SHARE

Tentunya setiap muslim yang beriman, rindu menunaikan ibadah haji di kota suci Mekah, meskipun harus antri bertahun-tahun. Kalau pun belum kesampaian, minimal dapat berangkat umroh.

Karenanya, mereka perlu membekali diri dengan ilmu manasik haji dan umroh.

Haji adalah ibadah yang sangat kompleks, melibatkan harta, raga dan jiwa. Ibadah lain pun sama, tapi tidak mencolok seperti haji.

Bisa dibayangkan, ibadah apa yang mengumpulkan orang sekian juga dalam satu tempat dan satu waktu. Harus mengerahkan tenaga besar dan uang yang tidak sedikit.

Di balik itu, masih banyak lagi fakta unik haji yang banyak belum diketahui orang, bahkan menentukan mabrur atau tidaknya ibadah kita. Berikut penjelasannya.

1. Adzan Haji

Tahukan bapak-ibu, ibadah ziarah masjidil haram ini ada adzannya?

Ya, Adzan. Itulah turunan istilah yang digunakan al-Quran. Tapi, jangan bayangkan seperti adzan shalat yang masih kita dengar sampai hari ini dan dikumandangkan setiap saat.

Adzan ini dikumandangkan dulu sekali oleh Nabi Ibrahim di jabal Abi Qubais. Allah berfirman:

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ

Kumandangkanlah adzan (berserulah) kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (al-Hajj: 27)

Mengenai perintah adzan ini, Ibnu Abbas berkata:

لَمَّا أَمَرَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ أَنْ يُؤَذِّنَ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ، قَالَ: يَا أَيُّهَا النَّاسُ، إِنَّ رَبَّكُمُ اتَّخَذَ بَيْتًا وَأَمَرَكُمْ أَنْ تَحُجُّوهُ فَاسْتَجَابَ لَهُ مَا سَمِعَهُ مِنْ حَجَرٍ أَوْ شَجَرٍ أَوْ أَكَمَةٍ أَوْ تُرَابٍ أَوْ شَيْءٍ، فَقَالُوا: لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ

Saat datang perintah adzan, Nabi Ibrahim mengumandangkan, “Wahai sekalian manusia! Allah telah menentukan sebuah rumah ibadah, dan memerintahkan kalian untuk berhaji di dalamnya.” Seketika itu, semua makhluk yang mendengarnya ternasuk; batu, pohon, gundukan tanah dan debu berkata, “Labaik Allahumma labaik (Ya Allah, kami datang memenuhi panggilan-Mu)”.

Dalam riwayat lain yang maknanya sama. Khalilullah itu berkata,

إِنْ رَبَّكُمْ قَدِ اتَّخَذَ بَيْتًا فَحُجُّوهُ

2. Panggilan Allah

Saya yakin, semua kita sudah tahu, haji adalah panggilan Allah berdasarkan ayat di atas. Tapi, rincian bagaimana kita dipanggil pun tidak tahu, lagi pula kita tidak pernah mendengar seruan itu.

Inilah rahasianya.

Saat Nabi ibrahim diperintahkan untuk adzan, beliau berkata, “Ya Rabb,1 bagaimana aku dapat menyeru seluruh manusia sedangkan suaraku terbatas?”

Allah menjawab, “Kumandangkanlah, kami yang akan menyampaikanya.”

Jadi, Allah lah yang secara langsung memanggil kita dengan menamkan seruan tersebut dalam hati.

Makanya, wajar jika di akhir ayat dikatakan “min kulli fajjin amiq” (dari seluruh penjuru dunia).

Bayangkan, Indonesia menghabiskan dana Rp.2,95 triliun untuk mempromosikan wisata nusantara di luar negeri pada tahun 2016.

Tapi Saudi Arabia tidak pernah mengucurkan sepeserpun dana untuk advertising “Visit Mekkah This Year!”, “Wonderful hajar aswad, get zam-zam for free.”

Tapi, setiap tahunnya selalu penuh dengan jamaah haji yang ingin wukuf. Bahkan setiap bulannya selalu ada agen travel yang mengirim ratusan rombongan orang yang ingin thawaf di Ka’bah.

itu baru Indonesia, belum negara lain. Ditambah lagi, saudara muslim yang berasal dari negara minoritas beragama Islam.

Kalau bukan karena panggilan Allah, tidak mungkin ini terjadi.

Hikmah:

Allah hanya memanggil kita 3 kali:

Pertama, shalat
Kedua, haji
Ketiga, mati
Silakan pilih mana yang Mau Duluan.

3. Hukum Fiqih Ekslusif

Setiap ibadah dalam Islam ada panduannya dalam syariat dan hukum fiqih yang dijelaskan para ulama.

Secara umum, dalam ibadah ada larangan dan rukun yang harus dilaksanak. Biasanya, setiap ibadah memiliki rukun yang wajib dikerjakan.

Para ulama terkadang menulis “rukun ibadah shalat”, itu artinya kewajiban dalam ibadah shalat. Terkadang mereka menulis “Wajib ibadah zakat”, artinya rukun ibadah zakat.

Wajib adalah rukun, rukun adalah wajib.

Namun berbeda halnya jika yang dibahas adalah haji.

