud?

Makanya, kalau gak bisa ibadah 7X24 jam, lebih baik menikah aja. Tidak mengekang diri, ibadah lebih longgar karena nilainya lebih baik dari ibadah seharian penuh.

Menikah adalah ibadah paling lama, namun menyenangkan.

10. Stamina dan Vitalitas yang Prima

Ketika Anda menikah di usia muda, maka kebugaran tubuh Anda sedang mencapai puncaknya.

Bagi seorang wanita telah diketahui bawa menikah di atas usia 30 tahun akan menyebabkan kurangnya kesempatan bagi mereka untuk dapat hamil dan memperoleh keturunan.

Selain itu, tubuh masih bisa diajak kompromi untuk bekerja keras dalam mencari nafkah dan mendidik anak.

Bayangkan, seorang lelaki menikah di berusia 35 tahun. Saat anaknya baru masuk SMP, umur sang bapak sudah hampir setengah abad, akan sangat sulit baginya dapat bekerja keras lagi demi memenuhi kebutuhan anak dan rumah tangganya.

Kebalikannya, seseorang menikah di usia muda, misalkan 20 tahun. Esimasinya, ketika berumur 21 atau 22 tahun, ia sudah memiliki keturunan. Ketika anaknya memasuki jenjang kuliah dan hampir tamat, ia baru berusia 40 tahun.

Di usia 50 tahun, sudah bisa menimang cucu dan tidak perlu memeras otak terlalu keras hanya untuk membiayai sekolah anak. Menikah muda, merasakan masa muda dan tua bersama. Menikah tua, tidak akan merasakan masa muda bersama.

11. Indahnya Masa Muda Akan Hilang Karena Mengasuh Anak?

Banyak yang menyangka bahwa memiliki anak di usia muda, hanya akan melenyapkan indahnya masa muda, karena direpotkan dalam mengasuh bayi.

Ini adalah pola pikir pengecut dan pemalas, karena menyerah sebelum mencoba.

Jika logika kita dipenuhi oleh hegemoni hura-hura, keluyuran, dan buang waktu. Tentu, masa muda yang berisi kesenangan sesaat akan pudar. Tapi kalau pikiran kita berisi visi dan misi ke depan, mengasuh anak tidak akan menghilangkan masa muda. Sebagai mana dijelaskan dalam poin-poin di atas.

Mengasuh, membesarkan dan mendidik anak tidak boleh dijadikan beban. Bahkan Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- menganjurkan kita untuk memperbanyak anak.

Nikahilah perempuan yang penyayang lagi subur. Sungguh aku akan berbangga dengan sebab banyaknya jumlah kalian (Ummat Nabi Muhammad) dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat. (Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Hibban dan Sa’id bin Manshur dari jalan Anas bin Malik)

Banyak anak, adalah sunnah Nabi. Kalau mau banyak anak, menikahlah selagi muda.

Juga, Rasulullah  menerangkan akan keutamaan yang paling agung dari mempunyai anak, yakni:

“Ketika manusia mati maka terputuslah dari semua amal kebaikannya kecuali tiga:

  • Shadaqah jariyah [sedekah jangka panjang]
  • ilmu yang bermanfaat [diamalkan], dan
  • Anak shalih yang mendo’akannya” (Imam Muslim)

Sekali lagi tentang anak, bagaimana mungkin dapat doa anak shaleh, anak saja tidak punya. Nikah saja ngak, gimana mau punya anak.3

Jangan pernah terbesit di pikiran kita bahwa banyaknya anak akan membuat sempit kehidupan ekonomi, karena tidaklah Allah menciptakan seorang manusia ke permukaan bumi melainkan telah Allah jamin rezekinya, Allah ta`ala berfirman:

Janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kami lah yang akan memberi rezeki kepada mereka dan juga kepadamu. Sesungguhnya membunuh mereka adalah dosa yang besar. (al-Isra : 31)

Banyak anak, banyak rezeki adalah fakta. Karena setiap anak dilahirkan bersama rizkinya masing-masing. So, jangan takut punya banyak anak.4

Mencari Jodoh yang baik shaleh-salehah dalam Islam
Menikah sakinah, mawaddah, wa rahmah

12. Menjauh Dari Zina

Telah diketahui bersama, dorongan seksual adalah fitrah manusia yang juga dimengeri dalam ilmu biologi. Islam tidak memerintahkan untuk membuhuh nafsu, melainkan mengendalikannya.

Sedangkan mengendalikan itu semua sangatlah sulit. 16, 17, 18, 19 tahun usia kita, makin bertambah, makin bergejolak. Tentunya sangat berbahaya.

Dorongan tersebut lama-kelamaan tidak akan dapat ditahan, terlebih di zaman teknologi ini. Di mana-mana banyak wanita berpakaian minim, ketat, bahkan telanjang. Akhirnya, seorang dapat terjerumus dalam perzinaan. Inilah yang ingin dijaga oleh Agama Islam.

Sungguh, pernikahan akan semakin menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, serta menjauhkan dari perbuatan zina yang sangat dimurkai oleh Allah.

Jika hasrat muncul, orang yang sudah menikah dapat kembali pada pasangannya. Kalau jomblo, bisa berbuat apa?

Rabb ta’ala berfirman:

Janganlah kamu mendekati zina; sungguh zina itu adalah perbuatan yang keji lagi jalan yang buruk. (al-Isra: 32)

13. Keutamaan Dari Allah

Dalam surat al-Isra, Allah menjelaskan bebagai perintah dan larangannya. Termasuk pernikahan dan kehidupan berumahtangga, yang kemudian ditutup dengan sebuah ayat yang berbunyi:

Itulah (nikah) hikmah yang diwahyukan Tuhan kepadamu. Janganlah kamu mengadakan tuhan yang lain di selain Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka secara hina lagi dijauhkan dari rahmat Allah. (al-Isra: 39)

Semoga dengan adanya tulisan ini keyakinan kita pada Allah akan bertambah dan kita akan terhindar dari ketakutan untuk memulai membina rumah tangga di usia muda.

Bagi yang belum menikah, semoga Allah mudahkan ia menemukan pasangan hidupnya dan bagi yang telah menikah, maka jagalah pernikahanmu karena ia merupakan sebuah amanah dari Allah kepadamu.

Jangan jadikan usia muda sebagai alasan bercerai. Tulisan di atas tidak hanya ditujukan untuk pria saja, perempuan juga boleh dan dianjurkan. Agar tidak malu, lamarlah pria idaman saudari ikutilah cara ta’aruf ibunda Khadijah.

Kesimpulan: Menikah Muda

Nikah muda, bukanlah hal yang buruk. Bahkan banyak tokoh masa lalu yang menikah di usia muda. Justru, nikah muda di umur 17-25 tahun akan menyelamatkan masa depan anak karena terhindar dari zina dan pacaran. Khususnya, wanita.

Orang tua dituntut untuk berpikir terbuka. Pacaran adalah gerbang menuju perbuatan amoral seperti zina. Tentu saja itu perbuatan hina dan haram. Menutup pintu haram hanya bisa dengan membuka pintu halal.

Menjauhi zina, cukup dengan melarang pacaran. Memotivasi anak agar menghindari pacaran sangat mudah, dengan mengizinkan para remaja untuk nikah muda.

_______

1 Kenyataannya banyak perempuan melahirkan di usia belasan tahun, ternyata aman dan selamat.

2 Dari “jenismu sendiri” maksudnya adalah jenis manusia dengan manusia, dan jin kawinnya sesama jin. Tidak seperti yang katakan oleh jaringan Islam liberal di Indonesia, yang menafsirkan bahwa yang dimaksud adalah lesbian dan gay.

3 Bisa punya anak angkat, tapi anak angkat tidak sama dengan anak kandung. Wanita tidak bisa mendapat pahala jihad dari mengandung dan melahirkan. Setelah dewasa, Anak angkat dapat membatalkan wudhu orang tua.

4 Membatasi kehamilan haram, tapi mengatur jarak kehamilan diperbolehkan.

248 COMMENTS

  1. Assalamualaikum,
    Boleh minta solusinya. Saya seorang laki” usia 24th.
    Begini minggu” kemarin saya sempet ditanya kapan menikah oleh orang tua pasangan saya, jujur saya seneng bgt dan bhagia ketika orang tua pasangan saya menanyakan itu krena sebelumnya saya juga ada niatan ingin ngelamar dan menikah gn pasangan saya cuman waktu itu blum ada waktu yg pas ternyata malah keduluan sama orang tua pasangan saya.
    wlpun orang tua pasangan saya udah mengizinkan dan merestui tp dari pasangan saya belum bisa jawab itu semua seperti belum siap bgtu.
    Sedangkan dari saya, insya allah siap untuk menikah

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.

      Tunggu apa lagi? Langsung saja melamar. Kata Rasul “Diamnya seorang gadis saat dilamar (tidak bilang YES, tidak bilang NO) adalah tanda dia setuju.”

      Kemudian, kasih waktu 3 bulan untuk menikah. Kalau belum siap juga, saran saya cari yang lain.

      Semoga bermanfaat.

      Wassalamu’alaikum.

  2. mau tanya tidak jadi, dari baca artikel sudah terjawab semua,
    pak uztad membuat open mind sekali, hehe
    alhamdulillah diarahkan ke artikel ini,
    niat nikah muda pun semakin kuat,

  3. Mengapa kawin di usia muda ?.
    Apa sih yang hendak dicari dan dihasilkan dari suatu perkawinan ?.
    Ada banyak alasan mengenai hal itu, sebagiannya ada dibahas di sini …

  4. Assalamualaikum,umur saya jalan 18,saya sudah ditunangi dengan pria 19 tahun,saya berniat untuk menghafal al qur’an
    Apakan saya berdosa menunda pernikahan??apa yng harus saya lakukan tadz?

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Menikah dan menghafal al-Quran itu bisa bersamaan. Kenapa harus dipisahkan?

      Menikahlah. Saat suami menjemput rezeki, istri menghafal di rumah dan mendoakan kesuksesan sahabat sejatinya. Apalagi sambil mengandung, sambil menghafal. Semoga anak yang dilahirkan, sudah membawa hafalan. 🙂

  5. Assalamualaikum ustazd,saya samsul berusia 21 anak ke 7 dari 10 bersaudara anak laki2 semua wanita hanya satu yautu adik tapi sudah menikah,dan kaka tinggal 5 yg belum menikah,saya sudah di tarik untuk menikah oleh pihak keluarga cemceman saya,saya sudah cerita pada ortu dan kluarga saya,tetapi yg jadi halangan nya itu kaka saya yg belum pada menikah gmna ustazd? Terimakasih wassalam

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.

      Mas Syamsul, nikah itu bukan balapan, sehingga main cepet-cepetan. Nikah itu juga bukan antrian, yang dateng duluan, nikah duluan. Jodoh itu takdir. Kalau sudah dateng waktunya, gak perlu dihalangi dengan alasan yang tidak masuk akal. Seperti kematian, yang lebih muda bisa mati duluan.

      Wassalamu’alaikum.

      • Asalamualaikum boleh minta saran ust.. Sy berumur 22, sya dan pasangan saya beda kota namun sya pun sudah kerja d kota sya tinggl ini.. Sya ingin menikah namun tdak mungkin rasany jika di ajak tinggl d kota saya ini d karnakan org tua ny yg sudah tinggl sebelah namun jika saya yg ke kota nya sya pun bingung mau kerja apa tad bgitu

        • Wa’alaikumussala wa rahmatullah

          Idealnya, istri ikut suami. Tapi kalau tidak bisa, harus dikomunikasikan dulu apa dan bagaimana alasannya. Masalah nafkah dan pekerjaan, istri tidak perlu cemas itu tanggungjawab suami. Apapun pekerjaannya, di mana pun itu, yang penting kerja. Insya Allah ada lowongan.

  6. Asallamualaikum

    Ust mau tanya nih usia saya 16 tahun sedangkan usia pasangan saya 19 tahun ia berniat inggin serius dengan saya apakah di usia saya yng 16 tahun ini bisa melangsungkan pernikahan karna takut mendapat pasal??
    Terimakasih sebelumya ustd

    Wasalamualaikum

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah

      Mengenai usia pernikahan, saran saya tanyakan pada KUA setempat, karena pernikahan harus tercatat SAH menurut negara juga. Kalau menurut agama, usia 16 tahun, sudah boleh menikah. Semoga membantu.

      Wassalamu’alaikum wa rahmatullah

  7. Assalamualaikum wr.wb
    Saya ridawati umur 18 masih sekolah SMK sdangkan pasangan saya umur 24 rumahnya berhadapan atau tetanggan. Pasangan saya ingin segera menikah ketika lulus nanti karna ingin beribadah katanya. tetapi orang tua saya menginginkan saya untuk kerja atau kuliah dulu untuk meraih masa depan .malahan keluarga kurang merestui hubungan saya.
    Mohon minta solusinya. Terima kasih

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Sebenarnya, tujuan orang tua itu baik. Tapi, terkadang orang tua tidak mengerti manfaat menikah. Coba disukusikan dengan pasangannya, pastikan setelah nikah, saudari masih bisa kuliah. Sebagai kompensasi agar orang tua merasa terjamin.

  8. Assalamualaikum
    Umur saya 23 sedang calon saya 20,sudah saling kenal lama , saya pengen melamar nya lalu menikahi nya,
    Tapi camer saya masih ragu” dengan pekerjaan saya,takut kebutuhan anak nya tidak terpenuhi
    Bagaimana cara nya saya meyakinkan camer saya ??

    Terima kasih,,

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Kalau sudah ada niat, langsung saja melangkah. Katakan pada calon mertua, “meskipun bukan pekerja tetap, tapi saya akan selalu tetap bekerja”. Kalau gaji belum UMR, bukan masalah. Nanti Allah berikan rezeki dari arah yang tak terduga. Dengan syarat, menikah karena ingin bertakwa pada Allah.

  9. Assalamualaikum wr.wb ana mau bertaxa nih ustadz bgaimana klau ortu dri pihak perempuan blm setuju kalau anak.x menikah muda sblm serjana dan dpt kerjaan…tpi dri pihak laki…sudah siap untuk menikahi perwmpuan…nah bagaimana dg hal tsb…??? Sedangkan dari pasangan tsb sdh menjalin hub pcran slm 1 thn…

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barkatuh

      Yang terutama, ajak bicara keluarga baik-baik, hati ke hati. Ungkapkan keinginan dan tujuan baik sang wanita, manfaat nikah muda serta bahaya pacaran.
      Saudari juga bisa meminta bantuan dan saran KUA setempat. Bahkan minta dijelaskan pada orang tua.
      Kalau orang tua masih belum merestui, putuskan hubungan tidak jelas tersebut (pacaran).

      Karena ortu tidak setuju dengan menolak yang sudah berani melamar, dan karena menikahkan anak perempuan adalah kewajiban orang tua. Utamanya, ayah harus memberikan konpesasi putrinya dengan jaminan segera menikah dan pasti menikah dengan pria yang shaleh.

      Semoga membantu.

  10. Assalamu’alaikum wr,wb. Saya wanita berumur 21 tahun, saya ingin minta pendapat ustad. Saya sedang dekat dengan teman laki” sy saat SD sudah hampir 1,5th. Kami sudah tau dngn perasaan masing” dn teman saya ini mengajak nikah, dan ortu saya sudah tau begitupun dng ortu laki”. Mamah dr teman saya ini juga sudah menyuruh utk menikah, namun saya belum siap karena saya ingin kerja dulu smbil memantapkan diri. Ortu saya pun sudah bilang utk segera menikah namun saya ingin targetnya tahun depan. Dan saya masih memikirkan dr teman saya ini dalam sholat masih bolong”, karena saya ingin mempunyai imam yg bisa menuntun saya. Bagaimana ya ustad dengan pikiran saya yg seperti itu? Tapi saya sudah mantap dngn dia. Terimakasih 🙂

    • Wa’alaikumussalam Ukhty,

      Ortu sudah setuju menikahkan. Jangan tutup kesempatan ini dengan pekerjaan. Nikah sambil kerja kan bisa. Apalagi, kalau kerja itu tidak mendesak. Saya kira, cukup suami yang mencari nafkah. Masalah, doi yang shalatnya bolong-bolong, coba ajukan pada dia “Mas, kalau kamu cinta sama saya, buktikan dengan shalat 5 waktu di masjid. Nanti saya chek ke pengurus masjid. 🙂 ”

      Begini lebih baik.

