Tes Masuk Gontor & Bimbingan Jawab Soal Ujian KMI

Bagikan:

Tiap tahun pendaftaran Pondok Pesantren Gontor dibanjiri calon santri. Banyaknya peserta tes masuk, pengorbanan biaya & waktu kerap menghadirkan dilema antara harap diterima atau takut ditolak.

Apalagi jauhnya jarak yang harus ditempuh; ‘bersaing’ dengan ribuan pendaftar; menimbulkan tanya, “bagaimana jika tidak lulus?”

Kecemasan ini banyak dijumpai pada pertanyaan orang tua di post kami tentang gambaran pendaftaran Gontor.

Sebenarnya masuk Gontor itu mudah.

Setidaknya ada 2 hal yang perlu dipersiapkan untuk lulus tes masuk Gontor:

  1. biaya, dan
  2. ilmu (nonmateriil).

Untuk biaya, bisa berupa dana, dokumen dan lain diantaranya:

  1. Ongkos , walau ada pendaftaran online Gontor, namun kita tetap diharuskan mengikuti ujian offline di lokasi ponpes.
  2. Biaya pendaftaran tahun 2020 sebesar Rp.5.700.000.
  3. Pakaian yang sesuai alam pendidikan pesantren. Bisa dibeli di koperasi ponpes, seperlunya.
  4. Buku pelajaran kurikulum KMI, kalau diterima, dll.

Semoga bapak-ibu sudah siap sedia untuk urusan di atas. Selengkapnya, berapa dan apa yang harus diurus, bisa merujuk web resmi PMDG.

Selanjutnya, persiapan ilmu apa yang tidak bisa dilupakan?

1. Mental Anak dan Calon Wali Santri

Mental anak dan orang tua harus kokoh jika ingin menyerahkan pendidikan anak di pondok pesantren. Kalau perlu bekali putra-putri kita sebuah kain kafan.

a. Ikhlas

Menimba ilmu dalam Islam adalah bagian dari jihad. Perjuangan ini akan sia-sia, tidak bernilai jika tidak dibarengi rasa ikhlas melakukannya karena Allah.

Menyekolahkan anak tidak boleh karena gengsi anak tetangga di ponpes, lantas kita juga harus ke pesantren.

Tidak pantas karena ambisi, melihat banyaknya alumni pondok modern yang jadi pejabat, tokoh masyarakat, kiyai, ketua ormas, kemudian orang tua juga ingin demikian.

Yang terbaik adalah ikhlas karena mengharap ridho Allah, agar anak mengenal Tuhannya, memahami kitab sucinya, mencintai nabinya, serta memberikan lingkungan pendidikan yang kondusif.

b. Doa

Kalau benar ikhlas, maka serahkan semuanya pada Allah. Berdoalah minta yang terbaik. Kalau lulus, semoga yang terbaik untuk dunia dan akhirat; Demikian juga kalau gagal.

PMDG bukan satu-satunya lembaga pendidikan Islam, masih banyak pesantren lain. Di akhir kita bahas apa yang harus dilakukan jika tidak lulus tes masuk.

c. Tawakkal

Sesampainya di lokasi ujian KMI, semua orang dinilai sama; tak kenal jabatan, harta, latar belakang, suku serta bahasa; semua harus dikorbankan.

Bapak-ibu akan tidur dengan alas apa adanya, makan seadanya. Jangan minta diistimewakan atau merasa pengorbanannya mesti dibalas dengan status lulus.

Walau tidak dipungkiri KH. Hasan Abdullah Sahal selalu mengatakan, sebenarnya Gontor ingin menerima semuanya.

Namun apa daya, fasilitas di ponpes ada batasnya. Lagipula tidak semua anak siap mengenyam pendidikan ponpes yang berpusat di Ponorog Jawa Timur.

Daripada dzalim, daripada proses tarbiyah tidak berjalan maksimal.

Maka, diadakan test masuk untuk membatasi jumlah santri baru dengan memilih pendaftar yang paling sanggup menerima ilmu.

Tentu ini cara yang paling adil dibanding harus memilih yang kaya, anak pejabat, kiyai dll.

2. Soal Tes Masuk

Sebenarnya, tes masuk Gontor itu sangat mudah, dibanding ujian akhir KMI.

Sebagai alumni, kami rasakan betul; begitu diterima masuk KMI, santri baru langsung digenjot untuk belajar bahasa Arab sebagai bahasa pengantar dalam keseharian di pondok maupun di kelas.

Tidak heran jika materi terpenting yang diuji untuk menentukan kelulusan adalah:

  1. test baca al-Quran, sebagai standar kemampuan membaca aksara Arab dan,
  2. Imla atau dikte tulisan Arab.

