5 Fakta dari Kisah Nabi Khidir dalam al-Quran, Ini Ilmu Laduni

Kisah Nabi Khidir dan nabi Musa alaihimassalam adalah cerita legendaris di kalangan muslim dan penuntut ilmu.

Sebagaiamana kita ketahui nabi Musa sendiri termasuk rasul ulul azmi “5 terbaik” di antara 124.000 nabi & Rasul.

Tapi yang terjadi, tidak selamanya pelajar berpestasi bisa diterima di kampus favorit.

Beliau ditolak nabi Khidir saat menyodorkan proposal studi, “Kamu gak bakal mampu ” jawabnya.

Walau udah melamar dengan sopan, “Bolehkan aku jadi muridmu, demi sebuah ilmu Allah yang kau miliki?”

Kasihan nabi Musa. Jauh-jauh dateng, malah gak diterima.

Tak habis akal, nabiyullah Musa pun melobi, “In sya Allah, sanggup pak! Saya anaknya penurut kok.”

“Ok, kamu boleh join, tapi jangan protes, jangan komen apa-apa, tunggu sesi tanya-jawab .” Jawab nabi Khidir setuju.

Selanjutnya kita udah tahu ending-nya. Nabi Musa beberapa kali ditegur, yang berujung pada pemepecatan karena sering interupsi.

Bukan tanpa alasan nabi bani Israel ini ‘nyeletuk’. Beliau adalah manusia mulia, gak tahan melihat kemungkaran terjadi di depan mata begitu aja.

Kalau gak inget sesama nabi Allah dan menganut asas praduga tak bersalah, mungkin udah dijotos itu Khidir. Gimana mau santai aja;

  • Orang lain udah baik ngasih tumpangan buat nyebrang, eh dibolongin kapalnya.
  • Ada anak kecil tak berdosa, dibunuh begitu aja.
  • Giliran lewat kampung pelit bin medit, malah bagun rumah secara suka rela.

Bahkan untuk ukuran umat Muhammad shallallahu alaihi wa sallam, perlakuan nabi Khidir itu gak masuk akal.

Nah! begini ini yang kemudian jadi salah paham sebagian muslim dikiranya nabi Khidir sakti, boleh melampau batas hukum dan kamanusiaan.

Nabi lain menghukum orang, harus dengan prosedur, sedangkan nabi Khidir bebas gitu.

Bahkan beredar cerita-cerita bahwa beliau punya umur panjang sampai hari kiamat. Karenanya, banyak yang mau bertemu dan meminta doa, kan lumayan kalau dapet ilmu laduni.

Bagaimana Islam memandang fenomena ini?

Daripada bingung, mending baca fakta tentang nabi Khidir berikut.

1. Gelar dan Nama Khidir

Sampai kini, belum diketahui nama asli nabi Khidir secara tepat, menurut sebagian adalah Balya bin Malkan bin Faligh bin Abir bin Syalikh bin Kinan bin Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh alaihissalam.

Tapi yang pasti Allah telah berikan nabi Khidir sebuah gelar kemuliaan yang juga diberikan kepada para nabi dan rasul.

Sebagaimana Allah karuniakan juga kepada nabi Muhammad dalam surat al-Isra ayat 1.

Nabi Khidir pun Allah anugerahi gelar Abdullah ‘hamba Allah’ pada surat al-Kahfi ayat 65.

Seketika ditempat itu mereka jumpai seorang hamba di antara hamba-hamba kami …

2. Mukjizat dan Julukan “Khidir”

Untuk menjelaskan dua hal ini, kita dapat merujuk kepada sebuah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari, dari Abu Hurairah radiallahu anhu, Rasulullah  bersabda :

إِنَّمَا سُمِّيَ الخَضِرَ أَنَّهُ جَلَسَ عَلَى فَرْوَةٍ بَيْضَاءَ فَإِذَا هِيَ تَهْتَزُّ مِنْ خَلْفِهِ خَضْرَاءَ

Dinamakan “Khadir” karena dia duduk di suatu tempat, kemudian bermunculan dari bekas dudukanya tumbuhan hijau.

Melalui hadits ini kita dapat tahu bahwa Khidir adalah julukan karena sebuah mukjizat menumbuhkan tanaman hijau.

Tanama hijau dalam bahasa Arab disebut ‘khadrun’. Dari kata tersebut, munculah istilah baru yang biasa orang sebut menjadi ‘khidir’.