  11. Assalamu’alaikum wr wb
    saya berumur 24thn skrg sedang kuliah menuju s1 krn sebelumnya sy d3. sudah pacaran 2tahun dgn teman kuliah saya dan sekarang dia kuliah sambil kerja disebuah kantor kedinasan. seiring berjalannya waktu, dia mengatakan bahwa ingin menikahi sayang dan pihak keluarganya jg membolehkan apabila ingin menikah. saya juga mau karena utk menjauhkan diri dari zina dan tidak ingin menambah dosa. tapi ada kendala, ketika saya ingin menyampaikan hal tsb saya seperti tidak ada kesempatan bicara kepada ibu krn ibu saya selalu membahas tentang rumah yg akan kami bangun, saya sulit mencari celah. dan ibu saya jg belum mengizinkan utk saya membawa calon ke rumah. saya bingung dan sedih karena kadang ibu saya suka ber suuzdon kepada kami apabila sedang bersama. apa yg harus saya lakukan? sayang sangat ingin sekali menikah dan saya pikir ini sudah saatnya dan jg ingin beribadah bukan hanya sekedar nafsu. sementara calon sudah mendesak saya apakah sudah disampaikan ke ibu apa belum niatan kami ini. mohon bantuannya.

    Jazakumullah Khairon

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Ukhty Lia, saya senang jika ada wanita yang ingin segera menikah. Itu ibadah. Perhatikan baik-baik saran saya, dibaca sampai akhir.

      • Saran pertama saya jika ingin menghindari zina, jauhi yang namanya pacaran. Ini bukti di hadapan Allah bahwa saudari bertekad menjaga kesucian.
      • Kedua, cari tahu atau tanyakan langsung pada ibunda, apa alasan ibu saudari tidak mengizinkan menikah.
      • Ketiga, Husnudzon-lah pada suudzon ibu sendiri.
      • Keempat, datang ke rumah untuk melamar, tidak perlu menunggu izin orang tua. Tidak perlu acara formal, membawa seserahan, apalagi tukar cincin. Asalkan sang pangeran punya keberanian, datang saja ke rumah dengan sopan, katakan “kedatangan saya ke sini, ingin melamar putri bapak/ibu”. Simple…
      • Kelima, yang paling penting adalah berdoa dan berusaha membujuk orang tua, muliakan beliau, ajak makan keluar, kemudian minta izin dengan sopan bahwa saudari ingin menikah, sudah ada calonnya.

      Semoga Allah permudah, mulai dengan basmalah, jangan lupa istikharah.

  12. Assalamualaikum.wr.wb
    Perkenalkan nama saya Dea permatasari saya berusia 18thn dan kekasih saya berusia 19thn ia berniat untuk menikahi saya ditahun ini beberapa bulan lagi sekitar saya berumur 19thn dibulan september yang akan datang.
    Saya masih ragu karena saya mempunya adik yang masih memerlukan saya untuk biaya sekolah,juka saya menikah nanti saya takut adik saya akan putus sekolah karena saya terlalu sibuk dengan keluarga saya nanti.

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Kalau itu yang membuat mbak ragu. Coba tanyakan calon suami, apakah saudari boleh bekerja setelah menikah?

      Atau, ganti saja maharnya jadi “membiayai adiknya Dea sekolah”

  13. Nama saya rizal umur (21) insyaallah saya punya calon istri umur (19) mau tanya.. Untuk memantapkan calon agar Mau menikah dengan kita di usia muda bagaimana?

  14. Assalamualykum, saya pria umur 26 tahun saat ini saya akan menikah dengan calon saya yang berusia 16 tahun, saya marasa mudah siap untuk menikah dan calon pasangan sayapun demikian, namun saya merasa takut apa usia calon pasangan saya tidak terlalu muda? apa nanti akan dipermasalahkan oleh undang2? sampai saat ini saya masih merasa terbebani dengam hal itu namun waktu semakin dekat dengan hari pernikahan kami.

    • Wa’alaikumussalam.
      Sepertinya usia 16 tahun sudah pantas seorang wanita untuk menikah. Terlebih jika sudah memiliki sifat dewasa. Menurut Pasal 7 ayat (1) UU Perkawinan menyatakan, “Perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai 16 (enam belas) tahun.”

  15. Assalamua’laikum, saya wanita umur 19th sudah berpacaran selama 1,5th, saya berniat umur 22th saya sudah ingin menikah tetapi calon saya masih belum mau menikah dikarenakan belum siap semuanya termasuk belum siap lahir batin dan juga dia masih ingin membahagiakan orangtuanya dulu, tp kami berdua sudah sama-sama mapan. Lalu kebahagiaan yang bagaimana yg diinginkan orangtua sebenarnya? Apakah setelah menikah membahagiakan orangtua bisa terbagi dua krn sudah mempunyai istri makanya calon saya belum siap menikah? Terimakasih.

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.

      Mbak Hadistya, saya sangat salut pada pemuda-pemudi yang ingin bersegera menikah. Itu Amazing!

      Menikah itu sebenarnya bagian dari ketaatan pada orang tua. Menjaga nama baik orang tua. Kan, Kalau sudah terjadi hal yang tidak diharapkan, yang tercoreng nama baik ortu.

      Setelah menikah, status orang tua Mbak jadi tanggung jawab suami mbak. Apalagi kalau tidak punya anak laki-laki.

      Mengenai kesiapan, saya heran sama calonnya, maaf ya jangan tersinggung. Kan sudah sama-sama mapan, belum siap apa lagi? Kalau belum siap, jangan pacaran. Kalau boleh dibilang, “putusin aja mbak”. 🙂

      Semoga membantu.

  16. Assalamualaikum , saya seorang laki² yg mengambil keputusan untuk menikah muda d usia saya 20th , saya merasa senang & bahagia dg status saya bisa menikahi org yg saya cintai & juga saya merasa happy krna terjauhi dr perbuatan zina , namun setelah saya menikahi nya kenapa malah keluar d benak saya ini malah merasa takut,gundah dan resah . Yg membuat saya seperti itu adalah bagaimana nanti kalo saya punya anak , apakah saya bisa membahagiakan & memenuhi semua kebetuhan anak saya seperti anak² yg lain,sedangkan saya hanya berpenghasilan tdak begitu besar . Thanks !

    • Wa’alaikumussalam.
      Alhamdulillah, saya senang ada pemuda pemberani seperti Mas Mustaqim. Mengenai gaji kecil, itu urusan Allah. Toh penghasilan bukan ukuran rezeki keluarga dan anak. Allah akan berikan kecukupan

  17. Assalamualaikum saya ingin minta pendapat:) umur saya sekarang 19 tahun dan sudah memiliki calon yang juga seumuran. Kami merasa cocok dan tidak ingin berlama-lama. Keinginan untuk menikah sudah saya sampaikan kepada orangtua yang kemudian menilai saya terlalu muda, terlalu terburu-buru, belum siap, belum bisa mengatur keuangan, belum mengerti apa yang akan saya hadapi, juga menyindir perihal gaji calon suami yang belum ada apa-apanya karena memang baru mulai bekerja, juga belum berpenghasilan tetap. Terlebih, kami sama-sama masih kuliah. Ditakutkan kekurangan biaya dan akan bagaimana jadinya jika saya memiliki anak pada pertengahan kuliah. Juga terkendala tempat kuliah saya yang tidak memperbolehkan mahasiswanya menikah sebelum selesai studi. Sedangkan menyelesaikan kuliah bagi saya bagai merupakan utang budi saya pada orangtua. Jadi tidak mungkin saya korbankan. Calon saya yang bahkan berencana untuk datang kerumah pada syawal tahun ini agaknya mulai pesimis. Oh iya sebelumnya alhamdulillah dari keluarga laki-laki sudah ridha. Lalu bagaimana cara kami meyakinkan orangtua saya? Darimana saya mengetahui kesiapan saya? Apa sebenarnya yang akan saya hadapi? Apakah bijaksana jika kami nekad melanjutkan ke jenjang pernikahan? Terimakasih sebelumnya:)

    • Wassalamualaiki wa rahmatullah wa barakatuh.

      Sebenarnya usia bukan masalah, banyak orang yang menikah lebih muda dari saudari, tidak ada masalah. Mengatur keuangan, bisa dipelajari sambil langsung praktik saja. Urusan gaji suami, kalau saudari sudah ridha, tidak masalah. Nunggu kaya raya, mau sampai kapan?

      Hamil di pertengana kuliah, saya rasa itu alasan dibuat-buat. Di banyak kampus, banyak wanita hamil saat kuliah, aman-aman saja. Tapi, melihat kuliah sebagai utang budi (seperti yang saudari katakan) dan kampus melarang mahasiswi menikah, saya rasa saudari Mawaddah Anis harus menunda pernikahan terlebih dahulu. Insyallah 3,5-4 tahun tidak lama. Fokus belajar dan kerja lebih diutamakan. Kalau doi jodoh saudari, dia akan tetap ada.

      Jaga diri, jangan berbuat nekat; pacaran, terlebih berzina. Naudzubillah.

  18. Assalamualaikum
    Terimakasih atas tanggapan sebelumnya.
    Insyaallah saya memang sedang menjalankan istikharah agar dimudahkan.
    Ada sedikit pertanyaan lagi yang ingin saya sampaikan. Saya sedang mencari cara bagaimana menyampaikan kepada calon saya agar enak diterima, karna setahu saya, lelaki yang diberikan pertanyaan berulang pasti akan merasa risih dan merasa tidak dipercaya, dan ini sudah pernah terlontar darinya waktu itu.
    Mohon pencerahannya bagaimana cara menyampaikan hal sensitif ini agar enak didengar dan seolah olah tidak menekan. Mungkin ada cara atau celah lelaki untuk saya bisa menyampaikan ini dengan baik.
    Terimakasih
    Wassalamualaikum

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Mbak Riri

      Sebaiknya ketahui dulu, alasan target doi 2019. Bukannya target itu seharusnya dipercepat? Kan aneh.

      Laki-laki memang terkadang punya banyak pertimbangan. Itu yang harus dipahami saudari. Ada satu sisi, pria menunda pernikahan karena takut tidak mampu membahagiakan istrinya kelak. Kalau ini alasannya, saudari hanya perlu bilang “saya terima kamu apa adanya”.

  19. Assalamualaikum, saya wanita berumur 23 taun. Saya sudah memiliki calon umur 24 besok januari. Pada bulan april kemaren calon saya sudah meminta ijin kepada kedua orangtua saya untuk menjalani hubungan yg serius juga memberi waktu untuk menikah pada tahun 2019. Pada saat itu kedua orangtua saya menyetujui dan menyerahkan kepada kami berdua. Sekedar info, saat ini kami berdua sudah memiliki penghasilan masing masing.
    Akhir akhir ini orangtua saya sering sekali menanyakan kapan kami jadi nikah, ketika saya jawab sama kaya dulu waktu ijin, beliau berkata apa gabisa dipercapat saja, 2018 begitu. Beliau berkata kok rasanya lama banget di 2019, orang juga sudah pada cukup. Sering sekali orangtua saya meminta menanyakan hal ini ke calon saya. Akhirnya saya bercerita apa yg dibilang orangtua saya. Calon saya itu, kalau dia sudah punya target dan persetujuan, pasti akan mempertahankan itu. Benar saja, ketika saya cerita, dia malah bilang merasa orangtua saya ga percaya dengan komitmen yg sudah kita buat. Dia juga berkata bahwa dia akan merasa gagal membawa saya kalau dia belum memiliki apa yg menjadi target dan tujuannya. Ketika itu saya bilang kita bisa berjuang bersama untuk mewujudkan itu, lagipula saya tidak pernah menuntut menikah harus begini begitu. Tetapi sejauh ini dia masih stuck on the plan, tetap mempertahankan di 2019 karna merasa belum mampu memenuhi targetnya. Saya sendiri juga merasa sudah saatnya mempercepat pernikahan agar yg kami lakukan semuanya berkah dan barokah, juga mendapatkan kebahagiaan.
    Mohon saran yg terbaik untuk kami. Terimakasih
    Wassalamualaikum

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Mbak Riri,

      Menurut saya 2019 juga kelamaan. 2017 saja belum berakhir. Orang tua minta dipercepat justru percaya, calon saudari mampu mengemban amanat sebagai suami. Apalagi Mbak sendiri tidak menuntut macam-macam. Tunggu apalagi?

      Kalau nikah bulan ini, Insyallah kuartal ke-3 2018 sudah punya anak. Kalau nunggu 2019, sekarang progress apa!

      Silakan shalat Istikharah. Semua yang terbaik dari Allah. Jangan lupa tingkatkan takwa, jangan sampai karena sudah ada target, lupa hubungan antara saudari dan doi bukan apa-apa.

      Wassalamu’alaikum. 🙂

  20. Assalamualaikum Wr. Wb.
    Saya berusia 19th sudah bekerja, saya sudah dekat dengan seseorang berumur 23th selama 4th, dan saya ada keinginan untuk menikah tetapi dia belum siap dikarenakan masih kuliah, dan saya disuruh menungggu 3th lagi jika ingin menikah dengannya. Disisi lain saya ingin menjalin hubungan yg halal dengannya karena sudah saling cocok dan tau sama lain. Dan saat ini ada seseorang yg mendekati saya dan dia berkeinginan untuk segera menikah tahun depan tapi saya kurang cocok. Saya bingung harus menunggu atau menerima orang yg sedang mendekati saya. Untuk saat ini saya memilih untuk tidak berpacaran tapi saya masih sering berkomunikasi.
    Mohon untuk sarannya. Terima kasih

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Pertama, serahkan semua pada Allah; Istikharah, berdoa dan selektif.
      Selanjutnya, buat pertimbangan. Itu menunggu 3 tahun apakah tidak terlalu lama? Apakah Anda atau bahkan dia kedepannya masih hidup?

      Laki-laki pertama, merasa cocok dengannya apakah karena pernah berpacaran atau bagaimana?

      Laki-laki kedua, kurang cocok apakah karena dia tidak Anda kenal?

      Kalau jawabannya karena fisik, silakan saja saudari pilih yang pertama. Tapi resikonya juga Ada, menunggu 3 tahun. Itu pun kalau dia tidak tertarik pada lain hati.

      Sekali lagi, serahkan semua pada Allah. Wanita berhak memilih. Jangan lupa untuk selalu adil.

  21. Assalamualaikum wr wb.
    Saya wanita umur 19 jalan 20 tahun dan pasangan saya berumur 28 tahun.. Saya sudah menjalin hubungan selama 8 bulan. Dan alhamdulillah setelah idul fitri kemarin dia sudah melamar saya. Tapi saya masih bingung klo dia mau ngajak nikah, saya merasa bahwa saya masih terlalu muda dan blm siap untuk berumah tangga. Mohon penjelasannya. Wasalamualaikum wr wb.

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.

      Alhamdulillah mbak Maudi, kapan tanggal nikahnya?

      Umur 19 tahun itu sudah pas untuk seorang wanita menikah. Yang penting ilmu fiqih rumah tangganya ditambah. Sayyidati Fatimah menikah umur 15,5 tahun. Kakak saya sendiri menikah umur 14 tahun, aman-aman saja. Menantu ustadz Arifin Ilman di bawah 19 tahun.

