Arti Ukhuwah Islamiyah Realisasi Menjaga Persatuan Umat

Secara umum ukhuwah islamiyah adalah persatuan dalam agama Islam, artinya persaudaraan tersebut berlandaskan nilai-nilai al-Quran & al-Hadits.

Kenapa Quran dan Hadits? Karena semua konsep dan ajaran Islam terhimpun dalam 2 pedoman tersebut.

A. Eksistensi Persaudaraan Umat Islam

Konsep brotherhood antar manusia telah ada sejak awal peradaban di bumi. Al-Quran beberapa kali menyebut nabi Adam sebagai ayah kita.

Lalu anak-cucunya ada yang tetap beriman dan sebagian lain memilih kufur.

Kemudian Allah satukan umat Muhammad dengan perintah brotherhood dalam al-Quran sebagai sebuah keistimewaan, yang menghubungkan kita dengan para nabi terdahulu seperti Nuh, Ibrahim, Musa & Isa alihimussalam.

Dalilnya firman Allah  yang berbunyi,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Orang-orang beriman itu bersaudara. … (al-Hujurat: 10)

Ajaran ini membentuk visi-misi seorang muslim dalam menjawab kegelisahan banyak orang tentang dari mana dirinya berasal, untuk apa ia ada dan apa yang terjadi setelah mati.

Kita menyaksikan sendiri, orang mukmin selalu punya 2 sifat yang kini turut jadi bagian Ilmu Psikologi Islam:

  1. Bertauhid akan keesaan Allah.
  2. Manusia bukanlah evolusi simpanse dan sebagainya.

Ini hanya bagian kecil dari contoh real bahwa ukhuwah Islamiyah bukanlah jargon, slogan semata atau pemanis naskah pidato.

Ukhuwah dalam Islam adalah bagian dari keutuhan iman yang tidak bisa dihapus atau diganti.

1. Urgensi

Telah memahami bersama, ukhuwah islamiyah adalah keharusan alias wajib. Tapi kan, wajib ini beda-beda tingkatannya. Kadang ada batas waktu, tempat & individu sesuai urgensinya.

Lantas, seberapa penting jalinan kasih ini di mata Islam?

Sebagaimana hukum hubungan antara anak-orang tua, murid-guru, suami-istri; yang tak berbatas waktu dan tempat; Mukmin dan muslim pun demikian.

Derajat kepentingannya pun diumpamakan sebuah konstruksi.

الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا

Mukmin satu dengan mukmin lain bagaikan bagunan yang saling mengokohkan. (al-Tirmidzi)

Jauh lebih dalam lagi maknanya, nabi Muhammad bersabda:

مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وَ تَرَاحُمِهِمْ وَ تَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى

Perumpamaan orang beriman dalam berkasih – sayang dan cinta seperti tubuh yang padu, jika salah satu organnya sakit, maka bagian tubuh lain ikut merana dengan sulit tidur dan demam. (Muslim: 4685)

Makanya jangan heran jika kita selalu dituntut peduli akan kondisi muslim di Palestina, Syiria, Irak, Afganistan, Uyghur, dan Rohinghya tanpa memandang perbedaan madzhab fiqih.

Kita sedulur. Kelak tanggung jawab kita terhadap mereka akan dipertanyakan di hadapan Allah.

2. Esensi

Sejatinya setiap perintahkan Allah adalah demi kebaikan hamba-Nya.

Sedikitnya ukhuwah ini membentuk pola pikir umat. Di samping itu telah datang firman Allah azza wa jalla yang menyatakan bahwa ukhuwah adalah nikmat.

فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا

Kemudian Allah menyatukan hati kalian, dengan nikmat-Nya kalian menjadi saudara. (Ali Imran : 103)

Apa saja nikmat itu? Terus baca sampai tuntas.

B. Makna Ukhuwah Islamiyah

Setelah mengenal hakikat dan tingginya nilai ukhuwah Islamiyah, mari sejenak membedah kedua kata tersebut demi keutuhan paham kita.

1. Arti Ukhuwah

Kata “ukhuwah” (أخوَّة) merupakan nomina dari kata “اخا” yang artinya “menjadikan saudara”1, “hubungan solidaritas dan cinta”2.

Maksudnya adalah menjadikan orang lain layaknya saudara kandung.

Misal, sebelumnya gak kenal, fulan bukan siapa-siapa, karena sering bertemu di masjid untuk shalat, kita yakin dia muslim, dengan tangan terbuka kita anggap seperti kakak/adik sendiri.