Dua hal ini tak bisa diganggu-gugat. Kalau di sini gak bisa, jangan harap betah di KMI, karena gak bisa mengikuti pelajaran. Percuma kan!

Bahasa Inggris gimana? Ada porsinya tersendiri. Apalagi di SD & SMP, materi tersebut sudah banyak diajarkan.

a. Syarat Diterima Lain

Diluar materi tersebut, juga ada beberapa tes lain yang berpengaruh terhadap urutan kelas, diantranya:

  1. bahasa Indonesia untuk WNI;
  2. Berhitung atau Matematika dasar;
  3. hafalan surat pendek dan doa praktek harian pada ujian lisan;

Perlu dipahami, perbedaan kelas B, C, atau P, bahkan penempatan Gontor cabang tidak berpengaruh atau merubah siklus, silabus dan kurikulum KMI (Kulliyatul Muallimin al-Islamiyah).

Bapak-ibu kalau anaknya diterima nanti, jangan sedih atau kecewa jika ditempatkan di pondok cabang.

Intinya tes masuk KMI cuma itu, tanpa ujian kompetensi, ujian komputer, test bakat dan minat, yang justru terkesan tebang pilih dan tidak esensi.

3. Kebijakan Pimpinan Ponpes

Setelah penilaian tes masuk terlaksana, hasilnya disidangkan bersama Pimpinan Pondok Modern Gontor sebagai pihak yang paling berhak menerima atau menolak siapa saja yang akan belajar di pesantren ini.

Bisa jadi Ponpes menerima calon pelajar yang nilainya agak kecil, baca Qurannya kurang, tulisan Arabnya meleset, melihat anak asal daerah pelosok, minim masjid, madrasah dan da’i.

Bagaimanapun Gontor sudah diwakafkan kepada umat Islam; punya kepentingan dakwah di wilayah minoritas muslim, tidak ada pesantren.

Harapanya, kelak anak ini kembali ke kampunya berdakwah sebagaimana terdapat dalam at-Taubah ayat 122.

Jadilah mundzirul qoum.

Daftar Masuk Gontor
Penyerahan berkas data

4. Tips Menghadapi Ujian Masuk Gontor

Media informasi dan teknologi sudah banyak tersebar luas; Pendaftaran Gontor sudah online, tapi sebatas formulir dan upload beberapa dokumen.

Namun, tes masuk tetap akan dilangsungkan offline secara tertulis dan lisan.

Artinya, calon santri tetap diwajibkan hadir dan berpartipasi di pondok, putra di PMDG 2 Siman, putri di Gontor Putri 1 Mantingan.

Agar ujian ini tidak berbuah penyesalan, kami punya beberapa tips:

a. Al-Quran

In sya Allah mudah. Bisa belajar di mana saja. Yang penting makharijul huruf jelas, tajwid, panjang-pendek, harakat. Makin lancar, fasih, makin bagus.

  • Ketahui letak urutan surat dalam al-Quran. Penguji akan menyebut sebuah surat yang harus dibacakan. Calon santri harus bisa membuka halam surat tersebut dengan benar.
  • Utamakan kebenaran makharijul huruf dan tajwid daripada lantunan irama atau nagham.
  • Mulai dengan taawudz dan basmalah serta akhiri dengan hamdalah dan shodaqollahaladzim.
  • Pahami hukum tajwid beserta definisinya, semua pertanyaan soal al-Quran ada di ayat yang barusan dibaca.
  • Jangan kasih tahu soal yang ananda terima pada kawan yang masih menunggu giliran.
  • Jagan tanya kawan yang telah menghadapi tes ini, sudah pasti ayat yang sudah diuji tidak akan ditanyakan kembali pada anak lain.

b. Imla

Inti tes ini adalah menuliskan kata atau frasa bahasa Arab ketika dibacakan. Coba bapak-ibu baca surat al-Ikhlas sepotong demi sepotong, apakah ananda sudah bisa menuliskannya?

  • Siapkan semua alat tulis, penggaris, pulpen minimal 2.
  • Penguji akan membaca naskah dalam 3x tahapan, bisa juga hanya 2x, tanpa tajwid:
  • Pertama, dibaca keseluruhan. Perhatikan baik-baik, dengarkan.
  • Kedua, dibaca sepotong-sepotong. Peserta ujian menuliskan potongan frasa tersebut setelah diizinkan.
  • Ketiga, dibaca keseluruhan. Dianjurkan melihat kertasnya sendiri untuk mengoreksi kata yang terlewat atau kurang betul.
  • Tulis yang longgar, jarak antar kata.
  • Jangan gunakan tipp-ex untuk menghapus kata yang salah. Coret saja dengan pena, lalu tulis ulang yang benar, agar tidak buang waktu.
  • Perhatikan panjang-pendek bacaan.
  • Jangan keliru antara hamzah dan ain, qof dan kaf, dsb.
  • Tulis yang jelas dan rapi, jangan takut kehabisan kertas.

