Info Pendaftaran Pondok Pesantren Gontor & Biaya Masuk 2021

Sehubung banyaknya pertanyaan terkait Pendaftaran Pondok Pesantren Gontor yang kami temukan. Rasanya, kami berkewajiban untuk menyediakan informasi seputar pendaftaran Gontor ini. Sekedar membantu para orang tua yang sedang merancang pendidikan anak-anak mereka.

Jika ada pertanyaan yang belum terjawab, boleh menulisnya di kolom komentar. Insya Allah akan kami bantu cari jawabannya.

A. Baru Lulus SD, Anak Saya Bisa Masuk Gontor?

Ponpes Gontor membuka dua kelas kurikulum KMI. Kelas Reguler dan kelas Intensif. Kelas Reguler diperuntukan bagi calon santri yang baru tamat SD atau yang sederajat. Sementara Kelas Intensif diperuntukan bagi pelajar tamatan SMP atau sederajat.

1. Saya Seorang Sarjana, Apakah Boleh Mendaftar?

Gontor sangat terbuka bagi pendidikan. Tahun 2017 saja terdaftar ada 2 pelajar lulusan S-1. Syawwal 1439, Pesantren ini mencatat ada 12 calon pelajar yang berasal dari SMA. Nantinya, mereka akan digolongkan dalam kelas intensif.

B. Berapa Tahun Lama Studi di Gontor?

Untuk kelas Reguler, waktu belajar kira-kira 6 tahun ditambah 1 tahun masa pengabdian. Kelas Intensif berlangsung selama 4 tahun ditambah 1 tahun masa pengabdian.

1. Kelas Intensif, Kenapa Lulusan SMP Harus 4 Tahun?

Sebagian orang tua dan calon santri bertanya-tanya, “kenapa lulusan SMP lama sekali masa studinya. Bukankah seharusnya cuma 3 tahun?”

Gontor ingin menciptakan alumni yang kaffah alis berintegrasi dengan ilmu dan saudara-saudara sesama alumni. Mayoritas santri di Gontor adalah lulusan SD. Mereka mulai belajar di usia SMP kelas 1. Pelajaran mereka lengkap dan utuh. Pelajaran kelas 3 KMI, ada hubungannya dengan materi di kelas 6 kelak. Kelas 5 KMI ada kaitannya dengan materi saat kelas 2.

Untuk itulah, lulusan SMP bahkan SMA yang masuk ke Gontor harus menempuh masa studi sepanjang 4 tahun.

Dua tahun pertama, untuk mengejar ketertinggalan materi. Satu tahun pertama isinya pelajaran kelas 1-2 KMI, satu tahun kedua untuk materi kelas 3-4 KMI. Sisanya, 2 tahun kedua normal karena tidak bisa dirangkum dalam satu tahun saking beratnya.

Dengan begitu, semua alumni Gontor punya standar yang sama.

2. Apa Itu Masa Pengabdian?

Masa pengabdian adalah waktu seorang santri yang barus lulus KMI dituntut mengamalkan segala ilmu yang telah ia dapatkan, minimal satu tahun. Pengabdian ini syarat mengambil ijazah yang tidak pernah dijanjikan Pondok Modern Gontor.

3. Apa itu KMI?

KMI (Kulliyatul Muallimin al-Islamiyyah) adalah kurikulum Gontor yang sudah baku dan paten diterapkan sejak pondok modern ini berdiri.

KMI menggunakan materi dan buku yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga ada keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lain. Pelajaran kelas 1 berhubungan dengan pelajaran kelas 6 kelak.

Dengan Kurikulum KMI ini, Gontor tidak menginduk pada KEMENDIGBUD maupun KEMENAG, bahkan tidak ikut dalam ujian nasional (UN). Namun, ijazah Gontor tetap diakui dan dapat digunakan untuk melanjutkan kuliah di universitas dalam dan luar negeri, swasta maupun PTN.

4. Kenapa Gontor Tidak Menjanjikan Ijazah?

Gontor adalah lembaga pendidikan yang fokus pada praktik nyata terhadap ilmu. Bagi Gontor, “pengakuan masyarakat terhadap amal dan pengabidanmu, itulah ijazah”. Percuma saja lulus menurut akademi, tapi tidak lulus secara akhlak.