Satu hari dia tidak muncul di masjid. Tentu kita akan bertanya. Ternyata dia sakit, mari kita jenguk. Demikian relationship ini bekerja.

Untuk realisasi & pengamalannya yang lebih luas, in sya Allah akan kita bahas di bawah.

Sampai sini dipahami bahwa persaudaraan sesama muslim tidak mesti punya hubungan darah, kerabat atau pernikahan.

Lewat etimologi ini pula kita diajarkan mahalnya nilai saudara kandung.

Karena orang lain dijadikan ikhwan, maka sepatutnya kita menjaga hubungan kakak-adik sendiri.

2. Islamiyah Artinya

Adapun Islamiyah adalah sifat untuk ukhuwah tersebut. Artinya, persatuan yang terjalin antar mukmin haruslah sesuai syariat agama Islam.

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

Jika mereka bertaubat,3 mendirikan shalat, menunaikan zakat, maka mereka adalah saudara seagama kalian (ikhwah fiddin). (al-Taubah : 11)

Dalil tersebut juga meluaskan makna persaudaran dalam Islam, tanpa membedakan suku, ras, warna kulit, negara, bahasa, budaya, profesi, jabatan, style baju dan sebagainya.

Hal ini diperkuat hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَلَا إِنَّ رَبَّكُمْ وَاحِدٌ، وَإِنَّ أَبَاكُمْ وَاحِدٌ، أَلَا لَا فَضْلَ لِعَرَبِيٍّ عَلَى عَجَمِيٍّ، وَلَا لِعَجَمِيٍّ عَلَى عَرَبِيٍّ، وَلَا أَحْمَرَ عَلَى أَسْوَدَ، وَلَا أَسْوَدَ عَلَى أَحْمَرإلَّا بالتَّقوَىَ

ًWahai sekalian manusia! Ketahuilah Tuhan yang menciptakan kalian adalah satu (Allah) dan kalian berasal dari keturunan yang satu (Adam). Ketahuilah, orang Arab tidak lebih mulia atas non-Arab, tidak pula non-Arab atas orang Arab, tidak pula orang kulit merah atas kulit hitam, begitu pula orang kulit hitam atas kulit merah. Kecuali dengan takwa. (Ahmad)

Inilah sebab agama ini tetap kokoh menentang segala bentuk diskriminasi serta sistem kasta penggolongan manusia, terutama dalam konteks “bawaan lahir” yang merupakan ketetapan takdir ilahi.

Jadi, Ukhuwah Islamiyah artinya persaudaraan yang dibangun atas dasar nilai & ajaran Islam.

Ukhuwah Islamiyah golongan Ahlu Sunnah
Shalat Jamaah simbol Ukhuwah Islamiyah

C. Realisasi Ukhuwah Islamiyah

Setelah membaca apa pengertian ukhuwah islamiyyah, mari kita lanjut kepada bagaimana prinsip ini seharusnya dilaksanakan.

1. Katakan Cinta

Konsep Iman itu rasa dalam hati, ucapan dari lisan, dan action. Tampaknya filosofi cinta pun demikian, butuh dibuktikan dan kadang perlu dikatakan.

Rasul shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا أَحَبَّ أَحَدُكُمْ أَخَاهُ، فَلْيُعْلِمْهُ أَنَّهُ يُحِبُّهُ

Jika kalian mencintai ikhwan sesama muslim, maka sampaikan bahwa kalian mencintainya. (al-Nasai)

a) Ana Uhibbuka Fillah

Tidak cukup satu dalil, atsar senada pun diriwayatkan Imam al-Baihaqi & Abu Daud.

Satu hari seorang pria berkata pada Rasulullah, “Aku mencintai dia karena Allah (Inni uhibbu fulanan fillah)”

“Apakah kamu sudah memberitahunya?” Tanya Shallallahu alaihi wa sallam.

Pria itu menjawab, “Belum”.

“Kalau begitu, katakan padanya” perintah Nabi.

Kemudia laki-laki tersebut menemui ikhwah yang dimaksud dan menyampaikan, “Aku mencintaimu karena Allah (Inni uhibbuka fillah)”

Sang ikhwah itu pun memberikan respon -yang kemudian jadi sunnah kita saat ada yang menyatakan hal serupa-, “Semoga Allah mencintaimu sebagaimana Dia menjadikanmu mencintaiku karena-Nya. (ahabbakalladzi ahbabtani lahu)”.

FYI : Ana uhibbuka fillah artinya aku mencintaimu karena Allah.

