Ekonimi Sosial Sedekah nisab zakat mal

Makna zakat menurut bahasa adalah pertumbuhan (tumbuh dan berkembang), sedangkan secara makna syar’i adalah sebuah kewajiban pada harta tertentu untuk orang-orang tertentu pada waktu-waktu tertentu.

Begitu pentingnya zakat, Islam menjadikan kewajiban ini sebagai rukun dan landasan. Bahkan, Allah  sering menggandengkan kata “zakat” dengan “shalat” di dalam Al-Quran. Sehingga para ulama bersepakat mengenai wajibnya zakat.

وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

Allah menjadikanku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku mendirikan shalat dan menunaikan zakat selama aku hidup. (Maryam: 31)

وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama-sama orang yang shalat. (Al-Baqarah: 43)

1. Syarat Zakat

  • Islam, Kalau bukan muslim, bukan zakat namanya.
  • Merdeka
  • Berakal dan baligh
  • Memenuhi nisab zakat, telah sampai batas minimal harta.

2. Yang Tidak Boleh Menerima Zakat

  • Keluarga Rasulullah 
  • Keluarga sendiri yang menjadi tanggungan, seperti orang tua dan anak
  • Orang kaya
  • Orang kafir
  • Orang yang kuat bekerja

3. Zakat Mal

Secara umum harta yang harus dizakatkan ada 4 jenis:

Pertama, emas dan perak serta seluruh harta benda yang dapat dikiaskan dengan keduanya, termasuk seluruh jenis mata uang.

Kedua, hewan-hewan ternak (unta, sapi, kambing dan sejenisnya).

Ketiga, pertanian seperti kurma, gandum, dan semua yang dapat dikiaskan dengan keduanya, termasuk beras dan jagung.

Keempat, barang tambang.

Selain empat hal di atas, yang tidak terikat dengan benda namun terikat dengan pekerjaannya, tapi ada zakatnya adalah perdagangan.

4. Penerima Zakat (Mustahiq)

Orang yang berhak menerima zakat (at-Taubah: 60)

إنما الصدقات للفقراء والمساكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفي الرقاب والغارمين وفي سبيل الله وابن السبيل فريضة من الله والله عليم حكيم

  • Orang Fakir (Orang yang tidak ada pekerjaan tetap, sehingga tidak mencukupi kehidupan)
  • Orang Miskin (Orang sudah memiliki penghasilan, namun tidak mencukupi kehidupannya)
  • Petugas-petugas Zakat
  • Mu’allaf, orang yang baru memeluk Islam
  • Orang yang dalam status perbudakan
  • Orang yang memiliki hutang (Berhutang untuk kebutuhan hidup, ia berusaha, nanum gagal dan ia terpaksa berhutang); berhutang untuk kebutuhan kaum muslimin (yang ini, ada kemungkinan adalah orang kaya);
    berjihad fisabilillah (termasuk untuk orang yang berjalan menuntut ilmu)
  • Orang yang sedang dalam perjalanan dan habis bekalnya (tidak dilihat apakah dia orang kaya atau tidak)

NB: Seluruh yang berhak menerima zakat adalah orang (manusia), sehingga tidak ada zakat untuk pembangunan

5. Upah Amil Zakat

Kadar upah atau bayaran yang diterima mereka amil zakat menurut Abû Hanîfah pemberian upah amil, jangan sampai melebihi setengah dari dana yang terkumpul. Sementara itu Imam Syafi’i membolehkan pengambilan upah sebesar seperdelapan dari total dana zakat yang terkumpul.

6. Nisab Zakat

Takaran zakat dinilai dari tingkat kesulitan orang yang berkewajiban zakat.

  • 20% untuk Hasil tambang dan Barang temuan
  • 10% untuk Pertanian dengan syarat bahwa pertanian itu disirami dengan air hujan saja atau air sungai dan parit-parit
  • 5% untuk Pertanian apabila disirami dengan air yang dibuat atau diusahakan sendiri (seperti sumur bor)
  • 2,5% untuk Emas dan Perak dan harta perdagangan
  • Untuk Hewan ternak dihitung berdasarkan jumlah
    • Unta dimulai dari jumlah 5 ekor
    • Sapi dimulai dari angka 30
    • Kambing dimulai dari 40

Sumber:

  • Aditya Nugroho, www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/upah-amil-zakat.htm
  • Amni Nur Baits, konsultasisyariah.com/19738-7-orang-yang-tidak-boleh-menerima-zakat-bagian-01.html
  • Dakwatuna, www.dakwatuna.com/2008/09/19/1047/orang-yang-tidak-boleh-menerima-zakat
  • Kholid Syamhudi, almanhaj.or.id/2805-syarat-wajib-dan-cara-mengeluarkan-zakat.html
  • Maududi Abdullah, hidayahfm.com