Mungkin, pemandangan rel kereta api yang penuh dengan kerikil sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Pastinya, bukan suatu kebetulan ada banyak batu kerikil di sana. Itu lah yang akan kita bahas secara ilmiah di sini.

Tetapi, sebelum itu kita akan mengungkapkan satu fakta tentang batu kerikil. Ternyata bebatuan kecil yang selama ini kita sebut sebagai “kerikil” tidak semuanya adalah kerikil? Menurut KBBI:

ke·ri·kil n butiran batu lebih besar daripada pasir dan lebih kecil daripada kerakal (kira-kira sebesar biji kacang tanah atau biji nangka);

Dari pengertian di atas, dapat dimengerti bahwa kerikil adalah batu yang besarnya antara biji kacang dan biji nangka. Sedangkan, kalau size-nya lebih besar dari biji nangka berarti batu tersebut adalah kerakal bukan kerikil.

Di harapkan, setelah ini kalau ada yang menyebut kerakal, Anda tidak lagi perlu bingung. Oke, langsung saja kita ke pembahasan inti mengenai fungsi batu kerikil dan kerakal di sekitar rel kereta api.

1. Bantalan Pemberat

Rel kereta api terdiri dari 2 bagian. Pertama, sepasang rel panjang dari baja sebagai lintasan kereta. Kedua, Bantalan yang berupa batangan yang bisanya berupa baja atau beton, bahkan kayu yang jumlahnya sangat banyak, mendampingi rel kemanapun berada. Fungsinya sebagai penahan daya tekan, agar rel panjang di atas tidak tenggelam dalam tanah.

Sedangkan batu kerikil yang terkumpul di sekitar rel kereta api, berfungsi sebagai pemberat. Adanya batu kerikil pada batangan bantalan, membantu rel untuk tetap stabil. Dengan begitu, kereta api diatasnya dapat melaju dengan baik dan aman.

2. Penahan Getaran

Pada saat bersamaan batu kerikil juga bermanfaat untuk penahan getaran ketika kereta api melintas.

Bayangkan ukuran dan berat kereta api yang terbuat dari logam, hanya disangga oleh sepasang baja. Tentu akan menghasilkan gaya yang sangat besar. Dengan adanya bebatuan kerikil, goncangan yang terjadi dapat berkurang serta memperpanjang usia rel.

3. Mencegah Erosi

Kondisi iklim Indonesia dengan curah hujan yang tinggi, juga menjadi bahan perhitungan peletakan batu kerikil di sekitar rel kereta tersebut.

Alasannya, agar ketika hujan dan banjir tiba, tidak berakibat pada pengikisan dan erosi tanah yang berada tepat di bawah railway. Karena jika terjadi erosi, kemungkinan dapat mengakibatkan tanah anjlok atau ambles dan menyebabkan kecelakaan fatal.

4. Menghambat Tumbuhnya Tanaman Liar

Tumbuhnya rerumputan maupun tanaman liar disekitar rel kereta api, secara langsung maupun tidak langsung dapat menggemburkan tanah di bawahnya. Akibatnya, tanah di bawah rel menjadi labil.

Adanya bebatuan kerakal, menghalangi cahaya matahali menyinari tanah, dengan begitu persentase tumbuhnya tanaman akan semakin kecil. Bahkan, jika ada benih yang akan tumbuh dari dalam tahan pun akan kesulitan karena dibebani kerikil.

Bonus: Adakah rel kereta tanpa kerakal?

Meskipun batu kerikil & kerakal memiliki banyak fungsi yang sangat bermanfaat bagi rel kereta dan mobilitas, namun di beberapa tempat tertentu tidak ditemukan adanya batu kerikil di sekitar rel. Misalnya, rel kereta api yang dibangun di atas jembatan atau jalan raya.

Jembatan rel kereta api telah dirancang khusus agar dapat menahan getaran yang terjadi ketika kereta melintas semua fungsi batu kerikil telah dialihkan ke mekanisme lain. Lagi pula, tidak akan ada yang namanya erosi dan tanaman tumbuh di sana.

Begitu juga dengan rel kereta yang terdapat di jalan raya, aspal dan semen yang menjadi bahan menbagun jalan telah menggantikan fungsi kerikil dengan baik.

Karenanya, di tempat-tempat tersebut tidak lagi diperlukan batu kerikil yang seharusnya diletakkan di sekitar rel kereta api.

Bacaan seru:

 

4 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here