Novel: UDQ #8 Senja Ini

SHARE
Ungkapan Dalam Hati Gadis

Gak semua hal bisa kita raih dengan mudah.
Kadang kita perlu berkorban.
Atau setidaknya kita bisa mengambil hikmah dari apa yang terjadi.

Langit hampir senja, matahari bersinar teduh seakan berpamitan dengan para tumbuhan di bumi.

Meski hampir setiap hari peristiwa ini terjadi, seharusnya kita dapat menikmatinya, karena belum tentu besok kita bisa merasakannya. Tapi Raia malah berwajah masam di hadapanku.

Aku tahu jawabanku kurang memuaskan karena Erka tidak dapat dibujuk untuk pergi bersama Raia walaupun sekedar ngedate. Aku bisa apa, memang nyatanya Erka tidak menyukai Raia.

Jika aku paksa, yang ada Erka akan merasa jenuh dan mungkin malah menghindar.

“Emang apa sih yang kurang dari aku? Sampai dia berani nolak begitu?” Raia menggulung-gulung ujung rambutnya.

Pertanyaan Raia itu seakan merubah teras rumah yang penuh tanaman tiba-tiba menjadi sebuah ruangan lembab tak berudara.

Aku tahu Raia memang cantik, tapi tidak semua orang menilai dari penampilan. Kadang aku merasa gadis ini benar-benar dangkal, tapi dia tidak akan mengerti sampai ada yang menyadarkannya.

“Raia, gak semua hal bisa kita raih dengan mudah. Kadang kit….”

“Aku pulang aja Ar.” Pamit Raia sebelum aku selesai bicara.

“…a perlu berkorban. Atau setidaknya kita bisa mengambil hikmah dari apa yang terjadi.” Aku tetap melanjutkan kata-kataku sambil melihat pundak Raia yang makin menjauh dari pandanganku.

Dia tak mau mendengar kata-kataku.


Aku sedikit memutarkan badanku untuk berhadapan dengan Erka yang semula di belakangku.

Sebenarnya aku ingin membujuknya lagi agar ia mau pergi dengan Raia. Tapi aku takut dia bosan.

Aku perhatikan jemari Erka yang menarikan pensil di selembar kertas’ ia menggambar ‘Conan Edogawa’ tokoh kartun yang sangat aku sukai.

“Kalau kamu mau bahas Raia, maaf aku gak nafsu.” Ucap Erka masih terfokus pada gambarnya.

“Iya aku tahu, aku juga gak mau bikin kamu bosan hanya karena bahas dia.” Tanggapku.

“Untung kamu orangnya pengertian, jadi aku gak harus dengerin sampai tuli permintaan konyol itu lagi.”

Aku terdiam, maksudnya itu memujiku atau mengejek? Laki-laki ini, Seorang gadis cantik seperti Raia saja bisa tidak ia tanggapi.

Seandainya aku yang mengajaknya nge-date mungkin akan langsung diacuhkan.

“Bagus kan?” Erka menunjukkan hasil gambarnya yang baru saja selasai.

“Banget!” kataku menganggukkan kepala.

Erka tersenyum lebar kemudian menanda tangani gambar tersebut. “Simpan ya!” pintanya sambil menyodorkan gambar itu.

Aku menerima gambar itu dan hanya bisa menganggukkan kepala karena terkagum. Aku kembali keposisi semula dengan menatap terpaku pada gambar.

“Aku tahu dari Rama kalau kamu juga suka Detective Conan.” Bisiknya yang mendekat ketelingaku.

‘Deg’ aku merasakan sesuatu membentur dinding jantungku. Kenapa ini? Aku merasakan sesuatu yang aneh. Erka, karena dia kah?


Daftar Isi Novel Online Ungkapan Dalam Qalbu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here