Imam Syafi’i misalnya, membedakan antara wajib dan rukun. Wajib itu harus dilaksanakan, jika tidak bisa, harus membayar dam. Contoh: mabit di Mina.

Sedangkan rukun jika tidak dikerjakan, maka hajinya batal/tidak sah. Contoh: wukuf di Arafah.

Inilah keunikan tersendiri yang dimiliki manasik haji.

4. Jarak Thawaf

Allah itu sangat mengapresiasi ibadah hambanya. Setiap langkah, peluh, lelah dan keringat, pasti dibayar. Makin banyak shalat, makin capek, makin banyak pahalanya.

Dalam bekerja pun demikian, makin tepat waktu, bertanggung jawab, makin profesional, makin besar pahala dan keberkahannya.

Tapi, haji dan umroh berbeda.

Thawaf Haji di Masjidil HaramCoba perhatikan gambar ka’bah dan shaf-nya. Setiap baris memiliki jarak yang berbeda. Makin jauh jarak kita dari Ka’bah, makin luar wilayah thawaf yang harus dikelilingi.

Angaplah luas Ka’bah dan hijir Ismail berukuran 264 m2. Sudah barang tentu, jika kita berada di ring satu, setidaknya kita akan mengitari wilayah seluas 265 m2. Ring dua lebih luas lagi, sampai 267 m2.

Itu baru shaf 1 dan 2. Bagaimana jika posisi kita berada di lingkar luar maqam Ibrahim? Bagaimana dengan barisan yang ada di lantai 3 masjidil haram?

Tentu lebih letih lagi. Sayangnya, keletihan ini tidak sebanding dengan pahala yang didapat.

5. Jihad Wanita

Ini ilmu yang tidak diketahui oleh jaringan teroris radikal yang mengatasnamakan Islam dan orientasinya hanya berperang dan membunuh.

Mungkin jika kita utarakan keutamaan ini, mereka akan menolak kenyataan bahwa haji adalah jihad bagi wanita.

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلاَ نَغْزُو وَنُجَاهِدُ مَعَكُمْ فَقَالَ: لَكِنَّ أَحْسَنَ الجِهَادِ وَأَجْمَلَهُ الحَجّ حَجٌّ مَبْرُورٌ

Aisyah berkata: “Ya Rasulullah, apakah kami boleh ikut berperang dan berjihad bersama kalian?” Rasulullah menjawab “Jihad terbaik adalah haji terbaik, haji mabrur”. (al-Bukhari)

Ini adalah solusi bagi kaum hawa yang merindukan jihad. Saat hidup di negara dan zaman yang tidak memerlukan jihad fisik.

6. Tidak Dipahami Banyak Ustadz

Jangan ditanya, banyak ustadz yang paham luar kepala apa itu haji dan umroh, apa syarat dan rukunnya, bagaimana pelaksanaanya, lengkap dengan thawaf qudum, wada, ifadah, tamattu, ifrad, dan qiran.

Soalnya dulu waktu masih nyantri, pelajaran ini harus dikuasai. Karena kedepannya akan belajar bab munakahat (pernikahan).
Sudah bukan lagi ibadah mahdhah seperti shalat dan puasa.

Sayangnya, penguasaan materi fiqih ini tidak sebanding dengan praktek dilapangan.

Saya mendengar beberapa ustadz mengatakan, “terkadang, orang awam di mekkah lebih paham pelaksaan manasik haji daripada kita yang belajar fiqih.”

Bukan karena kitab para ulama yang sudah tidak relevan, tapi karena situasinya sangat kompleks. Harus terjun langsung.

Sama seperti belajar teknik komputer dari buku, tapi gak punya perangkat komputer. Bingung.

Makanya dalam madzhab syafii, badal haji hanya boleh dikerjakan oleh orang yang sudah pernah melaksanakan haji.

Tidak heran, jika agen travel haji dan umroh selalu mengajukan pertanyaan, “Antum sudah pernah naik haji?” Sebelum menunjuk seorang ustadz menjadi pembimbing manasik umroh.

7. Haji Plus+

Masih banyak lagi keutamaan haji yang sebenarnya sudah kita ketahui, diantarnya; Ibadah haji hanya dapat dilakukan di tanah haram, hanya setahun sekali, dsb.

Ada juga yang belum kita temui, kecuali sebagiannya. Belajar kita perlu lebih dalam lagi, dan itu hanya ditemui dengan cara membaca kitab para ulama dan terjun secara langsung di tanah kelahiran Nabi.

_______

1Konsep: Rabb artinya Tuhan yang menciptakan, mengatur alam semesta termasuk peredaran darah manusia.

1 Diskusi Asyik

  1. Kenapa KABAH BAITULLAH, BAIT ALLAH itu nggak di KLAIM Oleh ISRAIL diBANTU AMERIKA, INGRIS, PERANCIS, ROMAWI, bahwa itu MILIKNYA ABRAHAM/IBRAHIM NABI ORANG ISRAIL malah yg dipermSALAHkan Masjidil AQSA?
    Jawabnya SINGKAT :
    Akan KETAHUAN KALAU TERNYATA SELAMA INI MEREKALAH SETAN ITU yang TELAH MENYESATKAN SEBAGIAN KECIL (25%) Manusia setelah PENYALIBAN ISA AL MASIH PUTRA MARYAM,

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here