Jika dirasa sulit mengakses guru yang bisa mengajarkan imla, silakan buka Google, Youtube untuk tutorial, atau mencari Primago, Bimago (bimbingan masuk Gontor) terdekat.

C. Bahasa Indonesia

Untuk test ini, saya percaya 99% semua bisa. Contoh soalnya gak jauh dari yang udah-udah di sekolah umum.

  • Semuanya esai.
  • Pilih yang mudah dulu.
  • Kuasai definisi, contoh dan jenis aturan dalam tata bahasa Indonesia, seperti:
  • ragam kata,
  • antonim, sinonim,
  • pernyataan langsung maupun tidak langsung,
  • peribahasa, majaz,
  • kata dasar, dan imbuhan.

D. Berhitung Soal & Angka

Merujuk pada web resmi PMDG, materi ujian Berhitung di sini adalah pelajaran Matematika dasar setingkat SD. In sya Allah mudah untuk anak SMP.

  • Tidak ada pilihan ganda, semuanya esai.
  • Disediakan kertas coret-coret.
  • Tulis langkah rumus dan jawaban, masing-masing punya nilai.
  • Pilih selesaikan soal yang lebih mudah dulu.

Contoh Soal

Ini hanya gambaran, bisa jadi masih berlaku atau tidak.

  1. Jarak Jakarta-Bandung 500 KM. Jika sepanjang jalan ditanam pohon dengan jarak masing-masing 10 M, berapakah jumlah pohon yang harus ditanam antara dua kota tersebut?
  2. Berapa jumlah keramik 30 CM X 30 CM yang bisa dipasang pada lantai seluas 11 M X 13 M?
  3. Usia Ahmad sekarang 10 tahun, umur Umar setengah umur Ahmad. Berapakah usia Umar saat Ahmad berusia 60 tahun?

E. Ibadah & Doa harian

Pembiasaan diri penting sejak sebelum ujian. Akan terlihat siapa yang memang sudah biasa praktik dalam keseharian dan siapa yang hanya menghafal untuk ujian.

  • Soal seputar ibadah-ibadah sehari-hari dari mulai bangun tidur hingga tidur kembali.
  • Jangan ragu memperaktikan sebuah gerakan ibadah di hadapan penguji.
  • Lakukan sepernuh hati secara kaffah. Kalau diminta peragakan wudhu misalnya; gulung lengan baju, lepas sepatu, dsb. seolah akan berwudhu betulan.
  • Ketika lupa gerakan atau bacaan, lebih baik katakan apa adanya

F. Phsyco-Test

Ujian ini dilangsungkan di waktu dan ruangan yang sama dengan tes baca Quran dan hafalan doa di atas.

  • Siapkan mental dan keberanian untuk berkomunikasi dengan suara yang lantang dan penuh percaya diri.
  • Ucapkan “Assalamu’alaikum …” saat mau masuk.
  • Kalau bisa, masuk setelah diberikan izin, “silakan masuk”.
  • Jika berkesempatan, cium tangan penguji saat masuk & keluar ruangan.
  • Siapkan jawaban untuk pertanyaan berikut:
  • Nama lengkap
  • Asal daerah dan sekolah
  • Motivasi masuk ponpes
  • Darimana mengenal Gontor
  • Ke Gontor Apa Yang Kau Cari?
  • Jaga adab perilaku dan tutur kata selama ujian berlangsung.
  • Ucapkan terima kasih, dan salam ketika keluar ruangan.

5. Jika Dinyatakan Belum Lulus

Capel yang belum lulus ujian masuk pesantren ini dapat melakukan hal berikut:

  • Mengambil kembali semua biaya masuk, di luar sumbangan pembangunan PMDG Putri 8, Uang Kepanitiaan dan setengah bulan uang makan.
  • Mendaftar di pondok alumni yang tersedia di stand sekitar area pengumuman.

Kontak Panitia Ujian Masuk KMI

Informasi lebih lanjut seputar pendaftaran, cara daftar online dan sebagainya dapat diajukan kepada Panitia via:

  1. Email/Hangouts : panjimas@gontor.ac.id
  2. Telp/SMS/Whatsapp/Telegram : 0811-30-1926

Leave a Comment