الأدب قبل العلم

Moral lebih utama daripada ilmu

C. Transportasi yang Dapat Digunakan Untuk Sampai ke Pondok Modern Darussalam Gontor

Kalau kita menggunakan jalur udara, terdapat tiga bandara terdekat. Yaitu Bandara Jogja, Bandara Solo dan Bandara Surabaya.

Jika Anda ingin ke Gontor Putri Mantingan melalui Bandara Jogja, saran saya naik kereta api Prambanan Express (Pramex) menuju Solo. Nanti dari stasiun KA Solo lanjutkan ke terminal Tirtonadi, bisa naik taksi atau becak. Kalau naik becak waktu tempuhnya 10 menit ±.

Kalau dari Bandara Adi Somarmo naik taksi ke terminal Tirtonadi. Setelah dari terminal, banyak bus yang dapat kita gunakan untuk sampai ke Mantingan atau ke Ponorogo. Dari Solo ke Mantingan waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam.

Sementara dari Solo ke Ponorogo waktu tempuhnya sekitar 3,5 jam. Sedangkan dari Surabaya ke Mantingan waktu tempuhnya sekitar 3 jam. Dan kalau ke Ponorogo waktu tempuhnya kurang lebih sama.

Kalau naik kereta, bisa turun di stasiun Madiun. Dari sana banyak bus yang dapat ditumpangi. Kalau ke Ponorogo turun di terminal Ponorogo, dilanjutkan trayek atau ojek ke Gontor. Insya Allah semua warga sudah tahu. Bisa juga dari stasiun Madiun naik ojek, kurang lebih satu jam perjalanan.

D. Pendaftaran Gontor 2021 Online

Sebagaimana tahun lalu di tengah wabah Covid-19, Gontor mewajibkan pendaftaran secara online. Hanya pendaftaran bukan test masuk. Mohon diperhatikan baik-baik.

Mohon para calon orang tua wali berhati-hati terhadap beberapa pihak personal, fanspage yang mengatasnamakan pesantren.

Pendaftaran ini resmi, syarat ikut ujian masuk, dapat diakses via website resmi Gontor.

Berkas akan diproses dalam 2×24 jam, maka sebaiknya jangan menunda-nunda. Bapak-ibu bisa login untuk cek verifikasi.

1. Waktu Daftar

  • Dibuka tanggal 1 Ramadan 1442/13 April 2021.
  • Ditutup tanggal 20 Ramadan 1442/2 Mei 2021 pukul 24.00 WIB.

Data akan di verifikasi dalam 2×24 jam.  Untuk melihat perubahan status, dapat dilihat dalam halaman login pendaftaran.

2. Syarat Tes Masuk

  • Telah mendaftar secara online.
  • Lunas biaya pendaftaran dan mendapatkan nomor ujian.
  • Mencetak bukti pendaftaran online.
  • Menyerahkan dokumen-dokumen syarat pendaftaran.

Adapun syarat-syarat pendaftaran dan rincian biaya bisa dibaca melalui link web resmi Ponpes Gontor berikut : https://www.gontor.ac.id/pendaftaran

3. Jadwal Ujian Tulis KMI

Jika tidak ada perubahan, maka test tulis akan dilaksanakan pada waktu dan tempat yang serempak.

a. Waktu Ujian

  • Ujian Lisan : Tanggal 4-10 Syawwal 1442/16-22 Mei 2021
  • Ujian Tulis : Tanggal 11 Syawwal 1442/23 Mei 2021.

b. Tempat Pelaksanaan

Ujian masuk Gontor tahun 2021 dilaksanakan di lokasi pondok pusat dan cabang berikut.

  • a. Untuk Calon Pelajar Putra:
    • Kampus Pusat Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo
    • Kampus 6 Riyadhatul Mujahiddin Kendari, Sulawesi
    • Kampus 7 Kalianda, Lampung
    • Kampus 8 Darul Amin, Aceh
    • Kampus 9 Sulit Air, Sumatera Barat
    • Kampus 10 Tanjung Jabung, Jambi
    • Kampus 11 Ittihadul Ummah Poso, Sulawesi
    • Kampus 12 Siak, Riau
  • b. Untuk Calon Pelajar Putri:
    • Pondok Modern Gontor Putri Kampus 1 Mantingan, Ngawi
    • Kampus Putri 4 Kendari, Sulawesi
    • Kampus Putri 6 Ittihadul Ummah, Poso
    • Kampus Putri 7 Kampar, Riau
    • Kampus Putri 8 Labuhan Ratu, Lampung