Begini tulisan Arabnya “أنا أحبك في الله” kalau ikhwan ingin mengutarakan cinta pada ikhwan seiman, atau anak laki-laki.

2. Hak & Kewajiban

Tentunya setiap cinta punya ‘harga’ yang harus dibayang dengan tanggung jawab. Setidaknya ada beberapa yang ringan dan sebaiknya tidak pernah ditinggalkan sebagaimana berikut.

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ : إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ

Hak muslim atas sesamanya ada 6:

  1. Membalas salamnya4,
  2. Memenuhi udangannya,
  3. Memberikan nasihat terbaik jika diminta,
  4. Menjawab tahmidnya saat bersin,
  5. Membesuknya di kala sakit,
  6. Mengantarnya sampai dikuburkan ketika wafat. (Ahmad)

3. Menolong yang Dzalim

Pernyataan ini datang dari Rasulullah,

انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أَوْ مَظْلُومًا

Tolonglah saudaramu yang dzalim dan yang dizalimi … (Ibnu Hibban)

Loh, nolong yang dizalimi itu jelas penting. Tapi apa maksudnya menolong yang dzalim?

Kira-kira demikian pula para sahabat heran.

Menurut Baginda, menolong yang dzalim maksudnya menutup pintu kesempatan aksi kriminal dan mencegah orang dari berbuat dosa.

Dalam konteks lebih luas seperti bernegara, bisnis dan mitra kerja, seorang muslim dituntut profesional.

Selain jujur dan saling percaya, kita dituntut membangun sistem tanpa celah kejahatan, pemgkhianatan yang dapat merusak persaudaraan.

Meski telah lama saling kenal, kita gak perlu merasa “antum gak percaya sama ane?” saat diminta data, jaminan atau tanggung jawab.

Because, Allah mencintai mukmin yang profesional. (al-Baihaqi)

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُؤْمِنَ الْمُحْتَرِفَ

Dalam lingkup lebih detil, jangan pernah minta “harga teman” pada ikhwan yang punya usaha atau buka jasa.

4. Menjadi Cermin

‘Cermin’ itu merefleksikan image di hadapannya. Menjadi cermin artinya melihat gambaran diri kita pada orang lain atau sebaliknya.

… المُؤمن مرآةُ أخِيه

Orang mukmin itu cermin bagi saudaranya. (al-Bukhari)

Artinya, kalau lihat muslim kurang baik, kita mesti berkaca, mungkin saja diri ini lebih hina darinya.

Bisa saja dia begitu karena kita yang salah. Atau setidaknya, kita jaga kehormatannya.

Bercerita tentang dosa saudara pada orang lain, sama saja kita telanjang di muka publik. Silakan saja kalau gak punya malu.

Jika ada aib, tutupi. Jika ada salah, ingatkan atau perbaiki. Toh kita juga tidak ingin jadi bahan ghibah.

5. Solider

Ada satu rahasia hidup bahagia para sahabat Rasul, yakni solidaritas.

Jika membaca, kita akan tahu para sahabat itu adalah generasi terbaik & terhebat. Ukhuwah mereka sangat kokoh, jangan tanya Persia dan Romawi keok.

Meski rajin, jujur, pandai, pokoknya mereka punya semua kriteria orang sukses menurut motivator & CEO; Namun tidak sedikit yang tetap miskin.

Apakah mereka sedih, putus asa, kecewa? Tidak.

Kaya-miskin bagi mereka bukan masalah, karena itu semua hanya nasib takdir. Yang penting udah usaha (tawakal).

Lagi pula, orang miskin di kalangan mereka gak bermental pengemis & orang kayanya berjiwa dermawan. Cocok!

Inilah solidaritas. Masing-masing mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana untuk diri sendiri.

Golongan kaya di antara mereka tidak pernah abai akan kondisi ikhwahnya yang miskin.

Mereka tidak mau kenyang sendiri, jika ikhwannya lapar. Penderitaan saudara adalah aib diri sendiri.

Makanya, yang miskin pun gak pernah iri atau hasad pada kekayaan saudaranya yang kaya.

Yang jomblo juga banyak yang peduli.

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

Tidak sempurna iman kalian, sampai mencintai kebaikan untuk saudaranya sebagaimana untuk dirinya sendiri. (al-Darimi)

6. Beristighfar

Masih inget tentang nikmat dan keterkaitan orang beriman dengan generasi sebelumnya, di awal pembahasan?