Jadi gimana nih, mau ganti nyebut khadir atau lanjut dengan nama khidir? 🙂

4. Khidir bukan Nabi Bani Israel

Berdasarkan kisah dalam surat al-Kahfi, jelas nabi Khidir bukan nabinya keturunan nabi Yaqub. Antara buktinya adalah:

  • Nabi Musa tidak kenal beliau, dan harus mengembara jauh untuk bertemu.
  • Nabi Musa adalah rasul yang jelas keturunan nabi Yaqub, seharusnya Khidir tunduk dan patuh pada syariat Allah yang turun kepada putra angkat Asiah tersebut.

3. Nabi Khidir Telah Wafat

Menurut kabar yang beredar, nabi Khidir masih hidup sampai sekarang dan hari kiamat. Secara logika, tentu gak mungkin.

Tapi kan dia nabi. Pasti ada pengecualian!

Sayangnya, menurut bebagai dalil dari al-Quran dan al-Hadits pun demikian. Gak ada bukti bahwa nabi Khidir masih hidup.

Silakan deh cek hadits akhir zaman, apakah ada yang berbunyi bahwa beliau akan muncul dan membantu nabi Isa dan imam Mahdi?

Penjelasan lengkapnya, silakan klik link yang terdapat pada sub judul di atas.

4. Hukum Amalan Nabi Khidir

Setelah membaca kisah pertemuan Nabi Musa dan Nabi Khadir, mungkin ada yang bingung, “Kok, Nabi membunuh anak kecil? Emang boleh?”

Jangan kita, Nabi Musa juga heran. Tapi semua ada aturannya kok.

  • Ia adalah Nabi, yang dilakukannya adalah wahyu Tuhan yang Maha Tahu masa depan. Adapun kita manusia biasa tidak boleh membunuh siapapun tanpa hukum dan bukti.
  • Syariat Nabi Khadir sudah tidak belaku lagi, sebagaimana tak berlaku pada kaum nabi Musa yang hanya berbeda tempat. Namun sudah diganti dan disempurnakan oleh syariat Nabi Muhammad.
  • Selain nabi dan rasul, tidak ada manusia yang tahu hal ghaib, apalagi sampai bertentangan dengan syariat.
  • Yang dilakukan nabi Khidir ada hikmah di baliknya.
  • Tidak ada riwayat yang menjelaskan tentang ciri-ciri nabi Khidir, maka tidak dibenarkan orang yang bermimpi bertemu dengannya, lantas melawan arus syariah.

5. Ilmu Laduni Nabi Khidir

Ilmu laduni adalah istilah yang diambil dari al-Quran. Allah berfirman:

وعلمناه من لدنا علما

Kami ajarkan kepadanya ilmu milik kami (al-Kahfi: 65).

Maka, orang-orang yang mengajarkan ilmu laduni, jangan lupa dan mesti merujuk pada ayat ini. Jadi, apa ilmu laduni nabi Khidir?

Di awal artikel telah dipaparkan bagaimana nabi Musa ditolak oleh nabi Khidir. Karena adik nabi Harun itu dianggap tidak sanggup alias kurang cukup sabar.

Saat penolakan itu terjadi, nabi Khidir mengutarakan sebab kenapa nabi Musa dianggap tidak sabaran. Beliau berkata:

وكيف تصبر على ما لم تحط به خبرا

“Bagaimana mungkin kamu sabar atas sesuatu yang tidak kamu ketahui ilmunya?”

— Nabi Khidir

“Gak mungkin bisa sabar tanpa ilmu” Inilah ilmu laduni nabi Khidir yang wajib kita ketahui dan amalkan. Karenanya dicantumkan dalam al-Quran.

Ilmu laduni ini lebih dahsyat dari ilmu kebal, terbang, invicible dan sebagainya.

Untuk sabar perlu ilmu. Maka banyaklah belajar dan iqra!.

Orang tua yang tak punya ilmu parenting, akan menyerah menghadapi anak, bahkan cenderung tak peduli dan terlalu longgar.

Manusia gak berilmu soal harta kekayaan, pasti tak sanggup sedekah banyak. Padahal harta yang tidak diamalkan akan jadi senjata makan tuan di akhirat kelak.

Bisa jadi takdir miskin adalah baik bagi seseorang karena mengantarkan ke surga lebih cepat.

Orang yang gak tahu setiap musibah ada hikmahnya, ia akan marah, benci dan mengalami trauma masa lalu, gak ikhlas. Padahal kesedihan yang menimpanya membawa kebaikan.

Leave a Comment