      Kalau mbak tidak siap saat ini, 10 tahun lagi juga tidak akan siap. 🙂

  22. Assalamualaikum. Umur saya sudah hampir msuk 22 thun dan saya sudh brpacaran selama 2 thun lebih tapi disuatu waktu dia memutuskan hubungan utk tidk pacaran karna dia bilang ingin memperbaiki diri dan tidak ingin lanjut pcran lgi karna takut trjadi hal2 yg di larang oleh agama dan dia bilang ingin langsung menikah saja. Dan smpai skrng kami msih sering berkomunikasi dengan baik. Dan saat ini dia terus2an membicarakan tentang pernikahan, dan dia mengajak saya menikah dan org tua nya juga ingin datang menemui keluarga saya. Akan tetapi saya bingung dan takut untuk menerima nya apa tidak, sementara sudah banyak perjuangan dan pengorbanan yg dia tunjukkan kpda saya. Saya sering berdoa kepada Allah agar kmi selalu didekatkn dan dipersatukan atas restu dan ridho allah, tapi saat Allah menjawab semua doa saya, saya malah takut dan belum siap menghadapi nya.Bagaimana cara saya utk mengatasi rasa takut ini wlu sebenarnya saya jga ingin ttap bersama nya??

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Sepertinya ketakutan Mbak Ika itu dari setan. Bukankah aneh, mau ibadah kok takut. Lagi pula, menikah adalah ibadah yang manis. Apalagi sudah ada yang bersedia melamar. Silakan lihat dan bersyukur. Banyak wanita di luar sana berharap menikah, tapi belum ada yang menerimanya. Ada juga yang sudah dilamar, tapi orang tuanya melarang.

      Shalat istikharah, mohon petunjuk, kemudian bertawakal sambil melangkahkan kaki “Saya terima lamaranmu mas!”

  23. Assalamu’alaikum wr wb
    Saya ingin bertanya, saya dan kekasih saya baru saja menjalani hubungan kurang lebih 6 bulan, dan saya sungguh sangat ingin menikahi nya dikarenakan banyak kesamaan dan karena saling nyaman, dan saling percaya satu sama lainnya, dan saya merencanakan tuk menikah ditahun 2019 yang diperkirakan umur saya baru 20 thn namun saya mempunyai keyakinan untuk menikahi nya, bagai mana menurut kamu? Terimakasih

    • Wa’alaikassalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Menurut saya, 2019 kelamaan. Cepetin aja. Sudah cukup 6 bulan pacaran, lama-lama kayak karet, bisa putus.

  24. assalamualaikum wrwb,.

    saya dinda umur saya 20tahun, saya sangat bimbang saat ini.
    saya sudah pacaran selama 3tahun saya yakin dia akan menikahi saya karna keluarga kita jg sudah dekat, saya ingin sekali dia menikahi saya tapi selalu ada saja alasan padahal dia sudah cukup mapan dan sering memberi saya uang. orang tua dia dan saya ingin saya dan dia lulus kuliah dulu padahal kita berdua sudah samasama bekerja dan insyaallah sudah mampu untuk berumah tangga. sayangnya, waktu berkata lain dia malah menduakan dan meninggalkan saya begitu saja.

    dan sekarang disaat saya masih benar benar belum rela buat melepasnya ada laki laki yang membuat saya merasa yakin dengan dia umur juga jauh lebih dewasa dia. dan saya sangat berharap dia mau mendekati saya tapi untuk ke jenjang yang lebih serius karna saya sudah terlalu trauma untuk berpacaran lagi. bagaimana menurut kalian untuk saya menjelaskan ke laki laki itu ?

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Al-Hamdulillah di usia produktif ini Mbak Dinda sudah berniat menikah. Pengalaman lalu biarlah berlalu. Yang tersisa adalah harapan baru, masa depan baru, cita-cita baru. Jangan hanya berharap, satu-satunya solusi adalah mencoba dengan berani. Katakan saya pada doi, “Mas mau menikah dengan saya?” Atau, coba ikuti cara elegan yang telah dicontohkan Ibunda Khadijah saat melamar Nabi Muhammad.

  25. I’m Sonja McDonell, 23, Swiss Airlines Stewardess with current 13 oversea towns, very tender with lots of fantasies during emergency cases on board in my wonderful job. Lesbian girls & women are seldom in Indonesia. I think, it’s the conservatism & ther’re some discret & hidden relations. Am I right?

  26. Assalamu’alaikum… sya Dwi dri Medan. Sya mau mnta saran. Dwi kn pnya Someone Special udh cukup lama knal nya. Dwi pngen ny dy segera mengkhitbah tpi dy sllu beri alasan klo dwi msih kuliah dan dy minta untk selesaikan dlu kuliah nya. Tpi dwi jga Risih klo dy gk bisa segera mmberi status yg jelas. jdi mnurut kak dwi harus gmna??

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Saran saya, jauhi dia. Jangan-jangan doi bukan cowok betulan wkwkwk. Bercanda 😀
      Maksud saya ada 2 kemungkinan: Dia gak punya mental menghadap orang tua ukhti, atau … dia cuma main-main. Takutnya, ketika saudari sudah lulus pun, dia akan buat alasan lain.

      Kan merugikan sekali. Kalau masih mau bertahan dengan dia, buat aja dulu jarak, “Ya udah, kalau kakanda ingin adinda selesai kuliah dulu, kita jangan ketemuan, sms selama saya masih kuliah.”

      Atau, kalau ada laki-laki lain yang bersedia dan lebih siap, persilakan pria itu menghadap ayahanda.

  27. Asalamualaikum ,saya remaja usia 15 tahun .saya mempunyai pcr berusia 18th .setiap saya plg ke kmpung pcr saya sllu mengantarkan saya plg .dan pcr saya menginap d rumah saya berhari-hari ,daripda menyebabkan fitnah .saya dan pcr saya ingin mnkh .tp umur saya blm ckup .dan saya tdk mau ribet harus sidang untuk menambhkan umur saya?lalu saya hrs bgaimna .saya mnta saran

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah.

      Memang sebaiknya segera menikah. Tapi, sebelum itu pastikan beberapa hal dulu:

      1. Kalau menikah sekarang, di daerah Mbak Fitri masih boleh sekolah? Soalnya di beberapa wilayah, melarang status pernikahan pelajarnya.
      2. Pacarnya sudah siap memberi nafkah sandang, pangan?

      Diskusikan lagi dengan ortunya.

  28. assalamualaikum. saya seorang mahasiswi usia 20th, sudah berpacaran 4tahun lebih dan kami berdua memiliki niat yg baik untuk menikah, tetapi di satu sisi saya masih kuliah dan ortu menginginkan bahwa saya lulus kuliah dlu baru menikah, tp di sisi lain pasangan saya sudah ingin menikah dan siap berumah tangga.. saya bingung mana yang harus saya dahulukan dan saya takut untuk meminta izin menikah kpd kdua ortu saya… mohon saran nya terimakasih.

    • Wa’alaikissalam wa rahamtullah

      Mbak Yuni, kalau takut minta izin sama orang tua. Cowoknya aja minta langsung datang melamar.

      Momentum Idul Fitri adalah kesempatan emas.

      Pacaran 4 tahun lama sekali. Lebih cepat, lebih baik.

      Kalau ortu tetap memaksa harus kuliah. Pacarnya putusin dulu. Fokus belajar 1 semester. Tunjukin bisa dapat IP 4.00.

      Setelah itu, ajukan lagi permohonan nikah.

  29. assalamualaikum wr.wb
    saya mau minta saran, saat ini saya sedang dekat seorang wanita, kebetulan kantor kami bersebelahan. dia nanya apa saya mau nikah ama dia, sebenernya sudah ada niat buat menikah, dia bilangnya klo bisa secepatnya klo bisa nggk sampai tahun depan, klo saya nggk bisa mungkin dia mau cari yang lain yang udah serius jg. Disini saya masih bimbang, soalnya belum ada tabungan krn kemarin2 blm pernah kepikiran klo keadaannya seperti ini, terus denger2 dia mau dipindahin jg. masalah lainnya saya masih kadang berpikir “apa saya udah pantas menjadi imam?”. karena saya sadar ilmu agama saya belum terlalu bagus dan kadang sholat saya masih bolong. kebetulan dia ini setahun di atas saya.

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Alhamdulillah, ini kesempatan yang baik, ada wanita yang mengajak nikah. Sebaiknya, istikharah dahulu, minta hidayah dan maghfirah. Kemudian, pikirkan dalam hati, mas Mejiku suka tidak sama dia?

      Kalau suka, bismillah! Telfon dia, “Bapak kamu ada di rumah? Saya mau melamar…”

      Mengenai tabungan, gak usah dipikirin. Nikah itu yang penting ijab kabul, bukan hajatan. Insyallah, gaji 1/2 bulan udah cukup. Setelah itu, hidup normal. Tidak perlu ada bulan madu, karena setiap hari dalam pernikahan sudah manis.

      Mengenai biaya hidup, sedehana saja, jangan ikut gaya hidup. Wong nikah itu sama kaya hidup biasa. Bedanya, ada temennya. Kedepannya, baru nabung bareng istri, untuk persalinan dll.

      Soal pantas atau tidak jadi imam, itu Anda sendiri yang tahu. Yang penting, hafal bacaan shalat, surat al-Fatihah dan surat-surat pendek, rukun serta tuma’ninah.

      Jangan lupa, perdalam terus ilmu agama, belajar fiqih pernikahan.

  30. Assalamualaikum..
    Saya wanita (23) saya pacaran sudah 1th. Niat & komitmen ketika kami mutuskan berpacaran dulu adalah menikah setelah saya wisuda di tahun ini krn gak mau lama pacaran. Namun allah berkehendak lain, sdh 5bln ini pacar saya kehilangan pekerjaan krn ssuatu yg tdk dpt saya share. Pekerjaan apapun dia lakukan untuk menutupi kebutuhannya. Namun kedua belah pihak ortu kami blm memberikan restu, dr pihak ortu saya keberatan krn dia tidak bekerjaa.. dan dr pihak ortu dia karna masalah suku ras kami yg berbeda. Egoiskah kami jika ttp melanjutkan hubungan ini? Lalu bagaimana cara agar kedua belah pihak ortu kami memberikan restu?

    • Waalaikumussalam warahmatullah wabarakatuh

      Mbak Ikke yang terhormat, kalau mau komit menikah gak perlu pakai pacaran.

      Mengenai pekerjaan, memang sudah kewajiban suami karena harus menafkahi istri. Tapi, tidak harus pekerjaan tetap. Yang penting tetap bekerja dan berpenghasilan. Boleh kuli angkut atau kerja serabutan yang penting berusaha.

      Saudari, boleh mensupport dengan mencarikan pekerjaan. Sebenarnya, orang tua dan mertua juga punya kewajiban membimbing menantu untuk mendapat pekerjaan. Karena dalam Islam, kewajiban orang tua terhadap menantu/anak (laki-laki) tidak lepas meski sudah menikah.

      Kemudian dalam Islam, melarang orang menikah karena alasan suku, hukumnya haram.

  31. Assalamualaikum

    Saya seorang gadis saya sudah pcran selama 2thn pcr saya sudah mengajak saya ke pelaminan namun dari pihak kluarga saya melarang saya untuk menikah namun saya di suruh melanjutkan study saya.. Ahirnya saya bingung hrs bagai mna.. Jika saya menyetujui untuk menikah tanpa restu mereka saya akan berdosa sedangkan jika saya lepaskan tktnya akan sulit lg mencari yg serius..

    Mohon bantuannya..

    Trimakasih..

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah

      Mbak Wulan yang terhormat. Coba ajak bicara orang tua, nikah gak menghambat kuliah. Malahan dengan menikah, kuliah lebih berkah, Insya Allah.
      Kalau tidak bisa juga, putusin aja pacarnya. Pacaran itu haram, seandainya dulu saudari tidak mulai berpacaran, pasti gak akan galau seperti sekarang.
      Iya kan?

      Toh, kalau memang jodoh, pasti akan datang orang lain yang lebih baik.

      Ikut perintah ortu (kuliah) dapat pahala dan ilmu,
      Menghindari zina/pacaran dapat pahala,

      Menikah tanpa izin orang tua dapat dosa.

      Silakan pilih yang baik di mata saudari, pahala atau dosa?

  32. Assalamualaikum
    saya seorang mahasiswi saya udah pacaran beberapa tahun. ada keinginan untuk menikah tapi sayang nya kita beda agama. kami pun sudah memikirkannya sejak awal pacaran. tapi ya nggak ada salahnya di jalani dulu. dan pada akhirnya kamipun sama2 bimbang. kami sama2 ingin mempertahankan keyakinan kita masing2. mau berpisahpun sangat sulit karna sudah terlanjur saling menyayangi. mohon dibantu untuk solusinya

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.

      Demi kebahagian Anda, sebaiknya putus saja. Jauhi laki-laki itu. Yakin, akan ada gantinya yang seiman. Status pacaran saja sulit dilepas, apalagi status agama. Kalau pun jadi sampai nikah -naudzubillah- mau jadi apa pernikahan dan rumah tangga saudari. Cita-cita setiap muslimah “ingin memiliki imam” tidak akan pernah tercapai. Kalau dia mau jadi mualaf, mending. Kalau tidak bagaimana nasib anak-anak nantinya.

      Bisa shalat tahajjud bersama, indah. Tapi kalau pasangan saudari bukan muslim, gimana mau tahajjud bersama? Lagi pula, sudah ulama sepakat: muslimah menikah dengan nonmuslim hukumnya haram.

      Ini Ramadhan, perbanyak berdoa.

  33. Assalamualaikum, saya laki2 berusia 23 th, saya ingin sekali menikah karena akhir2 ini kesulitan tuk mengontrol hawa nafsu, disamping itu jg saya rindu sosok kekasih yg diridhoi Allah dlm ikatan yg halal, namun saya blm siap bagaimana keadaan kelak setelah menikah mengurus dan menafkahi keluarga, juga saya masih bekerja di bank konvensional yg saya takut calon pasangan saya kelak saya nafkahi dengan cara yg tidak halal

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah, mas Robi.

      Kalau soal kesiapan, bisa jadi semua orang -khususnya pria- tidak siap. Itu bukan hambatan. Yang peting ada kemauan belajar dan meningkatkan diri. Terutama nafkah, itu harus. Bagus, kalau sudah bekerja. Coba cari pekerjaan lain yang halal. Tidak apa-apa jika gajinya lebih kecil.

      Semoga Allah mudahkan.

  34. Dan lanjutan tentang hal tadi,saya juga sudah berkuliah sambil bekerja juga,namun kendalanya saya tidak punya tempat tinggal sendir,saya masih tinggal bareng orang tua saya. Apa tetap saya coba untuk bicara tentang lamaran ini ke pihak wanitanya?

    • Tempat tinggal ngontrak saja. Tapi kalau mau, daripada kontrak, lebih baik beli rumah secara berangsur.

      Jangan minder karena belum punya tempat tinggal pribadi. Lanjutkan saja.

  35. Assalamualaikum wr. Wb. Selama siang menjelamg sore,saya ingin bertanya. Saya berumur 19 tahun namun november saya berumur 20tahun. Saya sedang dekat dengan seorang wanita,dia pernah bilang ke saya bahwa dia ingin menikah muda dan ibunya seperti tidak apa2 walaupun mau menikah muda. Saya berniat untuk melamarnya setelah dia melakukan tugas magangnya,niat saya semakin yakin setelah membaca tulisan ini. Namun yang saya khawatirkan,saya bekerja namun saya takut tidak bisa menafkahi istri saya dan takut dari pihak wanitanya menahan2 untuk menyelesaikan kuliahnya. Namun saya berfikir ingin terhindar dari perbuatan maksiat,bagaimana pendpatnya? Perempuan ini 1 tahun diatas saya. Mohom sarannya terima kasih.

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barkatuh.

      Saya senang kalau melihat para pemuda ingin segera menikah. 19 tahun itu sudah cukup dewasa. Lanjutkan saja rencana lamarang, jangan segan. Masalah nafkah, insyallah cukup, asal jangan tergoda gaya hidup. Suami hanya punya kewajiban makan 2-3 kali sehari; pakaian 2 stel atas sampe bawah, selama masih bisa digunakan, gugur kewajiba; tempat tinggal; pendidikan dan perhatian.

      Mengenai pihak wanitanya yang menghalangi, dapat dibicarakan baik-baik atau cari wanita lain. Pemuda muslim itu tidak boleh “aku tidak bisa hidup tanpa dirinya.” Yakinkan pada ortunya, penikahan tidak menghambat pendidikan formal.