Nah, ini ada lagi dalil lain yang membahas itu. Allah berfirman,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Orang-orang beriman setelah mereka berdoa, “Wahai Tuhan kami, ampunilah dosa kami dan saudara kami yang telah beriman terlebih dahulu. Jangan biarkan kedengkian terhadap orang beriman bercokol di hati kami. Sungguh Engkau Maha Baik dan Penyayang.” (al-Hasyr: 10)

Memohon ampunan untuk muslim di tempat dan waktu lain adalah bagian dari mengamalkan perintah ukhuwah islamiyah.

Bahkan mendoakan orang lain menjadi tiket doa kita dikabulkan. Rasul bersabda,

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

Allah mengabulkan doa sembunyi-sembunyi seorang muslim untuk ikhwannya. Para malaikat pun turut mengamini, “Semoga Allah ijabah, bagimu kebaikan yang serupa”. (Shahih Muslim)

7. Meluangkan Waktu

Udah tahu kan; sholat, dzikir, baca Quran itu termasuk amalan terafdhol. Apalagi kalau ngerjain itu semua di masjid Nabawi, sebulan Ramadhan.

Kata Nabi, satu sholat di masjid Nabawi sama dengan 10.000 kali sholat di belahan bumi lain, kecuali Masjidil Haram dan al-Aqsha.

Apalagi ittikaf di sana. Kebayang dong banyaknya.

Untungnya bukan itu ibadah yang paling dicintai Allah dan Rasulnya. Lagipula belum tentu kita punya ongkos, paspor & visa.

Di sini aja, bisa kok kita menunaikan ibadah tercinta Rasul. Apa itu?

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ، وَأَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ، أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً، أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا، أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا، وَلَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِي فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ وَمَنَ كَفَّ غَضَبَهُ سَتَرَ اللهُ عَوْرَتَهُ، وَمَنْ كَظَمَ غَيْظَهُ، وَلَوْ شَاءَ أَنْ يُمْضِيَهُ أَمْضَاهُ مَلَأَ اللهُ قَلْبَهُ رَجَاءً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ مَشَى مَعَ أَخِيهِ فِي حَاجَةٍ حَتَّى يَتَهَيَّأَ لَهُ أَثْبَتَ اللهُ قَدَمَهُ يَوْمَ تَزُولُ الْأَقْدَامِ

Manusia paling Allah cintai adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain & amal yang paling Ia cintai ialah :

  1. mencurahkan kebahagiaan untuk muslim, atau:
  2. mengapus kesedihannya,
  3. melunaskan hutangnya,
  4. menghilangkan laparnya,

… Berjalan bersama saudaraku untuk menuntaskan hajatnya lebih aku sukai dari ittikaf di masjid (Nabawi selama sebulan Ramadhan). …

  • Siapa yang menahan marahnya, maka Allah tutup aibnya.
  • Siapa yang mengontrol murka di saat mampu melampiaskannya, niscaya Allah penuhi hatinya dengan harapan di hari kiamat.
  • Siapa yang menemani saudaranya menuntaskan suatu keperluan, kelak Allah teguhkan langkahnya di hari kebanyakan orang tergelincir. (al-Thabrani)

8. Hormat

Hormat serapan kata dari hurumat. Artinya, kesucian yang tidak boleh dilanggar. Sengaja saya pilih diksi ini agar mudah diingat untuk menggambarkan sebuah konsep besar.

Inilah batas antara muslim yang mesti dijaga baik-baik, bagi siapa saja yang benar berpegang teguh pada ajaran Kitabullah dan Sunnah Rasulillah.

Perhatikan sabda berikut,

لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللهِ إِخْوَانًا الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ لَا يَظْلِمُهُ وَلَا يَخْذُلُهُ وَلَا يَحْقِرُهُ التَّقْوَى هَاهُنَا ( وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ) بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ، دَمُهُ، وَمَالُهُ، وَعِرْضُهُ

  • Janganlah kalian saling hasad,
  • jangan mencari-cari kesalahan,
  • jangan marahan,
  • jangan bermusuhan dan
  • jangan pula menego barang yang sedang ditawar orang lain.

Jadilah hamba Allah yang berukhuwah. Sesama muslim bersaudara;

  • tidak mendzaliminya,
  • tidak mengabaikannya dan
  • tidak pula menghinanya.

Takwa itu di sini letaknya (Beliau menunjuk dadanya sebanyak 3x). Cukuplah seorang dianggap buruk karena menghina saudara muslimnya.

