Kisah Umar bin khattab Khalifah Islam

Suatu malam, seperti biasanya Amirul Mukminin Umar bin Khattab keliling kota melihat-lihat kondisi masyarakat, karena bagi beliau “mengambil keputusan dan merasa puas hanya dengan data dan laporan pegawai adalah kezaliman”. Beliau ingin melihat kenyataan secara langsung, apakah benar isi laporan sama dengan kenyataan di lapangan.

Setelah membuat program pemberian jatah bantuan bagi setiap anak kecil yang sudah disapih oleh ibunya (2 tahun), Amirul Mukminin ingin melihat kenyataan yang terjadi di lapangan, apakah pegawainya benar-benar menyampaikan hak kepada yang berhak.

Tiba-tiba beliau menengar tangisan anak kecil saat melewati sebuah rumah, beliau mengetuk pintu dan mengatakan pada ibu si bayi agar mendiamkan anaknya yang sedang menangis tengah-tengah malam begini. Beliaupun melanjutkan inspeksinya.

Satu jam kemudian beliau balik melewati rumah itu, dan masih mendengar tangisan bayi, “Kenapa belum kamu diamkan anakmu itu, kamu benar-benar bukan seorang ibu yang baik” komentarnya.

“Kamu tahu apa! Anakku menangis karena aku menyapihnya sebelum waktunya, supaya dia mendapat jatah bantuan dari Umar!”, jawab ibu itu geram, tapi dia tidak tahu siapa laki-laki besar yang sedang berbicara dengannya.

Amirul Mukminin terdiam, dan pergi. Sambil meneteskan air mata beliau berkata, “Berapa banyak anak kecil yang telah dibunuh dan dizalimi oleh Umar!”. Besok pagi beliau langsung mengeluarkan keputusan baru bahwa setiap anak yang baru lahir mendapat jatah bantuan Negara.

Ada lagi kisah Khalifah Umar yang terpaksa memikul sekarung gandum, karena ada seorang ibu yang memasak batu untuk menidurkan anak-anaknya yang kelaparan.

Umar juga pernah menikahkan putranya yang masih muda belia dengan tukang susu yang jujur. Setelah menyaksikan debat seorang nenek-cucu yang ingin mencampur susu dengan air agar mendapat untung lebih besar.

inilah secuil kisah Umar bin Khattab al-Faruq yang suka blusukan di tengah malam.

Catatan Kisah Umar Bin Khattab

1 Cerita begini, siapa yang menceritakan sehingga sampai kepada kita? Wong kejadiannya tengah-tengah malam begitu! Memang khalifah Umar kalau blusukan tidak pernah menyibukkan orang-orang sehingga menghabiskan uang baitul mal cuma buat acara begituan.

Kalau blusukan, beliau sering mengajak pembantunya, pertama supaya ada yang membantunya mencatat apa yang perlu ditulis, diperbaiki, dll. Kedua, supaya tidak terjadi fitnah kalau malam-malam beliau mengetuk pintu rumah janda.

Ulama Islam punya metode penukilan sejarah sendiri, yang bisa dipertanggungjawabkan. Silahkan refer ke buku-buku Sejarah Islam. Baca juga artikel Dasar Jurnalistik Islam dalam Ilmu Jarh wa Ta’dil.

2Kalau ada yang bilang di Negara Eropa anak kecil lahir sudah mendapat jatah atau gaji dari Negara, Umar bin Khattab telah melakukannya 1400 tahun lalu, bro! Sistem Islam itu modern.

3 Kok bisa rakyat tidak mengenal Khalifah? Jaman itu tidak ada media untuk pamer-pamer muka Khalifah sehingga semua penduduk kenal Khalifah. Ngak yang namanya pencitraan. Mereka tidak mengenal Presidennya, namun merasakan “efek” Umar jadi Pemimpin mereka, yang penting efeknya, bukan orangnya.

4Umar bin Khattab terkenal sangat bengis sebelum masuk Islam, sampai-sampai para sahabat mengatakan “Meskipun Keledai keluarga Khattab masuk Islam, Umar bin Khattab tidak akan masuk Islam”. Sampai segitunya beliau benci agama Islam.

Namun, ketika hidayah Allah masuk dalam hati Umar bin Khattab, beliau masuk Islam dan menerima siraman tarbiyah Rasulullah, jadilah beliau seperti yang dikatakan Allah dalam surat al-Fath ayat 29:

“Muhammad itu utusan Allah, dan orang-orang yang bersamanya memiliki sikap tegas terhadap perbuatan kufur, tetapi penuh kasih sayang kepada sesama…”

Begitulah seharusnya pemimpin di negeri muslim. Ia harus dekat dengan masyarakat muslim, mengayomi rakyat beragama Islam, dengan mendukung kegiatan agama dan dakwah, dan memberantas perbuatan amoral seperti judi, mabok miras, dan prostitusi zina.

Wajar jika Amirul Mukminin Umar bin Khattab itu sering menangis saat ada yang tidak beres dengan kondisi umat Islam. Beliau sangat pemberani, tapi takut sekali saat dipaksa jadi presiden khilafah Islam. Sebelum wafat Umar berkata, “Tidak ada yang paling aku takuti selain memimpin kalian (umat Muhammad )”.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here