      Semoga niat saudara “ingin terhindar dari perbuatan maksiat” dapat kemudahan dari Allah. Jangan lupa tawakkal.

  36. Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh. saya baru umur 18 dan baru lulus SMK, tpi sudah ada laki” yng berniat menikahi saya dan dia jga sudah cukup mapan tapi hati saya belum terlalu yakin sma laki” ini karna saya lihat dia agamanya belum terlalu baik karna saya juga sama agamanya belum terlalu baik,soalnya saya ingin punya suami yang bisa membimbing saya nantinya.Saya juga ingin membahagiakan orang tua saya dulu. Lebih baik saya bagaimana? Saya minta sarannya ka

    • Wa’alaikumussalah wa rahmatullah wa barakatuh.

      Saya jawab dari bawah dulu ya mbak.
      Pertama, membahagiakan orang tua gak harus jomblo atau single. Sambil menikah juga bisa.
      Kedua, mengenai agama laki-laki itu penting. Tapi, baik atau buruk agamanya jangan lihat dari penampilang. Kalau berminat, diuji saja. Minta tolong orang tua atau ustadz.

  37. assalamualaikum, saya sdh baca keutamaan nikah di usia muda, lalu bagaimana cara suami menafkahi istrinya?bukankah itu wajib?belum lagi modal utk menggelar acara pernikahan. sederhana sih sederhana. tp kan jg butuh dana. saya rasa tentu kemapanan setiap org penting sblm menikah. selain siap secara materi mereka jg siap secara mental. saya rasa pernikahan muda mngkin hnya bsa dilakukan oleh org2 yg berkecukupan tinggi.

    • Wa’alaikumussalam wa rahatullah

      Terima kasih sudah baca artikelnya.

      Nafkah itu memang bagian kewajiban suami, ya harus dicari. Menggelar pernikahan formalnya, kurang dari 1jt. Hajatannya sederhana, bisa beli kambing di ketring acara aqiqah + dimasakin, cukup 3jt. Mudah bukan?

      Pemuda zaman sekarang beli HP canggih, kredit motor aja bisa, masa’ untuk nikah sederhana gak bisa?

  38. Assalamualaikum… Maaf Ukhti . mau Tanya.. Saya berniat di umur 19 Mau menikah. Sudah ad Yg mau Ke rumah saya utk bertemu Ortu saya .dia berumur 27 tahun. Agak Panjang selisih umurnya. Tp SAYA TAKUT krena Ortu sya nyuruh Kuliah dluuu Bru menikah. Krna sya belum slse kuliahnya.tp saya ingin sekali menikah bahkan ketika saya kelas 1 SMK sya sdh mempersiapkan diri. Dan bercita2 ingin menikah muda.. Bagaimana ya ukhti.. Sdh sama2 ingin menikah

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Ukhty, selisih umur itu tidak terlalu penting, bukan masalah. Lanjutkan saja rencana menikah dan kuliahnya. Rumah tangga tidak akan menghambat studi. Apalagi sudah saling ada niat ingin menikah. Belum tentu besok akan ada yang mengajak menikah. Memiliki pasangan, insyallah akan lebih terjaga.

  39. Assalamualaikum wr.wb …saya masih mahasiswa umur saya baru 21thn tapi saya punya pacar danasa pacaran kami dari SMP niat buat menikah ada tapi dari pihak keluarga saya menyarankan tidak untuk menikah terlebih dahulu,bahagiakan kedua ortumu sama keluargamu baru menikah..sdgkan kami berdua sudah terlalu dekat,,,pingin rasanya bilang kepihak keluarga bahwa itu memang penting tapi saya pun memikirkan takut nya ada hal yg tidak di inginkan nantinya …mohon solusi nya,dan gimana cara meyakinkan ke keluarga bahwa saya bisa membahagiakan ortu setelah nikah nanti …

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Saran saya kalau tidak mau terjadi apa-apa, ya menikah. Kalau tidak bisa, putus saja. Sebenarnya sangat kontradiktif, keluarga mengizinkan pacaran, tapi melarang pernikahan.

  40. Assalammualaikum, umur saya 18 tahun, sesudah saya hijrah menuju kebaikan saya udah niat menikah karena ibadah perintah agama dan takut terjerumus ke dalam maksiat/zina. Tapi dalam hati saya masih ada keraguan soalnya saya udah kerja tapi dalam pekerjaan itu gajih nya suka telat dan perusahaan nya lagi goyah engga stabil karena masalah hutang jadi kurang terjamin kesejahteraan karyawan nya. Nah saya takut nanti kelak tidak bisa nafkahin istri. Terus kaka saya yg udh umur 27 thn juga belum menikah. Pertanyaan nya
    1. bagaimana solusi terbaik untuk saya, apakah saya menikah dan trus bekerja di perusahaan yg kurang terjamin kesejahteraan nya atau cari kerja lagi terus menikah? Atau menikah dulu terus buka usaha? Atau cari pekerjaan dulu yg lebih baik?
    2. Apakah saya harus nunggu kaka menikah dulu? Terus kalau saya menikah duluan apakah kurang sopan saya mendahului kaka saya?

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Saya akan coba bantu jawab menurut pendapat saya:

      1. Sebaiknya shalat istikharah dulu, jangan lupa perbanyak ibadah. Kerjakan semua, sambil lanjut kerja, sambil cari pekerjaan baru yang lebih baik, sambil proses menuju pernikahan (cari calon kalau belum ada, lamaran, mengurus surat di KUA dsb.). Nanti Allah berikan jalan dari doa istikharah Anda.

      Mengenai pekerjaan, dalam Islam itu gak harus punya pekerjaan tetap. Yang penting tetap bekerja walau serabutan, asal bisa menafkahi istri. Lagi pula, perusahaan manapun tidak menjamin stabil.

      2. Nikah itu seperti kematian, gak mesti yang tua duluan. Kalau waktunya sudah tiba, yang muda bisa duluan.

      Semoga Allah mudahkan.

  41. Assalamualaikum wr.wb.
    Saya ingin bertanya, Saya punya rencana menikah setelah lulus SMK, dengan pria dari Australia, dan ingin melanjutkan pendidikan serta kerja disana. Tapi masalahnya saya adalah anak terakhir dan anak perempuan satu²nya dari keluarga saya. Ibu saya setuju saya menikah muda, tapi ayah saya menentang katanya saya harus kuliah di Indonesia dulu dan baru menikah di umur 29 tahun, ayah saya juga tdk mau saya tinggal karena saya harus ikut calon suami. Lalu calon suami saya menyarankan saya tinggal diIndonesia saja dgn org tua saya dan setiap 3 bulan sekali dia akan ke indonesia untung menjenguk saya, tapi menurut saya ini bukan solusi yg baik karena trlalu boros. Lalu Bagaimana solusi yg tepat kalau sudah seperti ini? Trim’s

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Pertama, Minta semuanya; ayah, ibu, calon, dan saudari sendiri untuk shalat Istikharah.
      Kedua, Ajak ayah diskusi. Menikah di usia 29 tahun bagi perempuan itu kurang baik. Dengan alasan:

      1. Usia melahirkan terlalu tua. Perhitungan, persalinan pertama terjadi saat usia 30 tahun. Menurut ilmu kesehatan, itu sudah mulai masuk umur tidak ideal. Kecuali, sejak usia 20 tahun sudah beberapa kali melahirkan, kemudian melahirkankan lagi saat umur 40 tahun, Insyallah tidak masalah.

      2. Ayah punya kewajiban mencarikan jodoh untuk putrinya. Apakah Ayah berani menjamin akan hidup sampai usia saudari 29 tahun? Apakah Ayah berani menjamin mendapatkan suami yang baik untuk Anda?

      3. Pernikahan LDR itu tidak baik. Al-Quran mengajarkan, bahwa menikah itu untuk saling menentramkan. Bagaimana bisa tenteram, sedangkan pasangan ada di sebrang samudra?

      Ini cuma sedikit masukan.

  42. Aslamualkum Wr Wb, mohon bantuannya. Saya berumur 23 tahun, saya ingin melanjutkan kuliah s2. Saya Sdh mendaftar dan menunggu perkuliahan dimulai. Tetapi saat ini ada yg mengajak saya menikah usianya saat ini 27 tahun. Kami Sdh mengenal 5 tahun yg lalu tapi kami tidak pernah menjalin hub, hanya berteman biasa saja. kita saling mengerti bahwa kita sama” suka. Tapi saya bingung, orangtua kami sih setuju, tetapi saya harus melanjutkan s2 dan dia sibuk bekerja, ? Bagaimana solusinya ? ??

    • Wa’alaikumussalam wa rahamhatullah wa barakatuh.

      Kenapa tidak!
      Yang ajak nikah sudah ada.
      Orang tua setuju.
      Rasa saling suka, sudah saling tahu.
      Apa lagi?

      Laki-laki sibuk bekerja, itu wajar.
      Tinggal ada tentukan saja tanggal pernikahan.
      RUmah tangga itu tidak menghalangi pendidikan.

      Setelah ini, silakan shalat taubat, istikharah, minta hidayah. Terus katakan, “saya terima.”

  43. Asalamuallaikum
    Saya ingin bertanya tentang nikah muda? Saya bermaksud lulus SMK ini mau nikah muda tapi dari orang tua memilih untuk saya bekerja tapi saya berfikir ulang untung memperdalam agama supaya lebih paham dengan cara masuk pesantren setelah keluar dari pesantren sya berniat untuk menikah tapi dari pihak laki2 belum mau untuk menikah? Bagemana tanggapan’y

  44. Assalamualaikum war. Wab saya baru saja melaksanakan ibadah umroh. Kebetulan di tanah suci saya bertemu dengan seorang pria keturunan indonesia yang menetap disana, ia adalah seorang syaikh, mengajar di masjidil haram, dan mahasiswa di universitas umu al qura, umurnya baru 21 tahun dan saya berumur 19 tahun, ia juga menjadi imam di salah satu mushola di sebuah hotel, setelah beberapa kali pertemuan yang tidak disengaja, salah seorang kerabat dekatnya bertanya kepada saya, apa kira2 saya bersedia bila di jodohkan dengan pria tersebut. Saya sebagai perempuan muslin tentu mendambakan seorang suami yang paham betul agama islam, tapi saya sendiri merasa ragu karena ilmu agama saya sangat sedikit. Bagaimana ya cara saya menyikapi hal tersebut ?

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Baik sekali tawaran itu. Silakan hari ini istikharah yang benar dan sempurna. Kemudian, hubungi orang tersebut, terima ajakan menikahnya. Kalau jodoh, Allah akan sampaikan kalian berdua ke pernikahan.

      Mengenai ilmu agama, belajar dari sekarang, nanti ditambah sama suaminya nanti. Mulai hafalkan al-Quran dan amalkan.

  45. Assalamualaikum wr wb.
    Saya mau bertanya, saya rencana setelah lulus SMA ingin menikah. Dulu saya pernah pacaran selama 3 tahun, ortu saya tau dan ortu dari ikhwan juga sudah tau. Saya pacaran dengan orang yang sama dan akan menikah dengan orang yang sama. Tapi, ibu dari ikhwan tidak menyetujui karena bilangnya “biar jadi dokter dulu”. Tapi bapak dari ikhwan nya sudah menyetujui. Bagaimana pendapatanya? Jazakallahu khairan.

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Niat nikah itu baik, dan sebaiknya segera dilaksanakan.

      Sekarang, keputusan ada di ikhwan itu dan orang tuanya. Tapi, yang harus diketahui ortunya, menikah itu tidak menghalangi pendidikan. Justru, dengan Anti menjadi istrinya, mudah-mudahan bisa membamtu proses belajarnya untuk jadi dokter.

  46. Tapi bagaimana kalau orang yang ingin dinikahi sudah ada didepan mata? Bolehkah menikah sambil memperbaiki ilmu agama? Saya khawatir malah jadi zina.

  47. Assalamu’alaikum. Saya dari Bali. Saya ada niat menikah sejak saya kuliah di semester 4 lalu, saat ini saya sudah bekerja disebuah perusahaan EO outdoor. Tujuan saya menikah adalah untuk menghindari zina dan untuk lebih bersemangat untuk beribadah. Saya juga sudah berusaha untuk menghidari pacaran sejak semester 3. Beberapa bulan lalu setelah saya menuntaskan studi, saya sempat mencoba melamar seorang gadis yg masih kuliah, dia adalah mantan saya ketika saya masih kuliah semester 3, tapi saat saya datangi dia, ternyata dia sudah punya pacar dan saya membatalkan niat untuk menikahinya. Saat ini saya sedang berusaha untuk mendekati seorang teman SMP saya. Niat untuk menikah juga masih ada, tapi saya khawatir jika dia menanyakan tentang agama saya, jujur saja saya juga masih bolong-bolong untuk melaksanakan sholat ketika event sedang berlangsung. Rencana saya akan mendatangi teman saya ini sesegera mungkin, cuma kekhawatiran saya masih ada. Mohon diberikan solusinya ustad?

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.

      Saran saya, idealnya taubat dulu, perbaiki shalatnya, jangan biarkan bolong lagi, minimal 40 hari baru datang melamar. Karena kalau ditanya ibadahnya, Den King gak perlu bohong.

      Kalau ditanya shalat, bohong, bagaimana kedepannya rumah tangga Anda?
      Sejak awal sudah dibangung di atas pondasi kebohongan, lebih parah lagi kebohongan itu kemaksiatan kepada Allah.

  48. Assalamualaikum. Saya punya pertanyaan mengenai menikah muda. Saat ini usia saya masih 19 tahun masih kuliah sambil bekerja jg. Sebelumnya saya gak ada kepikiran buat menikah muda tapi setelah mantan menghubungi saya kembali danmengajak menikah saya jadi kepikiran ini. Kami memang dulu sangat dekat hingga saya tahu ortu nya keluarganya tapi putus karena kami rasa pacaran itu gak baik dan kami ingin memperbaiki diri dulu. Hingga dia datang lagi dan ngajak nikah. Tapi sayangnya sekarang saya udh sm yg lain maksudnya pacaran dgn yg lain. Saya bingung disini saya harus memilih siapa.

    • Wa’alaikumussalam.

      Saran saya, tanyakan “kapan mau nikah?”

      Kalau jawabnya gak jelas, mending tinggalkan dan kembali ke yang lama, dengan syarat; jangan clbk, tapi langsung nikah.

      Itu pacarnya yang lama udah bagus, mau putus karena pacaran gak baik. Terus dia kembali untuk ngajak nikah.

  49. Assalamualaikum, saya laki2 berumur 23 th, saya udah bekerja saya juga masih kuliah semester 3, saya ingin menikah tapi terhalang dengan orang tua saya, alasan orangtua selesaikan dllu kuliah mapan baru menikah, pdahal saya ingin menikah sebelum mapan, agar bisa berjuang bersama istri, bagaimana cara meyakinkan mereka ??

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.

      Mas Syahrul, sebenarnya niat Anda dan orang tua sama-sama baik. Kalau memang butuh nikah, yang pertama, harus Anda lakukan adalah berdoa semoga Allah permudah.
      Kedua, perbaiki diri, yakinkan ortu bahwa Anda memang sudah pantas menikah, misalnya; bangun subuh tepat waktu, cuci baju sendiri, pokoknya yang menunjukkan Anda sudah dewasa.
      Ketiga, yakinkan ortu, kalau setelah menikah, kuliah Anda tidak terbengkalai, tunjukkan mulai sekarang kuliah rajin, nilai bagus dsb.
      Keempat, ajak diskusi orangtua, menikah muda itu baik, bisa menjaga dari zina karena zaman sekarang mudah sekali seseorang terjerumus dalam pergaulan bebas. Setelah menikah, pahala ibadah jauh lebih besar daripada bujangan. Nikah muda, sunah Rasul. dll.

