SHARE

Duhai wanita coba kau renungkan
Bisik hati penuh kejujuran
Lihatlah dengan keikhlasan
Sungguh ku katakan
Jangan kau dengar dunia!
Karna ia hanya dusta semata

Jiwa terpaut menyaksi
Seribu pengorbanan dihulur
Cinta, kasih bersemi
Mengagung tak disadari
Diimpi tak pasti
Mengharap tak mendakap
Kesetiaan dijunjung
Rupanya tak kehujung

Bagai lilin yang menyala membakari dirinya
Hanya untuk menerangi kasihnya
Tanpa disadari diri sendiri sirna
Duka nestapa dibiarkan saja
Begini jadinya bila dihamba pesona cinta
Yang buta tak mengenal sifat sebenarnya

Mencarimu istri, bagai mencari mutiara putih
Walau ke dasar lautan sanggup suamimu selami
Namun aku takut apa yang akan ia jumpai
Kalian hanya sebutir pasir yang murah

Akhwat kau bijak
Dalam menilai dan membuat keputusan
Antara yang sementara
Dan yang kekal buat selamanya
Antara Keindahan dunia yang hanya
Pinjaman Untuk saat ini saja
Atau kebahagiaan hidup
Di akhirat yang dijanjikan

Istri cerdik yang solehah
Penyejuk mata penawar hati penajam fikiran
Di rumah dikau istri di jalanan dikau kawan
Dikala suamimu hilang arah tujuan
Dikau penunjuk jalan
Itulah wanita idaman
Bersammu pandangannya diperteguhkan
Menjadikan mereka tetap pendirian.

Dengan ini aku akhiri
Catatan pendek ini
Aku kutip tulisan dari
Apa yang telah terjadi
Hanya agar Engkau jadi istri
Yang taat kepada Nabi dan suami

Rasulullah  bersabda mengenai betapa berharganya wanita sholehah,

قَلْبٌ شَاكِرٌ، وَلِسَانٌ ذَاكِرٌ وَزَوْجَةٌ صَالِحَةٌ تُعِينُكَ عَلَى أَمْرِ دُنْيَاكَ وَدِينِكَ خَيْرٌ مَا اكْتَنَزَ النَّاسُ

“… hati yang selalu bersyukur, lisan yang senantiasa berzikir dan istri sholihah yang dapat membantumu dalam urusan dunia dan agama adalah lebih baik dari deposito.” (Kitab Syuabil Iman)

Pada kesempatan lain Rasulullah –shallalahu alaihi wa sallam– bersabda mengenai ciri-ciri wanita sholehah penghuni surga,

 إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا: ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Apabila seorang wanita telah mengerjakan shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan, menjaga kehormatannya dan taat kepada suaminya, maka dikatakan kepadanya “masuklah engkau ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.” (Ahmad, Ibnu Hibban, Mawardi, Ibnu Majah)

Sumber:

  • al-Hadits as-Syarif
  • Hijaz, Pesona Cinta
  • Nazrey, Isteri Sholehah
  • Unic, Balqis
  • Unic, Demi Cinta Suci
  • Unic, Mahligai Kasih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here