Setiap muslim diharamkan merampas (3 hal) dari sesamanya:

  • darah
  • harta, dan
  • kehormatan. (hadits riwayat Imam Muslim)

a) Konsep

Setelah membaca hadits di atas, setidaknya kita dapat menarik kesimpulan bahwa aksi terorisme semacam ISIS tidaklah dilakukan oleh muslim.

Meski semua manusia & jin berkata muslim, yakinlah mereka bukan orang Islam.

Kenapa?

Karena mereka melanggar komando Rasul, “jangan membunuh” mereka malah menumpahkan darah.

Diperintah “jaga nama baik agama”, justru mereka mengundang media massa mem-framing Islam dengan kejahatan.

Apalagi yang kurang!

Korbannya kebanyakan muslim. Padahal letak geografis mereka dekat zionis penjajah. Tapi tak sedikitpun ISIS membela Palestina.

Sampai saat ini pun tak ada bukti bahwa mereka benar beragama Islam. Justru sebaliknya, banyak liputan yang menampakkan ketidakmampuan membaca al-Fatihah.

Tahu sendiri kan, betapa pentingnya surat itu. Jangan tanya gimana tafsir, mustholah, fiqih mereka. Ambyar.

Kalaupun bener ada muslim, kemungkinannya dia ditipu.

Isis gak punya modal ilmu untuk menipu, kecuali bendera bertuliskan “Muhammad Rasulullah”.

Tapi karena memang bukan muslim, mereka luput bahwa agama Islam tidak punya simbol.

D. Manajemen Konflik

Setelah tahu apa itu ukhuwah islamiyah, kita masih akan bertanya bagaimana menjaga hubungan ikhwah fillah jika bersimpangan dengan beda pendapat, salah paham dan kekeliruan?

Pasalnya, tak jarang hal-hal macam ini terjadi dan melahirkan permusuhan.

1. Menjaga Lisan

Dalam shirah nabawiyah kita mengenal banyak sahabat Rasul. Mereka terbukti menjadi generasi terbaik, utamanya dalam praktik nilai-nilai keislaman.

Faktanya mereka tidak selalu adem ayem. Kadang selisih, cekcok bahkan sampe mau saling perang. Tapi, semuanya indah dalam bingkai ukhuwah dalam Islam.

Yang paling menonjol adalah mereka selalu menjaga lisan. Saat berbeda pun, tak sepatah kata pun caci dan hinaan terucap.

Sadar, bisa jadi pihak sebrang hanya keliru. Sementara merendahkan muslim adalah dosa kefasikan yang nyata.

2. Mendoakan

Tak perlu heran sebagaimana telah dijelaskan dalam bab realisasi, brotherhood itu saling mendoakan. Termasuk dalam perseteruan.

Doa di kala sendiri adalah bukti nyata bahwa ‘permusuhan’ yang terjadi adalah benar karena Allah. Bukan karena dunia, nafsu, dan kepentingan.

  • Doakan hidayah untuk kita dan dia.
  • Doakan ampunan.
  • Berdoa agar perselisihan ini tidak menimbulkan fitnah dalam agama.

Apa saja, yang penting baik bagi semua.

3. Jangan Khianat

Ada kisah indah saat khalifah Ali bin Abi Thalib bertikai dengan Muawiyah bin Abi Sufyan, yang saat itu seorang gubernur.

Sebabnya sang Khalifah tidak mau mengadili para pemberontak yang mengakibatkan wafatnya khalifah Utsman bin Affan selaku sepupu sang Gubernur.

Singkat cerita, kabar perselisihan ini terdengar sampai ke raja Romawi.

Melihat kesempatan emas, Raja tersebut mengirim surat,

“Gw denger elo lagi ribut sama Ali. Kalau lo mau, gw bisa bawain kepalanya si Ali.”

Dengan tegas, Muawiyah menjawab,

Apa urusanmu dengan saudara yang sedang bertengkar! Kalau aku mau, aku bisa menyerahkan kepalamu pada Ali.


1 Ahmad Mukhtar, Mu’jam al-Lughah al-Arabiyah al-Mu’ashirah, v.1, h.72.

2 Al-Maany, https://www.almaany.com/ar/dict/ar-ar/أخوة/

3 Bertaubat dari menyembah selain Allah. Ibnu Katsir, Tafsir al-Quran al- Adzim.

4 Salam Ukhuwah Islamiyah yakni “Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh”. Arti salam ukhuwah ini adalah “Semoga keselamatan dan rahmat serta berkah Allah tercurahkan kepadamu”.

Leave a Reply