  50. Assalamu’alikum,
    Nama sy Fadlan, pria berumur 21 tahun.
    Sy sngt ingin menikah muda krn sy ingin memperbaiki ibadah dan jg menghindari dosa (zina/maksiat).
    Sy sdng PDKT dgn seorg wanita berumur 20 tahun selama sebulan dan selanjutnya kami ada niat untuk segera menikah krn takut berbuat dosa (zina/maksiat).
    Sy akrab dgn ibunya dan prnh bercerita tntng hal ini dan ibunya pun setuju.
    Tp ketika ditanyakan soal kesiapan, sy merasa siap tdk siap krn kepikiran sy yg belum krj tetap dan punya pnghasilan tetap, sy kadang manggung tp hasilnya tdk sbrp dan tdk sesering mngkin, sy pun jg kepikiran orgtua sy yg terlilit hutang jd sy tdk ingin niat sy ini mnjd beban buat orgtua sy sehingga membuat mereka tdk setuju.
    Bgmn pendapat ustadz dan apa solusi yg tepat untuk sy?
    Sekian dan terima kasih.
    Wassalam.

    • Wa’alaikassalam wa rahmatullah.

      Saran saya, Mas Fadlan segera mencari penghasilan. Ingat, selalu bekerja, tetap bekerja, meskipun itu bukan pekerjaan tetap.
      Mengenai hutang orang tua, penting, tapi jangan dijadikan penghambat pernikahan. Kalau hutangnya, cuma 1juta silakan dibayar dulu. Kalau hutangnya 10jt ke atas, ya nikah dulu.

      Jangan lupa, nikah gak perlu pakai adat resepsi, cukup ijab kabul.

      Semoga membantu.

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Mbak, terkendala materi bagaimana? Misalnya, Ijab Qabul cukup di KUA, gak perlu konser atau hajatan.
      Usia muda tidak masalah. yang penting sudah baligh sudah cukup.

  51. Assalamualaikum , saya Andina umur 20 tahun seorang mahasiswi dan juga karyawati di salah satu BPRS di indonesia, saya punya pacar dia umurnya 21 tahun masih kuliah sekarang semester 6 kita pacaran sudah hampir 4 tahun kedua keluarga sudah saling mengetahui hubungan ini dan mereka setuju. selama empat tahun kita pacaran jarak jauh karena saya 3 tahun pesantren terus sekarang dia kuliah di luar kota , nah semakin dewasa kita semakin takut kalau pacaran itu deket ke dosa karena banyak resiko untuk berbuat zina, kemarin DIA mengajak saya menikah tapi menikah secara agama dulu katanya , dia orang yang ngerti agama dan taat banget sama ajaran. dia gamau semakin lama pacaran semakin banyak dosa , katanya saling bertatapan aja kita sudah dosa. nah akhirnya kita bicara ke kedua orang tua masing2, dan mereka setuju karena alasannya jelas untuk menghindari dosa, kata DIA saya belum bisa ngasih lebih kalau nanti kita udah nikah karena belum ada kerjaan paling bantuin di toko orangtua, atau sesekali gojek online. untuk hal itu saya sebenarnya kurang terlalu peduli. kita memutuskan untuk menikah secara agama dlu karena untuk resepsi mewah kita gamau uang dr orangtua mungkin nanti setelah kita punya penghasilan lebih 2 tahunan lagi setelah dia lulus dan punya pekerjaan tetap, dan kitapun mau melamar kerja tapi persyaratannya jangan dulu menikah , kita memutuskan untuk menunda momongan sampai nanti kita resepsi . minta sarannya ya ustadz

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah.

      Kalau orang tua sudah setuju, silakan lanjutkan.

      Suami yang penting bisa memberikan nafkah. Cari kerja yang boleh menikah.

      Mengatur kehamilan tidak apa-apa. Asal, jangan ada niat membatasi keturunan atau tidak ingin punya anak.

  52. Assalamualikum pak ustadz umur saya masih 18 thn saya masih kuliah dan saya mau dijodohkan oleh paman saya dengan laki2 yg umurnya 25thn dia lulusan d3 dan sudah bekerja dan isyaallah mengerti agama dengan baik, beliau takut saya terjerumus pergaulan jaman sekarang. awalnya saya bilang istikharah dulu, karna saya sering bilang ingin menikah di umur 25 tahun setelah lulus pendidikan, dansekarang isyaallah saya yakin akan menikah setelah minta pendapat dari orang2 terdekat dan saya juga suka membaca artikel2 tentang nikah muda, tapi saat saya minta izin ayah saya, beliau dengan tegas mengatakan tidak, karna beliau bilang perjalanan saya masih panjang dan dia takut setelah menikah saya akan berhenti kuliah. jadi pertanyaan saya bagaimana cara meyakinkan ayah saya pak ustadz?
    terima kasih
    Wasalamualaikum.wr.wb

    • Wa’alakissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Mbak Dilah, untuk meyakinkan ayah dimulai dengan doa.
      Allah Maha Membolak-balikkan hati, berdoa supaya hatinya luluh.

      Kemudian, buat kesepakatan dan buktikan bahwa menikah tidak menghalangi kuliah.
      Misalnya, nilai IP selalu bagus di atas 3.00.

      Kalau punya teman yang sudah menikah di kampus, ajak ke rumah, kenalkan pada orang tua.
      Kalau teman itu laki-laki, ajak istrinya. Ngobrol bebas dengan ayah, kalau bisa diarahkan ke pernikahan.

      Wafaqokillah, semoga Allah mudahkan untuk beribadah.

  53. Assalualaikum pa usztad mau tanya umur saya 19 th laki2 saya umur 27 .. Laki2 saya ingin mempersunting saya dia sudah bilang ke ortu saya tapi belum ada tanggapan serius dari keluarga saya .. Dikarenakan ada 2 Kaka saya yg belum menikah.. Sedangkan Kaka saya tidak mau dilangkahi adik nya menikah duluan.. Bagaimana solusi nya usztad/ustadzah?

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah

      Jodoh itu seperti ajal. Tidak harus berurutan yang tua yang lebih dulu.
      Kalau menunda pernikahan orang, sama saja menghalangi rezeki, dan itu dosa.

      Pernikahan anak itu bagian dari tanggung jawab ortu, apa lagi perempuan ketika tidak bisa mencari pasangan. Bapak-ibu harus mencarikan. Bukannya malah melarang yang “jodohnya” sudah dekat.

      Seharusnya, ketika ada anak yang belum menikah, ayah membantu putra-putrinya. Jangan justru menghalangi yang lain.

      Coba ajak ortu diskusi secara sopan. Kalau ngak sekarang menikah, belum tentu besok ada yang bersedia mempersunting.

      Saran saya untuk saudari Mae, minta bantuan orang yang disegani ortu untuk membujuk mereka.

  54. assalamualaikum. maaf sebelumnya nama pangillan saya ilif. ketika saya baru memasuki perkuliahan beberapa bulan di daerah bandung tak taunya ada yang mengajak menikah, dia adalah guru kursus saya sendiri. kirain saya dia sudah menikah ternyata belum, padahal waktu dia baru kenal sama saya barru beberapa minggu. bertemu tidak sengaja ditempat kursus ketika belajar. usiaku sebentar lagi menginjak 19 tahun di bulan juli 2017. sekarang aku menjalani kuliah semester 2 sedngkan dia sedang melanjutkan S2 dia tinggal satu semester lagi nanti lulus S2. pekerjaan dia penerjenemah, ngajar di al-gifari, di kampus UIN,kursus english, kursus stir mobil,memeanah, paralayang, pedang samurai,memanah, berkuda. umur dia sudah mau 28 tahun. dia menagajak aku menikah sesudah semester dua. bagaimana menurut kakak?

    • W’alaikissalam wa rahmatullahi wa barakatuh.
      Mbak Ilif, kalau agama dan akhlaknya baik, kalau dalam hati saudari tidak ada keberatan. Terima saja. Tapi, sebelumnya lakukan investigasi:
      1. Cari tahu, dia tinggal di mana.
      2. Tanya tetangganya, bagaimana keseharianya.
      3. Shalat subuhnya di mana. dsb…

      Kalau sudah terbukti menurut saudari, dia pria baik. Terima. Karena, nikah itu ibadah. Kesempatan ini tidak akan datang setiap saat.

  55. Assalamu’alaikum.
    Saya adalah seorang perempuan berusia 20 tahun. Saya mencintai seorang laki-laki yang juga berusia 20 tahun. Dia adalah teman saya SMA. Dan kami sudah berkomitmen sejak 2014. Saya sudah bekerja sedangkah dia masih kuliah Semester 4. Cita-cita saya adalah menikah muda. Namun dia masih kuliah dan belum memiliki penghasilan. Saya minta sarannya. Apakah saya harus menunggu dia hingga dia lulus dan mendapatkan pekerjaan. Atau bagaimana? Terimakasih 🙂

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah

      Mbak, saran saya kalau benar-benar cinta dan tidak mau menunggu waktu lama, dorong laki-laki itu untuk bekerja. Bantu dia cari kerja.
      Mahasiswa, bekerja, plus nikah itu gak apa-apa. Saya punya banyak teman seperti itu. Tidak harus nunggu lulus. Support dia bekerja, setelah dapat gaji 1 bulan kerja, langsung saja nikah. Yang penting akad nikahnya.

      Tidak harus punya pekerjaan tetap, yang penting tetap bekerja.

  56. Assalamualaikum. Umur saya 20thn. Psangan sya berumur 23thn. Kami sudah menjalani hbungan ya katakanlah pacaran sejak 2011 & 2014 kami tunangan. Rencana menikah memang sudah ada tpi sering kali kami merasakan bingung resah akhirnya menarik ulur rencana nikah. Bagaimana cara menetapkan hati ya pa uztad. Alhmdulillah Psangan saya sudah punya kerjaan yg tetap, tpi kadang masih ragu. Siap atau belum siap utk menjalani kehidupan rumah tangga.

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah.

      Nikah itu ibadah, berduan suap-suapan dapat pahala. Ragu-ragu mau melakukan kebaikan itu dari Syaitan. Makanya, yakinkan diri saudari bahwa menikah itu bermanfaat gak ada ruginya. Kenapa harus ragu?

      Sebenarnya, keraguan bagian dari godaan setan. Iblis ingin saudari terus tenggelam dalam dosa. Saran saya, coba istikharah minta petunjuk Allah yang tebaik, kemudian tentukan tanggal akad nikah.

      Nabi Muhammad bersabda, “tinggalkan keraguan, ambil keyakinan”. Maksudnya, jangan berlama-lama hidup dalam keraguan. Tentukan pilihan, kalau masih mau bersama, segeralah menikah. Kalau tidak, putus saja.

      Semoga bermanfaat…

  57. Assalamualaikum ustad ..
    Saya perempuan usia 19tahun .
    Teman lelaki sy berusia 27tahun dan mengajak sy untuk menikah, dia seorng yg paham akan agama dn berpendidikan tinggi, sedangkah sy hanyalah perempuan yg masih belajar untuk lebih mengenal agama, bagaimana menurutt ustad? Terimakasih ..

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah.

      Kalau dia pria sholeh, terimalah. Selisih usia bukan masalah.
      Pastikan, saudari sudah bertawakal pada Allah.
      Shalat istikharah, semoga pilihan saudari adalah yang benar.
      Jazakillah.

  58. kita harus mampu memandangnya dari berbagai sisi bukan enaknya saja, ini adalah dunia penuh realita bukan surga abadi yang segalanya serba enak. saya akan share artikel dari kami tentang dua sisi yaitu resiko dan hikmah nikah muda

  59. Alhamdulillah sudah menikah di usia 22 tahun, dan sudah menyempurnakan setengah dari agama saya..
    Besar banget manfaatnya, jadi punya teman curhat, sharing, dan tukar pikiran, sekaligus jadi partner usaha..
    Susah senang sama-sama.. Klopun ada masalah ditempat kerja, saat dirumah bisa berbagi cerita n perasaan.. Alhamdulillah ga pernah lagi ngerasa galau atau kesepian kayak pacaran gitu deh
    Weekend pun bareng, nge date bareng, sampai nobar bioskop juga bareng.. Jadi ga ada rasa takut lagi akan dosa heheheee…
    Yang belum menikah yuuk segerakan, nikah muda itu indah loh, banyak sisi positif yg sy rasakan.. klo orang bilang banyak sisi negatifnya buat sy itu semua tergantung orang yang menjalankannya saja yaa..

  60. Assalamualaikum
    Ustadz umur sy 17 tahun sy seorang perempuan, sy sangat menjaga kesucian dan tdk ingin pacaran teman laki2 sya umur 20 thn ia mengajak sy menikah dia masih kuliah dia orangnya taat agama sy tahu itu. Dan dia jga belum memiliki pekerjaan tp ia berjanji berusaha. Sy ingin minta solusi bagaimana cara meyakinkan orang tua sy?

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Pertama, berdoa. Semoga Allah permudah niatnya, jangan lupa minta petunjuk agar tidak salah pilih.
      Untuk laki-lakinya, harus bekerja. Apapun pekerjaannya yang penting halal. Ngak harus pekerjaan tetap.
      Kalau sudah punya penghasilan, walau baru 1 bulang. Minta laki-lakinya menghadap orang tua saudari.

  61. Assalamualaikum waroh matullah wabarokatuh
    Saya seorang laki – laki berumur 19 tahun. Ceritanya sekarang ini sedang naksir seorang wanita yang kebetulan teman seangkatan saya (saya masih kuliah semester 3). Dan saat ini saya sedang proses katakanlah bahasa anak sekarang itu PDKT. Dan saya mempunyai rencana untuk mengungkapkan isi hati saya. Selain mengungkapkan isi hati, saya juga berencana setelah saya mengungkapkan isi hati dan dia pun mengiyakan untuk menerima saya (semisal), saya berencana saat liburan semester 3, saya ingin bertemu dengan orang tua dia untuk membicarakannya. Permasalahannya disini saya belum mempunyai penghasilan! Dan sayapun berencana untuk mencari bahkan mengusahakan untuk dapat penghasilan setidaknya untuk sekedar isi perut kami berdua, setidaknya akhir – akhir ini saya sering di tawari pekerjaan walaupun hanya menjadi volunteer di sebuah event dan di gaji 50000 sehari. Menurut kakak admin, apakah ada yang salah dengan pemikiran saya atau rencana saya tersebut, saya juga ingin menikah karena saya sering kena serangan hawa nafsu yang berpotensi ke zina. Dan juga saya ingin segera menikah karena terinspirasi lagu milik ustad jefry al buchori yang berjudul bidadari surga! Mohon penjelasannya agar saya dapat menentukan langkah kedepannya kakak admin!

    • Wa’alaikassalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Mas Arif, saya acungi jempol niatnya mau menghadap orang tua wanita yang mas sukai. Lanjut terus. Asal punya penghasilang, asal bisa beli beras, itu sudah cukup.

  62. Assalamu’alaikum mas.
    Saya seorang pemuda, saya ada niat utk menikah muda.. pemudi yg akan saya khitbah sudah saya temukan, tp saya ini anak pertama dan adik2 masih kecil, umur saya 19 , baru kuliah di semester 3.
    saya takut jadinya utk nikah muda, padahal saya berkeinginan utk itu, saya juga takut ngomong sama akhwat nya, umur nya 19 juga dan kuliah disemester 3 .
    Mohon jawabannya mas

    • Kalau kendalanya karena punya adik-adik yang masih kecil, saya mendukung. Semoga dengan menikah, bisa memudahkan Bang Fikri mendidik adik-adiknya, apalagi kalau adiknya perempuan.

      Kuliah juga bukan kendala. Yang penting sudah punya penghasilan. Maju terus! Istikharah dan ikhtiar. Nanti, Allah tunjukkan.

  63. InsyaAllah di segera kan, waktu itu saya dan beliau bertemu sekitar tahun 2014 hanya perkenalan biasa karena beliau adalah abg sepupu temen saya yg pada hari itu menjenguk temen saya dipondok pesantren, waktu itu saya masih kls 2 SMA dan saya anak santri?, (singkat pertemuan pada hari itu) dan setelah 2 tahun kami dipertemukan lagi dalam acara resepsi pernikahan abg teman saya tersebut, singkat cerita melalui teman saya beliau menyampaikan kalau beliau suka dgn saya, diaitulah mulai komunikasi saya bilang ke beliau kalau cari pacar bukan saya orgnya tapi kalau mau serius saya inshaaAllah siap, dan disitulah ntah kenapa saya merasa yakin dgn beliau apalagi setelah sholat istikhoroh, beliau mengiyakan dan sekarang kami sedang persiapan menuju pernikahan (semoga di mudah kan amiin) kami miliki selisih umur yg sangat jauh(8thn), sesingkat itu perkenalan kami dan saya tidak menyangka kalau akhirnya beliau yg akan menjadi sosok imam yg selama ini ditunggu.