4. Kontak Panitia Ujian Masuk

Untuk informasi lebih lanjut terkait tata cara dan syarat test dapat langsung diajukan kepada PANJIMAS (Panitia Ujian Masuk) melalui:

  • Email & Hangouts : panjimas@gontor.ac.id
  • Telp, Whatsapp, Telegram, SMS : 0811 30 1926

E. Berapa Biaya Masuk Pesantren Gontor?

Jumlah biaya pendaftaran tahun 2021/1442 hijriah ini sejumlah Rp.5.960.000. (putra) & Rp.6.155.000 (putri) Biaya ini harus disetorkan pada saat pendaftaran dan akan dikembalikan sebagian jika anak kita dinyatakan belum lulus.

Rincian biaya pendaftaran dapat di akses melalui web di atas.

F. Apa Materi Test Masuk Gontor?

Ujian masuk terdiri dari ujian lisan (interview) dan ujian tulis. Materi ujian lisan adalah:

  • test membaca al-Quran ,
  • Ilmu Tajwid,
  • praktik ibadah shalat,
  • doa harian.

Sementara ujian tertulis berupa pengetahuan umum:

  • Bahasa Indonesia,
  • Berhitung soal dan angka,
  • Imla (dikte aksara Arab).

Untuk materi Imla menggunakan bahasa Arab ini biasanya menjadi batu sandungan bagi anak yang berasal dari sekolah umum.

Beberapa capel yang berasal dari sekolah agama pun seringkali kesulitan menyelesaikan ujian Imla ini. Mohon dilatih.

Baca Juga : Tips Menghadapi Test Masuk Gontor dan Menjawab Soal

G. Pendaftaran Rombongan

Beberapa alumni Ponpes Gontor di daerah biasanya berinisiatif untuk mengorganisir proses pendaftaran calon santri. Jika di daerah Anda ada alumni Gontor, mungkin bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi tentang proses pendaftaran rombongan.

Para alumni akan menjadi guide bagi para calon santri dan orang tuanya selama proses pendaftaran hingga pelaksanaan ujian masuk.

H. Pendaftar Luar Jawa

Pendaftaran ini berlaku untuk semua cabang pondok pesantren Gontor yang tercantum di atas.

Untuk bapak-ibu yang berada di luar pulau Jawa, ada baiknya mendaftar di cabang ponpes Gontor terdekat. In sya Allah kurikulum, metode pendidikan dan kegiatanya sama persis. Cuma lokasi aja yang beda.

I. Berapa Lama Proses Pendaftaran Hingga Ujian Masuk?

Secara umum proses pendaftaran hingga ujian masuk memakan waktu kurang lebih 10 hari. Beberapa calon wali santri bahkan ada yang sampai bermukim satu bulan di Pesantren Gontor untuk mendaftarkan anaknya.

Saya sendiri, pernah menjadi calon pelajar selama 6 bulan, teman saya juga ada yang setahun jadi calon pelajar. Karena Gontor menggunakan penanggalan hijriyah, dengan tahun ajaran baru dimuali dari bulan Syawwa. Saat itu, kelulusan sekolah saya terpaut cukup jauh dari bulan Ramadhan.

J. Perlengkapan Apa Saja yang Perlu Disiapkan Calon Santri & Wali Santri?

Para CAPEL (Calon Pelajar) harus membawa pakaian sehari-hari yang menutup aurat, seperangkat alat shalat, kemeja putih-celana hitam, keperluan mandi, perelengkapan mencuci, peralatan makan minum, perlengkapan tidur (tikar, bantal, selimut), kain kafan, hingga obat-obatan. Jika tidak sempat membawa, semua itu dapat dibeli di koperasi pelajar.

Mengenai pakaian ini, silakan baca tulisan tentang Kegiatan Ospek di Gontor.

Serius harus bawa “kain kafan”?

Ya, ini hanya pribahasa yang turun-temurun disampaikan para guru dan ustadz di Gontor, “menyerahkan anak ke Gontor, harus beserta kain kafannya.”

Artinya, kita harus punya persiapan penuh, rasa percaya bahwa anaknya di pondok itu dididik. Ikhlas anaknya disuruh ini dan itu, demi pendidikan. Selengkapnya, baca di kutipan Nasihat K.H Hasan Abdullah Sahal untuk Wali Santri.

