Doa Nabi Yakub, Ayah Nabi Yusuf

Aku dengar keindahan dari sebuah tempat di masa itu
Tiga buah baju Nabi Yusuf A.S. dalam hidupnya
Baju pertama penuh darah dari tipu daya saudaranya
Baju kedua koyak oleh perangkap Zulaikha
Baju ketiga tercium oleh Ya’qub A.S.
Wajahku pucat pasi seperti baju pertama
Dan hatiku tercabik seperti baju kedua
Tapi aku yakin kalau aku akan seperti baju ketiga
Suatu saat akan sampai kepada seseorang yang mencintaiku selamanya.

Penjelasan

Sebagaimana kita ketahui, kisah tiga baju Nabi Yusuf Alaihissalam adalah salah satu ahsanal qosos  (cerita terbaik yang termaktub dalam al-Quran). Menariknya, dalam kisah ini ada 3 baju yang dikutip al-Quran.

Bayangkan! Bajunya saja dimasukkan dalam kitab suci, kita? Angka 3 di atas tidak hanya menunjukkan jumlah gamisnya, tapi juga 3 peristiwa dan 3 pelajaran. Mari kita simak bersama.

1. Baju Tipu Daya

Yusuf kecil adalah putra tersayang sang ayah. Ceritanya, saudara-saudara anak ini mendengki hingga berniat menjauhkan antara keduanya. Singkat cerita mereka menjerumuskan Yusuf kecil itu ke dalam sumur.

Kemudian mengadukan bahwa ia telah dimakan serigala. Mereka melumurkan darah palsu pada pakaian yusuf.

وَجاءوا عَلىٰ قَميصِهِ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قالَ بَل سَوَّلَت لَكُم أَنفُسُكُم أَمرًا ۖ فَصَبرٌ جَميلٌ ۖ وَاللَّهُ المُستَعانُ عَلىٰ ما تَصِفونَ

Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya’qub berkata، “Sebenarnya ini hanyalah hal yang kalian anggap baik; maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Cukuplah Allah tempat memohon pertolongan terhadap apa yang kamu ceritakan.” (Yusuf: 18)

2. Baju Yang Koyak

Kemudian, Yusuf diselamatkan dari sumur dan dijual di Mesir. Singkat cerita, ia dibeli oleh keluarga mentri kerajaan dan dibesarkan oleh Zulaikha. Hingga suatu saat wanita ini ingin menggoda Nabi dan bajunya terkoyak karena hendak menyelamatkan diri.

قَالَ هِيَ رَاوَدَتْنِي عَن نَّفْسِي وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ أَهْلِهَا إِن كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِن قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ الكَاذِبِينَ وَإِنْ كَانَ قَمِيصُهُ قُدَّ مِن دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِن الصَّادِقِينَ فَلَمَّا رَأَى قَمِيصَهُ قُدَّ مِن دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُ مِن كَيْدِكُنَّ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ

Yusuf berkata, “Dia menggoda untuk menundukkan diriku”, seorang dari keluarga wanita itu memberikan kesaksiannya, “Jika baju gamisnya koyak di depan, maka wanita itu benar dan Yusuf telah berdusta. Jika baju gamisnya robek di belakang, wanita itulah yang berbohong, dan Yusuf yang benar.” Tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang dia berkata, “Sungguh (kejadian) ini adalah tipu daya kamu dan tipu dayamu amatlah besar.” (Yusuf: 26-28)

3. Baju Cinta Setia

Singkatnya, Nabi Yusuf alaihissalam menafsirkan mimpi Raja Mesir kemudian dibebaskan dari penjara seta dijadikan mentri. Ia bertemu saudara-saudara yang dulu menjebloskannya ke sumur, tentunya tidak lagi mengenali wajah Yusuf.

Saat itu mereka datang untuk meminta bantuan pangan. Dari situ Nabi Yusuf tahu bahwa ayahnya mengalami buta karena katarak saking sedihnya kehinlangan Yusuf.

Kesempatan itu dijadikannya untuk mengirim gamis sebagai penyembuh mata Ayahnya, Yakub.

اذهَبوا بِقَميصي هٰذا فَأَلقوهُ عَلىٰ وَجهِ أَبي يَأتِ بَصيرًا وَأتوني بِأَهلِكُم أَجمَعينَ

“Berangkatlah kamu dengan membawa baju gamisku, lalu letakkanlah di wajah ayah, niscaya penglihatannya akan kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku”. (Yusuf: 93)

Selama kesedihan itu, Nabi Ya’kub hanya berkata,

“Sungguh hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihan dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya.”

Sumber:

  • al-Quran al-Karim
  • Bastian Zulyeno, MA. Ph.D

NB:

  • Tidak tahu dari mana asal nama “Zulaikha” ini. Informasi sangat populer di masyarakat Indonesia. Kita perlu menelisik lebih dalam untuk menuai fakta yang benar.
  • Syair di atas menggunakan bahasa Persia dibuat oleh Rudaki penyair abad ke-11, disampaikan dosen saya saat mengajarkan materi pada semester II.

Klik dan baca:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here