    Untuk menikah usia saya masih tergolong muda (20th) banyak temen2 yg pro dan kontra dan saya sempat ragu tetapi beliau menguatkan dan mengatakan kekaguman kpd saya”di usia muda kamu udah berfikir dewasa dan lebih meninggalkan masa2 mudamu untuk mulia kan suatu pernikahan, kamu lebih memilih menikah dibanding pacaran seperti gadis 2 seusiamu” begitu pernyataan nya.Alhamdulillah inshaaAllah jika niat nya baik Allah akan memudahkan nya, oh ya saya masih kuliah ?, tapi kuliah kan bukan halangan untuk menikah, jika menikah adalah ibadah dan menuntut ilmu adalah kewajiban, maka alangkah baiknya jika ibadah dan kewajiban diselaraskan?

  64. Barusan kakak iparnya sms saya,bilang gini “ada masalah apa kamu sama dia kok ribut terus smpe dia nangis..kalo kamu pengen nikah yg sabar aja..kamu juga tahu keadaan keluarganya orang gak punya…nikah juga pakai uang yg gak sedikit…jngan bikin dia tertekan..jngan smpe dia ngambil keputusan sendiri”. Sekarang saya tmbah bingung lagi,mungkin dia tertekan karna semalem saya bilang pengen nikah. Udah gak tau mau gimana lagi,urusannya tambah rumit terus..

  65. jadi kepengen nikah muda nih, tapi calonya ngga ada hiks hiks 🙁
    umur saya 19, jadi masih ada waktu untuk mencari pasangan ya mas? 🙂

  66. Barusan saya udah ngmong sama dia…ktanya nikahnya mau nunggu kakaknya nikah dulu…dan dia lagi fokus ngumpulin uang buat ke Medan..karna kakaknya nikahnya di Medan..sementara kakaknya juga blom jelas nikahnya kpan…entah tahun ini,tahun depan,atau lebaran tahun depan pokoknya blom jelas…aq jadi bingung gak bisa jawab apa apa ,soalnya dia keukeuh pngen nunggu kakaknya nikah dulu…

  67. Terimakasih banyak Pak Ustadz sarannya…insyaallah kami bicarakan dulu semuanya…dan semoga kami bisa bersatu dalam pernikahan…karna saya sangat mencintainya…

  68. Assalamu’alaikum,
    Mohon sarannya….umur saya 19 tahun,bulan Maret yg lalu saya melamar pacar saya,tapi rencana nikahnya masih lama.Kami juga sudah bersumpah dan berjanji atas Nama Allah untuk bersama selamanya.Namun seiring berjalannya waktu banyak sekali cobaan yg datang didalam hubungan kami,sering juga kami bertengkar karna salah paham,tapi saya slalu bertahan karna saya sudah sangat mencintainya.Kemarin kami bertengkar hebat dan akhirnya dia memutus kan untuk berteman baik dulu dan dia berkata “kalo kita jodoh pasti kita ketemu lagi,sekarang kita berteman baik dulu aja,daripada kita pacaran tapi ribut terus,kita berteman untuk menghindari pertengkaran”…saya kaget mendengarkan keputusan itu,namun saya trima semua keputusan itu meskipun dalam hati rasanya sakit.Terus saya sekarang harus giman menanggapi hal tersebut..
    Mohon sarannya dan trimakasih…

    • Wa’alaikassalam.
      Bismillahirrahmanirrahim.
      Mas Alie. Segerakan menikahinya. Jangan tunda-tunda. Jawaban semuanya karena:
      Pertama, setelah lamaran tidak boleh terlalu lama. Namanya orang lamaran itu sudah ada rencana menikah. Kalau lama-lama, gak ada bedanya dengan orang pacaran biasa.
      Kedua, tidak boleh bersumpah dan berjanji sembarangan.
      Ketiga, pacaran itu haram, mungkin pertengkaran antara kalian disebabkan dosa ini.
      Ketiga, kalau sampai kalian berpisah dan tidak jadi menikah, kalian harus bayar kafarah/denda.

      • Sebenernya udah pngen nikah..tapi blom ada dana dan juga kerjaan blom tetap…apa usia saya yg baru 19 tidak terlalu muda untuk menikah…

        Dan denda yg dimaksud berupa apa ya..

        • Nikah gak butuh banyak biaya. Yang bikin mahal itu resepsi. Gak pake hajatan juga tetap sah.
          Nikah itu gak harus pekerjaan tetap, yang penting tetap bekerja. Mau di mana pun, mau jadi apa pun selama halal.
          19 Tahun itu sudah waktunya menikah. Jangankan nikah, urusan lebih besar dari itu pun sudah harus siap.
          Pasti Mas Alie tahu Usamah sahabat Nabi Muhammad kan. Umur 19 sudah jadi komandan, pemimpin perang melawan Persia.
          Muhammad al-Fatih sudah menaklukkan Romawi.

          #Semangat resiko gak nikah jauh lebih besar.

  69. Asalamualaikum wr wb.
    Saya yuki sekarang masih duduk di bangku SMA kelas 2. Saya sudah dikosongkan dengan seorang TNI yang usianya 7 tahun lebih tua dari saya. Kedua orang tua kami sudah setuju. Dan insyallah saya akan menikah setelah kuliah di semester 3. Namun masih ada rasa takut ketika saya akan menikah dengan dia. Karena pekerjaannya. Mohon pencerahannya ka syams. Terimakasih .
    Wasalamualaikum wr wb.

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Mbak Yuki kenapa harus takut kalau calon suaminya adalah pria yang sholeh. Karenanya, pastikan dulu. Chek-rechek, tanya temannya tentang kepribadiannya. Pastikan juga ke orang tua, apa sebab mbak Yuki dijodoh-jodohkan dengan dia, apakah karena jabatan, harta atau bagaimana. Kemudian, jangan lupa istikharah dan berdoa. Masih ada waktu kan! Jangan tunda-tunda lagi, cari tahu siapa temannya. Orang baik, temannya juga baik.

  70. Assalamualaikum Ustad, saya Arya dari Balikpapan. Bagaimana menurut pandangan ustad jika seseorang belum menikah dengan alasan finansial belum mencukupi. Dan bagaimana cara ustad menanggapi kalau nikah muda itu terlalu beresiko untuk masa depan ? maaf yah ustad kebanyakan nanya.

    • Wa’alaikumussalam ya Arya.
      Sebelumnya, sebenarnya saya bukan ustadz tapi terima kasih atas doanya. 😀
      Pertama, Sebenarnya alasan “belum cukup financial” untuk menolak menikah sangat tidak tepat. Allah telah berfirman:

      وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

      Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.

      Kalau nunggu kaya, banyak uang, kapan mau nikahnya. Belum tentu 10 tahun lagi sudah jadi miliarder.

      Kedua, Nikah muda tidak beresiko untuk masa depan, justru nikah mudah itu membentuk masa depan yang lebih cerah.

  71. Assalamualaikum
    Saya berusia 20 tahun dan kuliah tingkat akhir yang sudah di khitbah oleh seorang laki2 berusia 21 tahun yang sudah berpenghasilan, dan berencana menikah insya Allah 4 tahun lagi. Apa itu tidak kelamaan? Yang menjadi pertimbangan untuk menunda menikah masih banyak hal yg belum tercapai. Mohon saran nya 🙂

    • Wa’alaikumussalam.
      Sebaiknya disegerakan kalau sudah khitbah. Kalau lama-lama, untuk apa juga khitbah! Paling lama 3 bulan setelah khitbah, harus menikah. Kalau dirasa masih banyak yang belum tercapai, raihlah saat menikah.

  72. Assalamualaikum
    Alhamdulah ya allah setelah saya membaca artikel yg mas buat trsebut saya jadi ingin cepet menikah karna di atas sudah jelas dalil” nya dan hadist” nya , umur saya menginjak ke 21mas ,dan saya sudah menjalin hubungan brsama satu wanita sudah hampir 3thun lebih ,mungkin jika allah mengijinkan saya akan melamar nya di usia saya 22 , gmna pndapat mas???

  73. Assalamualaikum.. Saya mau minta pendapat, usia saya memasuki 20 th. Saya dan pacar berencana untuk melangsungkan pernikahan tahun depan. Keluarga pacar saya sudah merestui, namun keluarga saya belum mengetahui rencana kami karna saya belum cerita pada orang tua saya. Saya takut kalau orang tua saya belum mengizinkan saya untuk menikah. Bagaimana cara menyampaikan kepada beliau dan meyakinkan beliau tentang rencana pernikahan kami ini?

  74. Ass saya mau tanya saya umur 19 pacar saya umurnya 27 dia mengajak saya menikah tahun besok sedangkan saya mempunyai kaka lakilaki umur kaka saya 21 dia belum bekerja kalo saya melangkahi dia tidak apa2?

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Ngak apa-apa. Langkahin saja. Jodoh itu tidak harus menunggu seperti antrian, yang lahir duluan, nikah duluan.

  75. Assalamualaikum wr.wb
    Saya mau berkonsultasi mengenai pernikahan,
    Usia saya masih muda yakni baru menduduki usia19tahun, sedangkan pasangan saya 21tahun.
    Saat ini saya masih duduk di bangku kuliah
    Semester 3, dan pasangan saya bekerja di bagian
    Statistika. Kami berkomitmen untuk merencanakan
    Masa depan bersama namun, saya takut kuliah saya akan terhambat dengan aktifitas saya
    Dirumah, kuliah, dan seperti yang diketahui
    Umumnya, akan takut kehilangan masa2 muda.
    Lantas bagaimana menurut Anda?
    Terimakasih kak.
    Wassalamualaikum wr.wb

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Pertama, penikahan itu tidak ada bedanya dengan ngekost. Cuma bedanya, ngekost tinggal bareng dengan sesama jenis, kalau nikah tinggal bareng dengan suami. Sama-sama mencuci, cari makan, belajar. Jadi, pernikahan sebenarnya bukan penyebab terhambatnya pernikahan. Justru, biasa yang nikah lebih bersemangat belajar.

      Kedua, masa muda digunakan untuk apapun, pasti akan hilang. Tinggal kita yang memilih, mau masa muda bermanfaat atau tidak.

  76. Assalamualaikum wr wb
    Saya perempuan usia 19 thn masih kuliah, dan laki2 yg dekat dgn sy usianya sdh 21 tahun juga masih kuliah. Kami pcrn sudah satu tahun. Laki2 itu blm bekerja dan blm ada penghasilan, masih brgantung sama orgtua masing2. Ayah dan ibu benar2 melarang kami untuk berpacaran dan saya benar2 tahu itu salah. Tetapi kak, saya mohon saran. Kami benar2 sayang satu sama lain dan kami berniat untuk menikah di kedepannya, sering kami membicarakan tentang masa depan. Tetapi disamping itu orgtua sy keras dan sy mengerti sekali bgmn orgtua sy. Dan saya bingung bagaimana jika kami menikah, kami tinggal dimana dan makan apa. Sedangkan jika tidak menikah, orgtua sy sgt melarang sy untk menjalin hubungan pacaran. Karena orgtua sy berprinsip jika sy menikah, semua biaya harus ditanggung yg akan menjadi suami sy. Sedangkan sy ingin berusaha bekerja part time untuk menabung sj dilarang dgn alasan saya adlh anak perempuan yg berhak diberi orgtua materi selagi blm mempunyai suami. Apakah sy dan pcr saya harus menunggu sampai orgtua benar2 membolehkan? seolah sy benar2 selalu dihadang

    • Wa’alaikumassalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Mbak Binar, kalau itu prinsip orang tua saudari, coba bantu cowoknya cari kerja. mungkin setelah sebulan gajian bisa menikah. Sederhana saja, akad nikah, cukup syaratnya terpenuhi. Semoga Allah permudah.

      Setelah itu tinggal bersama. Tapi…

      Bukan maksud saya menyalahkan orang tua saudari, sebenarnya walaupun sudah menikah, anak tetap dalam tanggung jawab orang tua. Orang tua, tidak boleh lepas tangan begitu saja.

  77. Ass
    Saya mau tnya saya skrg brumur 19 thun 4 bulan lagi insha allah saya 20 thun lagi ada seseorg yang mengajak saya menikah umurnya sktar 27 kmi dkt bru 4 bulan ini slma kmi pcrn bnyk skli mslah yg kmi hdpi dn smpai akhirnya dia mngajak saya menikah
    Tpi saya takut orang tua saya tidak mengizinknkan saya menikah diumur 19 ini krna saya ada kakak perempuan yg brusia 22 thun tp blm mnkah
    Skrg kmi sdg ada mslh keluarganya sprtinga mrah kpada saya dan keluarga saya pun mrah kpda dia jd bgaimna solusi yg tepat agar kmi baik2 saja dan di ridhoi Allah
    Trims jawbannya

    • Wa’alaikissalam

      Kalau mau dapat ridho Allah, harus ikut aturan-Nya yakni menikah.
      Kalau ngak mau bertengkar, jangan bertemu, jangan menjalin hubungan. Sebaik apapun suami-istri, pasti ada bertengkarnya dan itu wajar.
      Kalau mau selesai masalahnya, dekati Allah, kemudia hadapi masalah itu, cari sebabnya.

  78. Assalamualaikum, Wr. Wb.
    Saya ingin meminta sarannya, saya wanita berusia 22 tahun, saya bekerja disalah satu perusahaan swasta. Sebelum lebaran bulan Juli kemarin ada seorang pria yang datang untuk menemui saya, sekedar berkenalan. Pria ini bekerja di salah satu perusahaan bumn. Setelah lebaran, pria ini datang menemui orang tua saya, bukan maksud melamar, namun hanya silahturahim saja. Sampai sekarang hubungan kami baik baik saja. Pria ini siap lahir dan batin untuk menikah dengan saya. Intinya pria ini menerima segala kekurangan saya. Saya sebagai wanita merasa bersyukur karena selama 22 tahun ini baru kali ini ada pria yang serius dengan saya. Insya Allah saya juga siap lahir dan batin. Rencananya, untuk mengurangi zina kami akan menikah antara bulan Januari-Maret tahun 2017.. saya sudah menyampaikan hal ini kepada keluarga saya terutama ayah dan ibu saya… mungkin sama seperti yang lain… keluarga besar saya terutama keluarga dari ibu saya syok… dengan berbagai alasan negatif tentang nikah muda… kira kira saya harus bagaimana menjelaskan kepada mereka Ustad? Jujur jika banyak orang yang bertanya kepada saya tentang pernikahan saya selalu jawab dengan lugas “saya insya allah sudah siap lahirdan batin” karena menurut saya menikah bukan soal umur, menikah itu niatnta ibadah dan saya yakin Allah pasti selalu memberikan jalan dan rejeki bagi setiap orang, termasuk setelah menikah..

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Saran saya, sering ajak keluarga untuk diskusi tentang nikah muda. Ajak aja mengobrol, sampaikan bahwa menikah di umur 22 itu bukan hitungan muda lagi, karena memang sudah waktunya, orang tua tidak perlu cemas. Ajakan menikah tidak datang setiap saat. Di belahan dunia lain, banyak orang yang merindukan menikah, tapi belum kunjung datang kesempatan. Ini giliran Mbak dapat kesempatan, kenapa tidak dimanfaatkan!