K. Bagaimana Dengan Fasilitas Penginapan dan Makan Selama di Gontor?

Di Pontok Putri, pengelola Gontor menyediakan seluruh areal Pondok sebagai tempat untuk menginap. Khusus di Gontor Putri I, lokasi menginap terpusat di Aula utama. Aulanya sangat besar, kira-kira sebesar Gedung Olah Raga. Aula itu dilengkapi dengan mushola, kantin untuk memesan makanan dan minuman, serta kamar mandi umum.

Selain di Aula, beberapa teras gedung juga sering digunakan oleh orang tua capel untuk menginap. Area lapangan pondok ada fasilitas gazebo berukuran 2 x 2 meter. Gazebo ini bisa dipergunakan pula untuk menginap. Banyak pula orang tua capel yang membawa tenda dan mendirikannya di lapangan pondok.

Di Pondok Putra, orang tua bisa menginap di Gedung beberapa Gedung yang telah disediakan Gontor Pusat. Seingat saya, orang tua juga bisa tidur di Masjid yang cukup nyaman.

Di ruang makan tamu, juga disedikan makanan yang boleh dikonsumsi dan disediakan bagian penerimaan tamu 3 kali sehari sesuai jam makan. Tapi, umumnya para orang tua membeli makanan di kantin.

Ada juga warung makan yang banyak di terdapat diluar kawasan pondok. Saran saya, jika mengajak anak makan di luar pondok, jangan ajak putra-putrinya.

Di Gontor Putri, para ortu juga boleh memasak. Untuk bahan makanan, jangan khawatir. Karena di depan Gontor Putri 2 ada pasar pagi yang menjual aneka keperluan untuk dimasak.

Untuk kebutuhan minum, di hampir setiap gedung di Gontor tersedia depot air minum yang dapat diambil airnya yang sudah ready to drink. Di kantin juga disediakan air putih dalam kemasan, minuman hangat dan nasi bungkus dengan harga murah meriah.

1. Mandi dan Cuci Baju

Untuk keperluan mandi, tidak perlu khawatir karena fasilitas kamar mandi di Gontor sudah memadai. Kalau gayung di toilet kamar mandi tamu tidak ada, silakan hubungi bagian penerimaan tamu.

Kemungkinan bapak-ibu tinggal di Gontor tidak hanya serhari. Mau-tidak mau, pakaian akan kotor. Kalau sudah begitu, cuci pakaian bisa dilakukan di tempat wudhu secara mandiri.

Untuk putra-putrinya, sebaiknya dilatih cuci pakaian sendiri. Jika tidak sempat, bisa menyerahkan pakaianya ke bagian penatu (laundry).

L. Apakah Calon Wali Santri Harus Menunggu Anaknya?

Tidak harus. Namun, jika anak kita ingin menempuh jalur reguler (baru tamat sekolah dasar), saran saya calon wali santri lebih baik menunggu anaknya hingga selesai ujian masuk.

Ada beberapa aktivitas yang sulit untuk dilakukan oleh capel, seperti mengisi formulir pendaftaran, mengantri dan memasukan berkas pendaftaran, membeli perlengkapan tambahan selama menjadi capel seperti perlengkapan mandi, tikar/kasur untuk tidur dan bahan makanan.

Di Gontor Pusat Ponorogo, biasanya juga ada acara silaturrahim bersama Pimpinan Pondok yang diadakan di Aula.

Setelah pengumuman ujian masuk, capel yang diterima juga akan langsung diasramakan. Para Santri harus membawa seluruh perlengkapannya seperti peralatan tidur, koper berisi pakaian, tas, ember dsb. ke Pondok yang telah ditetapkan.

Aktivitas ini sangat menyulitkan bagi anak kita yang baru tamat SD, karena jarak antara komplek Gontor Putri (GP) I, II dan III berjauhan, Komplek GP I dan II walau bersebelahan namun kawasan ini besarnya sekitar 12 hektar atau 12 kali lapangan bola.

Sementara jarak dari GP I ke GP III harus menggunakan bus yang disediakan pondok dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Tanpa pendamping orang tua, anak kita tentu akan kebingungan.

Di Gontor Putra lebih dekat, namun lebih ketat. Calon pelajar harus tinggal di asrama sejak awal mendaftar. Santri yang sudah diasramakan, tak diizinkan lagi berada di luar pagar kawasan pondok.