    • Saya Ranti saya baru usia 16 tahun dan ddk di kls 2 SMA Di pesantren, saya punya kenalan cowo itu sudah berusia 25 tahun dia sangat baik lulusan pesantren dan S1 dia punya adik 8, niat dia setelah saya lulus SMA saya mau di lamar oleh nya. Orang tua sa sangat setuju dan pihak dia gimana dia aja dan sambil menunggu saya dia nabung untuk modal nikah, sedangkan saya masih punya kk cewe yg belum menikah. Bagaimana ini apakah saya harus menerima lamaran’a akan tetapi bagaimana dgn kuliah dan beda umur kami?? Tetapi dia cowo yg mapan sabar dan baik. Saya bingung akan ini semua apakah lulus saya harus menikah juga

      • Mbak Ranti, pertama serahkan semua pada Allah diantaranya dengan doa dan shalat istikharah. Selanjutnya, pahami bahwa menikah itu bukan antrian, yang lebih tua mesti duluan menikah. Jodoh itu seperti ajal, tidak memandang usia. Kemudian, jangan khawatir mengenai kuliah. Pernikahan, tidak akan menghambat pendidikan dan proses menuntut ilmu. Tinggal kita saja yang harus mengatur waktu.

  79. Assalamualaikum wr.wb
    kak, saya mau minta solusinya.
    umur saya saat ini 20 thun(kuliah sambil bekerja) dan pacar saya 19 thun( kuliah)
    kami berdua berniat untuk menikah, dkarena kan untuk menghindari zina. kami sudah saling kenal dan dekat dg ortu masing2.
    orang tua pacar saya juga menyarankan kami untuk menikah, mereka mengerti dan sama sekali tidak mempermasalahkan status saya yg masih kuliah dan belum spenuhnya bisa menafkahi anak nya nanti. asal kami bahagia itu sudah cukup kata ibu pacar saya.
    tapi, bapak saya ingin saya lulus kuliah dulu baru menikah karena belum mampu mberi penghasilan katanya.
    pertanyaan saya, apakah saya memang sudah bisa menikah. karena saya melihat diri saya yg masih bnyak kekurangan baik dalam hal agama,sosial,maupun kdewasaan
    dan, bagaimana cara meyakinkan bapak saya yg mungkin sbenarnya dia menginginkan acara pernikahan yg mewah,shingga dia melarang saya karena keluarga kami belum mampu.

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Menurut saya, Mas Restu sudah pantas menikah.
      Mengenai kuliah, belum selesai juga tidak mengapa. Bukannya enak nantinya, buat tugas/skripsi ditemani istri 😀 !
      Untuk bapak, bisa minta tolong Ustadz atau tokoh yang dihormati untuk membujuk bapak. Minta sama calon mertua juga gak apa-apa.

      • InsyaAllah akan saya coba saran nya mas.
        mau tanya lagi,Bagaimana dengan biaya hidup kami jika nantinya(semoga) sudah nikah, kan sudah menjadi kewajiban suami dalam menafkahi istri,apakah hukumnya dalam Islam jika masalah keuangan saya(makan dan biaya kuliah) masih bergantung pada ortu saya, tapi ortu pacar saya mengatakan masalah biaya kuliah anaknya tidak perlu dpikirkan,mereka yg menanggungnya, mengingat status saya yg kuliah smbil bekerja.
        dan hasil krja saya juga dperkirakan hanya cukup untuk uang jajan kami berdua sehari2.
        Mohon penjelasannya mas.

        • Kalau itu, masalah mudah. Kuliah pakai biaya dari ortu, makan dari suami supaya lebih berkah. Sebenarnya, kalau orang tua mau menanggung makan juga tidak apa-apa. Tapi, alangkah indahnya jika istri makan dari hasil jirih payah suami sendiri.

  80. Saya remaja berumur 23 tahun, dan saat ini sedang dekat dengan lelaki berumur 19 thn, dia sudah punya penghasilan sendiri.
    Dia berniat menikahi saya, tapi saya menolak dengan alasan orangtua saya belum setuju saya menikah di usia yang segini ditambah kedua kakak saya juga belum menikah. padahal saya ingin menikah muda untuk menghindari zina.
    mohon solusi. saya sedang bingung sekali??

    • Pertama, Kalau orang tua melarang dengan alasan umur belum cukup, sebenarnya bisa di diskusikan. 23 itu sudah waktunya menikah. Misalnya nunggu umur 25, nanti ketika sudah 25 tahun, belum tentu ada yang mau ngajak nikah. Bisa-bisa tertunda lagi. Lagi pula, menikahkan anak perempuan itu harus disegerakan.

      Kedua, kakak belum menikah juga bukan alasan untuk menunda pernikahan. Jodoh itu bukan perlombaan, Jodoh itu juga bukan antrian yang datang duluan dapat duluan.

      Ketiga, menghindari zina itu wajib, makanya nikah itu sangat dianjurkan.

  81. Saya ingin menikah tapi orang tua saya tidak setuju karena alasan si calon saya ini kurang mapan. dan juga harus mencari pria mapan, tapi saya sudah mencintai pria ini. Padahal kita sangat ingin menunaikan ibadah Allah ini, bagaimana solusinya.

    • Berdoa pada Allah, kemudian minta bantuan tokoh, ulama atau ustadz untuk membujuk orang tua. Bismillah, lakukan. Insyallah dipermudah karena niatnya baik.

  82. Assalamualaikum wr.wb
    Kak saya mau tanya.. Saya sedang mengalami rasa bimbang nih kak. Saya skrg 23 tahun dan masih kuliah, pasangan saya juga usianya sama dan masih kuliah juga. Saya pacaran sudah 7 bulanan, saya sudah sangat dekat dengan keluarganya, bahkan sampai keluarga besarnya. Saya tanya sama dia kapan dia mau menikahi saya, dia jawab nanti kalau sudah kerja dan sudah sukses. Itu berarti sekitar 5 tahun lagi. Tapi disisi lain ada mantan saya yg dulu saya kenal cuman 1 bulan, dia datang kembali dan mengajak saya untuk serius. Mantan saya laki2 usia 27 dan sudah memiliki penghasilan sendiri. Menurut kakak, saya harus menunggu pacar saya hingga dia siap melamar saya atau saya lebih memilih mantan saya yg saya baru kenal sebentar itu? Mohon solusinya ya kak. Terima kasih banyak

    • Wa’alaikissalam warahmatullah wabarakatuh

      Menurut saya, kalau mantan mau serius, dan melamar duluan, lebih baik sama mantan saja daripada sama pacar yang sekarang, tapi 5 tahun lagi.
      Jangan lupa, pastikan laki-laki yang melamar Anda adalah orang yang tepat, baik agamanya, tanya kepribadiannya ke orang-orang sekitanya.

      • Justru itu kak.. Dia punya pergaulan masa lalu yang bisa dibilang sangat buruk.. Saya juga sudah tau buruknya dia seperti apa. Tapi setelah mengenal saya, dia janji akan berubah karna menurut dia saya bawa pengaruh terbesar buatnya. Kalo orang yang punya masa lalu suram, apakah di masa depan nanti bakal menjamin dia gak akan balik lagi ke masa dulunya yg buruk itu? Makasih lagi ya kak

        • Ngak cuma orang yang punya masa lalu buruk, yang hari ini baik juga belum tentu besoknya baik. Allah saja Maha Terima taubat, kenapa kita tidak? Tapi kalau saudari takut menerima dia kembali, tidak apa-apa. Sebaliknya, kalau mau menerima lagi juga baik. Mungkin setelah menemukan Mbak Lani, dia menemukan dirinya 😀 . Saran saya, sebaiknya mbak minta jaminan bahwa ia SUDAH BERUBAH, ingat ‘SUDAH’ bukan ‘akan berubah’.

          Diantara jaminan itu:
          1. Pergaulannya berubah, misalnya dulu dia suka nongkrong main gaplek dan mancing dengan temannya, sekarang sudah tidak lagi. Saya yakin, pergaulan sangat berpengaruh. Jangan percaya dia sudah berubah tapi mainnya masih sama orang yang sama.
          2. Kegiatannya berubah, dll.

          Saudari juga bisa buat perjanjian. Misalnya kalau suami tidak shalat, istri boleh pulang kerumah tampa izin suami atau istri boleh tidak memasakkan suami dsb. Untuk lebih lanjut mengenai ini, bisa didiskusikan dengan Ustadz yang lebih berilmu.

  83. Alhamdulillah, terimakasih kak nasehatnya
    Ohh iya kak mau tanya lagi, kan ini cpet banget prosesnya saya gelagepan kalau ditanyain temen atau tetangga “kok tiba-tiba nikah?cepet banget?katanya pengen kerja dulu?” Aku harus jawab gimana ya kak??

    • Bilang saja, “Waktunya sudah datang. Kalau Allah sudah berkehendak, tidak ada yang bisa menolak.” Terus, senyum 🙂

  84. Assalamualaikum wr.wb
    Kak, saya februari kemarin baru wisuda usia saya 21 tahun. Niatnya sih mau kerja dulu 2 tahunan gitu, tapi tiba-tiba mei kemarin dijodohin sama ibuk dan ramdhan kemarin lamaran kak. Sedangkan saya belum kepikiran nikah, tapi calon saya sudah umur 30thn dan alhamdulillah ada kecocokan dengan saya, dia sudah punya penghasilan, agamanya baik. saya kadang gelisah karena prosesnya yg terlalu cepat.september besok akad nikahnya, apa tidak apa apa?saya bingung bisa jadi istri yg baikkah buat suamiku kelaknya?tolong solusinya ya kak

    • Wa’alaikuissalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Alhamdulillah, Kalau sudah dijodohkan, cocok, agamanya baik, kenapa tidak. Proses cepat, tidak apa-apa, saya juga punya kakak kelas cuma 1 bulan baru ketemu langsung nikah. Tidak perlu bingung, Mbak Dewi dari sekarang belajar fiqih fiqih rumah tangga dan keluarga supaya bisa jadi istri sholihah.

  85. Assalamualaikum wr wb.
    Kak, saya ingin tanya. saya berusia 19thn dan pasangan saya berusia 24thn. Dia lelaki yang sangat baik, dan dia pun sudah bekerja. tahun ini, niatnya dia ingin menghalalkan saya, dan melamar saya secepatnya. tapi dari pihak keluarga saya masih menganggap kalau saya ini anak kecil dan belum pantas berumah tangga katanya saya harus punya modal uang buat nikah dan saya harus sukses dulu. Padahal niat kami berdua baik dan benar benar ingin serius. Lalu apa yang harus saya dan pasangan saya lakukan kak? Agar mereka menyetujui niat baik kami, dan keluarga saya tidak menganggap bahwa saya anak kecil lagi
    Reply

    • Nikah itu harus disegerakan, nikah itu gak butuh banyak modal. Paling maksimal 2 juta.
      Kalau sudah haid, atau mimpi basah, berarti bukan anak-anak lagi.

      Supaya keluarga setuju, sampaikan pada mereka bahwa niat saudari dan calon suami adalah baik. Bilang ke mereka, zaman sekarang kalau gak cepet nikah, takutnya terjerumus dalam zina.

      Laki-laki sudah punya pekerjaan itu sudah cukup membuktikan kedewasaan diri dan tanggung jawab.

      • dari pihak saudara saudara saya ingin saya kuliah dulu dan punya pekerjaan. saya belum ada keberanian bilang untuk nikah tp dalam hati saya saya ingin cepat menikah pasangan saya juga ingin cepat mgomong sama ortu saya demi menghindari hal hal yang tidak di inginkan.. tapi takut jika tidak diperbolahkan.. bagaimana tindakan saya sharusnya kak..

        • Mbak harus meyakinkan keluarga, menikah tidak menghalangi untuk menuntut ilmu dan kuliah. Sampaikan, “selagi ada kesempatan untuk menikah, kenapa tidak menikah.” Di luar sana, banyak orang sudah kuliah dan kerja, tapi mau nikah saja sulit.

  86. Assalamualaikum Wr. Wb
    Kak bgaimana cara meyakinkan hati org tua agar mengizinkan sya untuk menikah muda, usia saya skrg 22 th. Masalah yg sya hadapi adalah izin dri org tua yg mnyarankan sya untuk mapan dan wasiat dari almarhumah nenek sya apabila nnti sya mnikah sbagian pnghasilan saya hrus dberikan kpda ibu sya. sya sdh bekerja dan menabung sdikit demi sdikit. kami berdua memiliki niat yg sma yaitu ingin mnikah. Mohon pncerahannya kak, terima kasih.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatullah

      Mengenai mapan, tanyakan dulu kepada orang tua Mas Denny. Mapan itu seperti apa? Apakah 1 tahun lagi sudah pasti mapan? Sayangnya, mapan tidak bisa diprediksi. Karena itu, Islam tidak mensyaratkan kaya dan mapan sebagai ketentuan, justru pernikana membuat kaya, baca surat an-Nur: 32. Lagi pula, semakin lambat nikah, semakin lama punya anak. Takutnya, kita sudah tua, tapi anak-anak masih kecil-kecil. Repot kan!

      Terkai penghasilan, tanpa diwasiatkan pun kita wajib memberi nafkah, dan tempat tinggal untuk orang tua, terutama ibu.

  87. Assalamu’alaikum
    ustadz saya umur skrg 17 tahun, sy alhamdulillah udh punya pekerjaan yg lumayan tp saya juga masi sekolah kelas 3 SMA, saya ada niatan menikah ketika udh lulus, terus saya mau kuliah pas udh nikah, alhamdulillah udh punya target calon.
    tapi masalahnya saya takut bilang ke ortu haha
    sarannya ustadz

    • Wa’alaikassalaam wa rahmatullah

      Kok takut. Ngomong aja, apa susahnya. Siapkan jawaban, kira-kira ortu bakal tanya apa saja. Kalau ngak, minta tolong ke paman atau ustadz terdekat untuk membujuk ortu.

  88. Luar Biasa Ustazd…Ini menjadi renungan saya secara pribadi.
    Ini sangat luar biasa sekali. keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah adalah dambaan setiap insan dimuka bumi ini. terima kasih atas pencerahannya…

  89. Saya masih berumur 18th dan calon suami saya 24th apakah saya menikah tidak terlalu muda ?
    Insyaallah pernikahan kami akan dilaksanakan bulan desember thn ini, doakan semoga lancar dan jadi ya ?? Aamiin

  90. Assalamualaikum trimaksih artikel ny.
    Sy mau share mas.
    Umur sya 22thn saat in sy sudah menjalin hubungan dengan seseorang selama 4 tahun lebih. Pcar sy usia 27thn sudah berkeinginan dan siap lahir batin untuk menikahi sya, saat in kmi ber2 telah lulus kuliah. Sya blm mendapatkan pekerjaan pernah disuatu ketik pacar sya ingin melamar ttpi org tua berkata nnti dlu krn sy blm
    Mendapatkam pekerjaan. Pcar sy kebetulan mencari rezki dgn freelance pny usha sendiri. Tmpak ny ibu saya mementikam status pekerjaan pacar saya.Benarkah yg org tua saya blg itu apa hrs sya ikuti? Tindakan ap yg harus kami lkukan pdahal kmi sudah memilki keinginan kuat untuk menikah.dan kmi percya menikah akan mmnerikn rezki untuk hidup.

    Trimakasih mas mhon share nya

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Sebenarnya menikah tidak perlu penghasilan. Yang penting, tetap berpenghasilan. Tapi, mungkin ibu saudari terlalu sayang, makanya belum diizinkan. Coba bicarakan baik-baik, misalnya saat shalat Tahajjud atau sahur. Utarakan bahwa niat Anda sangat baik, ingin menjaga kesucian. Sampaikan juga, sisi buruk jika menunda pernikahan, contohnya: terjerumus dalam zina, belum tentu besok-besok sempet nikah.

  91. Assalamualaikum wr.wb
    Umur saya 21 tahun sama seperti sahabat wanita saya, kami masih duduk di bangku kuliah (saya insyaallah lulus 2 semester lagi dan sahabat saya insyaallah 3 semester lagi). Kami sudah bersama sejak 4 tahun lalu. Saya sudah mempunyai penghasilan sedikit sedikit. Saya ingin menikah setelah sahabat saya di wisuda. Sampai saat ini saya belum berani untuk memberitahu orang tua saya maupun keluarga sahabat saya, menurut admin saya memberi tahu kepada keluarga saya maupun sahabat saya itu kapan ya? Dan bagaimana cara memberitahunya?