M. Aktivitas Apa Yang Dilakukan Calon Pelajar Sebelum Ujian & Menjelang Pengumuman?

Pendaftaran Pesantren Gontor
Suasana Pengumuman Kelulusan

Selama berada di Pondok dan menjelang pelaksanaan ujian masuk, capel akan melaksanakan aktivitas layaknya seorang santri. Mereka diwajibkan menggunakan seragam sesuai alam pendidikan Gontor, shalat berjamaah 5 waktu di masjid, dan mengikuti bimbingan belajar dari santri senior.

Capel juga diwajibkan mengikuti upacara pembukaan tahun ajaran baru. Semua penghuni pondok akan hadir termasuk para ustadz. Di sana mereka akan dikenalkan, apa itu pondok, siapa dan bangaimana pimpinan, pengasuh pondok serta direktur KMI.

Setelah itu capel akan langsung diarahkan menuju ruangan ujian. Setelah ujian masuk dilaksanakan, kita masih harus menunggu beberapa hari (sekitar 4 hari) sampai pengumuman kelulusan.

Proses pengumuman berlangsung sangat dramatik. Seluruh capel yang menggunakan seragam putih-hitam dikumpulkan di bawah tenda besar. Dengan saksama para ustadz pondok akan membacakan nomer peserta ujian yang dinyatakan lulus satu persatu beserta cabang pondok mana yang akan ditempati. Mereka yang tidak disebut, dinyatakan tidak lulus.

1. Persentase Kelulusan

Tidak dapat dipastikan, berapa banyak Gontor akan menerima santri baru. Sangat mungkin ponpes ini tidak meluluskan seluruh capel lantaran tidak lolos kualifikasi. Sangat mungkin pondok modern ini menerima semuanya, selama pantas, kenapa tidak?

Di Gontor tidak ada yang di istimewakan, entah itu pejabat atau orang yang memiliki jasa terhadap pesantren seperti keluarga pondok, alumni, dan donatur. Bahkan putra pendiri Gontor, mendaftarkan putrinya layaknya orang tua pada umumnya.

Saat pendaftaran pesantren Gontor, tidak ada yang namanya calo, orang dalam, pintu belakang atau suap-suapan. Semuanya diperlakukan sama.

 20162017201820192021
Pendaftar25972675324137143118
Lulus19022236264128243052
Tidak Lulus698439600890366
Data Peserta Ujian Masuk Gontor Putra

N. Apa Saja yang Harus Dilakukan Jika Tidak Lulus Masuk Gontor?

Saat pengumuman ujian masuk, di kawasan pondok banyak stand pendaftaran pondok alumni Gontor. Beberapa orang tua banyak yang menitipkan anaknya ke pondok alumni ini ketika dinyatakan tidak lulus ujian.

Tidak jarang, tahun depannya para orang tua itu akan mendaftarkan kembali anaknya untuk mengikuti test masuk Gontor. Jurus ini biasanya dilakukan oleh para ortu yang berasal dari daerah yang jauh. Biasanya, mereka yang mondok di pondok alumni akan lebih terampil menjawab soal-soal pada ujian masuk.

O. Setelah Diterima Jadi Santri Gontor …

Orang tua dan anaknya harus terbiasa berpisah. Jika ada waktu, sang wali boleh menginap sampai sebulan. Tapi, anaknya tidak akan leluasa bertemu seperti ketika masih capel. 100% harus ikut kegiatan pondok.

Santri yang lulus dan ditempatkan di pondok cabang Gontor, sore harinya akan langsung diantarkan. Pendidikan, sistem, kurikulum, silabus di pondok cabang seutuhnya sama.

Beberapa hari setelah pengumuman, santri kelas intensif akan melaksanakan placement test untuk menentukan kelas apa dia akan ditempatkan.

Bagi santri yang memiliki pengetahuan lebih, boleh ikut ujian kelas akselerasi. Sejauh ini, ada beberapa santri yang langsung naik kelas 3, langsung naik kelas 5. Bahkan langsung naik kelas 6 sebagaimana yang dialami putra Kiyai Anang Azharie, Pimpinan Ponpes Modern Al-Mizan.

Share your love

782 Comments

  1. Assalamualaikum wr wb
    Ustaz. Bagi capel yang tinggal di bekasi apakah tempat ujian tes kelulusan tetap di jawa timur?? Apa bisa di cabang gontor yang ada di bekasi.
    Terima ksh ustaz
    Wassalamualaikum wr wb

Leave a Reply

Blog Openulis

Blog artikel edukasi Islam di atas dan untuk semua golongan.