    • Wa’alaikassalam warahmatullah wabarakatuh

      Yang mau diajak nikah, sahabatnya yang 3 semester lagi? Saya kira kalau sudah bersama selama 4 tahun, saya tidak perlu kasih tahu cara ngomongnya. Langsung dateng aja ke walinya. Atau ngak, telepon dia “Sob, hari Ahad ada di rumah gak?”
      Nanti dia akan bales, “Ya, ada. Emangnya kenapa?”
      Kamu jawab aja, “Mau ketemu bapak dan ibu.”

      Saya yakin dia sudah ngerti, kalau laki-laki mau ketemu ortu perempuan, pasti mau minta izin…

      Sebelum itu, bilang dulu ke Ortu Mas Rifai, kalau perlu ajak makan hasil keringat sendiri, insyallah mereka mengerti. Berdoa jangan lupa.

  92. Assalamu’alaikum.. sy wanita berusia 19 tahun. Sy diajak menikah dgn laki-laki yg lebih muda setahun dari sy. Tapi, sy rasa sy belum siap membina rumah tangga dgn sikap sy yg masih dikatakan manja dan belum bisa mandiri karena sy memang sangat dekat dgn orangtua. Perasaan takut akan kehilangan kebersamaan dengan orangtua seperti saat2 sendiri, membuat sy berpikir lebih keras. Apalagi, sy masih semester 3. Intinya sy khawatir kehilangan waktu dg keluarga dan teman teman bermain seusia sy. Mohon pencerahannya. Syukron

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Menikah dengan lelaki yang lebih mudah, bukan masalah, terlebih saudari memiliki sifat manja. Itu karunia dari Allah.
      Kalau kehilangan kebersamaan dengan orang tua dan teman, sudah jadi resiko pernikahan. Gak cuma perempuan, laki-laki juga begitu.
      Mengenai kuliah, insyallah pernikahan tidak menghambat pendidikan. Menikah tidak jau beda dengan ngekos, bedanya, kalau kos-kosan tinggal dengan sesama wanita, kalau nikah tinggal dengan seorang pria. Tinggal di koskosan juga masak, bersih-bersih.

      Akhirnya tergantung dari saudari sendiri. Kalau mau bermain sama teman, belum tentu teman berfikiran sama ketika mereka di posisi Mbak Adinda. Kalau takut berpisah dengan orang tua, cari tempat tinggal dekat orang tua.

      Semoga bermanfaat 🙂

      • Assalamualaikum wr.wb
        Saya sama pacar saya udah ada niatan mau nikah tahun depan tapi kedua orang tua saya dan pasangan sama” menolak untuk buru” menikah karna saya masih kuliah semester 5, kedua org tua kami ingin kalau saya berkarir dulu, tapi kami memutuskan untuk segera menikah untuk menghindari hal-hal yg tidak diinginkan, saya sekarang juga sedang menjalani LDR, bagaimana solusinya ?

        • Wa alaikissalam wa rahmatullah wa barakatuh.

          Solusi:
          1. Bilang ke orang tua, “Daripada terjadi sesuatu”
          2. Sampaikan ke ortu, “Karir itu sampai kapan? Apakah 1 tahun sudah bisa jadi manager dan direktur?”
          3. Bujuk Ibu-bapak, “Emangnya gak mau punya cucu”
          4. Berdoa dan mendoakan.
          5. Jangan pacaran walau LDR sekalipun.

  93. Assalamualaikum…
    Kak, aku pengen nanya. Aku berusia 19thn dan pasangan aku berusia 21thn. Dia lelaki yang sangat baik, dan dia pun sudah bekerja. Tahun ini, niatnya dia ingin menikahi saya, dan melamar saya secepatnya. Akan tetapi dari pihak keluarga saya masih menganggap kalau saya ini anak kecil dan belum pantas berumah tangga. Padahal niat kami berdua baik. Lalu apa yang harus saya dan pasangan saya lakukan kak? Agar mereka menyetujui niat baik kami, dan keluarga saya tidak menganggap bahwa saya anak kecil lagi

    • Wa’alaikissalam wa rahmatullahi wa barakatuhu

      Saran saya, minta bantuan orang yang dihormati keluarga, entah paman, ustadz sekitar dll. Minta beliau memberi nasihat pada orang tua dan keluarga supaya mengizinkan saudari untuk menikah. Ajak ortu diskusi, 19 tahun itu bukan usia anak-anak. Ibundah Aisyah Menikah di usia 19 tahun begitu juga Fatimah az-Zahra. Katakan pada mereka, “kalau bukan sekarang, kapan lagi?” Selagi ada lelaki yang mau mengajak menikah, selagi sempat, kesempatan belum tentu datang 2 kali. Na’udzubillah terjerumus dalam dosa yang lebih besar. Doakan orang tua agar Allah bukakan hati mereka.

      Semoga Allah permudah.

  94. Assalamualaikum Wr’ wb’ ..

    Makasih atas infony kak,, skrg sy merasa tdk perlu khawatir akan nikah d usia muda. Umur sy sdh 18Th (msih muda sx yah?? :D) tp semoga Allah mempertemukan sy dg lelaki yg tepat untuk mnjd imamku kelak. Hmm,, aku udah mutusin buat gak mw pacaran lgi 2th yg lalu krn aku pikir org yg ngajak pacaran itu sbnrny blum niat untuk serius. Jdiny sampe skrg blum ada yg mendekat untuk serius 😀

    Sekali lagii Syukron 🙂

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Semoga dipermudah untuk menikah, dan Allah kuatkan iman Mbak Husnul. Kalau ada yang bilang cinta, atau ngajak pacaran, suruh menghadap walinya aja.

      • Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

        Saat ini aku usia 19 dan si doi umur 17..kami sudah menjalin hubungan hampir 1 tahun…karena takut keduluan orang lain..akhirnya 4 bulan yg lalu bapak ku aku ajak menemui orang tuanya..ya belom lamaran sih hanya sekedar ingin bilang kalo serius dan biar sidoi gak dilamar orang lain…orang kedua belah pihak sudah setuju…kalo urusan kapan menikahnya tergantung kita berdua..orang tua hanya mengikuti…tapi akhir” ini bapak si doi pngen dicepetin nikahnya…aku juga sih sebenernya juga pengen cepet,untuk menghindari perbuatan zina sekaligus ibadah…tapi disisi lain si doi katanya mau kerja dulu..terus mau punya motor sendiri katanya blom siap juga sih berumah tangga…pengennya doi mimimal 2 tahun lagi…dan penghasilan q juga masih dkit blom punya tabungan juga…gimana ya solusinya…aku juga udah punya hasrat….hal ini membuat q bimbang…

        • Wa’alaikassalam wa rahmatullahi wa barakatuh.

          MANTAB! Itu sudah langkah yang tepat, secepatnya lebih baik. Kalau nunggu penghasilan cukup, kapan “cukup” itu bisa dicapai? Apakah sudah ada jaminan tahun depan sudah punya penghasilan cukup? Kalau belum siap berumahtangga, jangan menjalin hubungan. Ingat! nikah gak perlu motor + tabungan. Cukup Mempelai lelaki, mempelai wanita, wali, 2 saksi, gampang.

  95. Assalamualaikum . Artikel yg bagus Dan bermanfaat terimakasih sudah berbagi ilmunya , insya Allah setelah membaca artikel ini saya makin siap untuk menyempurnakan agama saya .insya Allah. Terimakasih kak . And teruskan berbagi ilmunya .semoga Allah memberi kebarokahan .amiin

  96. Assalamualaikum saya berusia 21 tahun ya saya juga ingin menikah diusia muda tapi orang tua selalu menuntut saya untuk menyelesaikan studi q padahal niat saya menghindari perbuatan zina selain juga ingin beribadah pasanganku pun juga ingin menikahi ku tapi ya itu ortu selalu menuntut menyelesaikan dulu :'( hal ini membuatku bimbang

    #mohon masukannya

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Saya mendukung saudari 100% karena IJAB SAH tidak harus menunggu IJAZAH.

      Saran saya, yakinkan orang tua bahwa menikah muda itu baik dan bagus. Buktikan dengan prestasi nilai yang tinggi supaya mereka percaya bahwa saudari bisa menguasai pelajaran, dengan begitu mereka yakin pernikahan tidak menghambat kuliah kedepannya. Coba melobi seperti seles marketing, presentasi, memutar vcd atau ceramah yang membahas pernikahan (di youtube juga banyak). Jangan lupa mendoakan orang tua.

      Minta bantuan orang yang dihormati orang tua, agar mau membujuk mereka untuk menizinkan saudari menikah.

      Bisa juga membuat kesepakan, kalau Dinda semester ini dapat IPK 3.5, Dinda boleh nikah. 🙂

  97. Asalamualaikum..
    Usia saya 24 tahun.
    Tahun ini saya & pasangan saya berencana untuk menikah,kami baru 6 bulan menjalin hubungan. Dan saya sering merasa ragu dan takut,karena sebelumnya calon suami saya sempat manjalin hubungan dengan wanita lain slama 5 tahun,sblum akhirnya dia melamar saya..hal ini lah yg membuat saya ragu & takut melanjutkan hubungan kami..
    Mohon masukan nya !!

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah
      Tunggu apa lagi Mbak? Kalau sudah dilamar, lanjutkan saja. Yang lalu biar berlalu.

  98. Umurku 19 taun, sudah bekerja, aku orang.y cenderung kurang begaul, tapi pantaskah aku untuk berpikir menikah diusia muda?

  99. Alhamdulillah.. Saya sudah menikah di penghujung umur 19 wktu itu semester 3. Allah beri hadiah bayi laki2 lucu di umur 20th. Kuliah lancar tanpa ambil cuti sekalipun wktu melahirkan. Semua urusan dimudahkan. Suami jd andalan utk tmpt bertanya, berdiskusi, berbagi tugas rumah tangga, semua diberikan Allah bdsarkan kebutuhan. Benar2 bersyukur..

  100. assalamualaikum, umur saya baru 21tahun dn saya sedang kuliah tinggal 2 semester lagi. saya kuliah dan sambil kerja. apakah Islam membolehkan jika saya menikah tpi saya juga sambil kuliah dan bekerja. saya blm bsa brenyi bekerja krna faktor kebutuhan ekonomi dan membiayai kuliah dan kebutuhan saya. bagaimana saya harus menyikapinya?wallaikumsalam

    • Islam tidak melarang menikah sambil kuliah. Yang penting bisa memberi nafkah. Idealnya, suami yang bekerja. Tapi, misalnya saumi tidak bekerja, tapi ada orang tua yang menjamin makan istri, tidak apa-apa.

  101. Assalamualaikum.Sy bru menginjak usia 20 tahun , kuliah masih semester dua. Sudah dilamar karena saya memang tidak ada niatan untuk berpacaran. Namun saya dihujat oleh saudara,tetangga dan orang2 sekitar katanya ” masa mudamu masih panjabg kejar karir dlu. Blm bisa banggain orang tua kok sudah minta nikah ” . dalam benak saya ingin menghindari yg namanya zina. Lalu apa yang harus saya lakukan ?

    • Nikah saja. Yang menikah kan bukan orang lain. Mereka tidak menanggung dosa kita. Mereka tidak bisa menjaga kita dari zina. Mereka tidak bisa menjamin kita terhindar dari maksiat. Yakinkan diri, “Pernikahan adalah sunnah” melakukan kebaikan tak perlu malu.

      Karir paling tinggi dan paling mulia adalah “Ibu Rumah Tangga”. Belum tentu besok ada yang melamar. Kalau ada pun, belum tentu cocok, dan kita suka.

      Berdoa supaya saudara dan tetangga Allah bukakan hati mereka.

  102. Comment: Assalamualaikum..
    Maaf sebelumnya , salah gak yaa kalo nikah muda , sdngkan umur saya baru 19 tahun mau msuk 20 , sudah pacarn hampir 3 tahun , psangan saya sudah ada keniatan untuk menikahi saya karna dia sudah siap segala.y , tapi saya masih ragu karna saya masih terlalu muda , jadi tindakan apa yang harus saya lakukan ,,, mohon penjelasan.y …

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Terlalu muda itu hanya pikiran kita saja. Kalau sudah siap, kerjakan. Bukan perbuatan hina kok. Selagi ada kesempatan. Kalau kita terus menunggu waktu yang tepat, bisa jadi kedepannya kita gak akan dapat kesempatan itu.

  103. saya berumur 20 tahun dan saya masih duduk di bangku kuliah , begitu juga pasangan saya dia umur 25 tahun dia juga masih kuliah , saya berfikir lebih baiknya jika kami menikah karena di dalam islam di haramkan untuk berpacaran , jangankan urntuk pegang kulit kita saling pandang saja sudah di anggap zina , saya ingin menikah karena ibadah bukan melampiaskan nafsu , tapi perasaan takut untuk menikah itu slalu ada, tidak tau sebabnya apa tapi yang pasti ada niatan untuk menikah

    • Menikah karena alasan menjaga nafsu dan kesucian juga boleh. Karena salah satu alasan Islam mewjibkan menkiah adalah menjaga kehormatan. Takut? takut apa? bukan alasan untuk menyendiri. Bukannya dengan menikah, kita jadi ada yang jaga!
      Rezeki sudah Allah atur.

  104. Makasih buat tulisannya mas. Membuat saya yakin kalo nikah muda itu lebih baik. Siap2 dulu deh dari sekarang.

  105. alhamdulillah,laki-laki yang saya temui ini sangat bertanggung jawab. dan mau menghalalkan saya untuk menikah di usia muda. rasa bersyukur selalu di ingat.

  106. Assalamu’alaikum Wr. Wb.

    Terima kasih atas ilmu yang mas berikan semoga bisa bermanfaat bagi yang membaca.
    Saat ini saya berusia 22th, dan sdh 1 thn lebih sya menjalin hbungan dengan seorang wanita. Kemudian terbesitlah pikiran utk menikah dgnnya d usia muda, utk menghindari perbuatan zina. Tp sebagian keluarga ada yg tdk setuju dgn keputusan yg sya ambil, krna saat ini sya masih kuliah smester 6, dan mrka mnyarankan kpd sya agr mnyelesaikn kuliah dlu. Tp dlm hati sya sndri, sya sdh siap dgn keadaan yg ada. Dan sya pun sdh mulai menabung utk pernikahan sya nnti.
    Apa yang harus sya lakukan dgn keadaan yg sya alami.? Sya pun mnjdi bingung, tp sya takut dosa dn msih ttp berkeinginan menikah d usia muda.

    Maaf jika terlalu panjang.
    Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

    • Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Kalau sudah punya penghasilan sendiri, bisa punya rumah/ngontrak nikah saja, laki-laki tidak perlu izin dari orang tua untuk menikah. Di sisi lain, nikah hukumnya wajib bagi laki-laki yang sudah berpenghasilan dan tidak bisa menahan hasratnya. Tapi, bisa juga meminta pada seseorang/Ustadz yang dihormati keluarga agar mau berbicara dan membujuk mereka untuk mengizinkan Mas Fauzi menikah. Setel video dan ceramah ulama yang menganjurkan menikah.

      Itu saran dari saya, semoga membantu. Wallahu a’lam bishowab.

      Wassalamu’alaikum.

      • Assalamu’alaikum .Maaf mas sdikit kritikan. Laki laki jga harus izin ortua. Ridho ny orang tua ridhonya Allah. Klau tanpa izin orang tua berarti kita tidak berarti kepada orang tua. Tanpa ridho orang tua maka rumah tangga tak terjalin dg baik. Kedua pasangan harus ada izin dr orang tua
        assalamu’alaikum.

        • Wassalamu’alaikum. 🙂
          Ya betul, harus dapat ridho orang tua. Apakah tulisan di atas bertentangan?
          Tapi, kalau laki-laki tidak perlu wali.

  107. masya Allah… jadi pengen cepet nikah muda nih mas…. umur baru mau masuk 20…
    do’ain mas saya nikah 2 thn lagi…
    makasih bnyk nih mas artikelnya..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here