Info Pendaftaran Pondok Pesantren Gontor & Biaya Masuk

Seputar pertanyaan yang sering diajukan orang tua dan calon wali santri

Sehubung banyaknya pertanyaan terkait Pendaftaran Pondok Pesantren Gontor yang kami temukan. Rasanya, kami berkewajiban untuk menyediakan informasi seputar pendaftaran Gontor ini. Sekedar membantu para orang tua yang sedang merancang pendidikan anak-anak mereka.

Jika ada pertanyaan yang belum terjawab, boleh menulisnya di kolom komentar. Insya Allah akan kami bantu cari jawabannya.

Baru Lulus SD, Anak Saya Bisa Masuk Gontor?

Ponpes Gontor membuka dua kelas kurikulum KMI. Kelas Reguler dan kelas Intensif. Kelas Reguler diperuntukan bagi calon santri yang baru tamat SD atau yang sederajat. Sementara Kelas Intensif diperuntukan bagi pelajar tamatan SMP atau sederajat.

Saya Seorang Sarjana, Apakah Boleh Mendaftar?

Gontor sangat terbuka bagi pendidikan. Tahun 2017 terdaftar ada 2 pelajar lulusan S-1. Syawwal 1439, Pesantren ini mencatat ada 12 calon pelajar yang berasal dari SMA. Nantinya, mereka akan digolongkan dalam kelas intensif.

Berapa Tahun Lama Studi di Gontor?

Untuk kelas Reguler, waktu belajar kira-kira 6 tahun ditambah 1 tahun masa pengabdian. Kelas Intensif berlangsung selama 4 tahun ditambah 1 tahun masa pengabdian.

Kelas Intensif, Kenapa Lulusan SMP Harus 4 Tahun?

Sebagian orang tua dan calon santri bertanya-tanya, “kenapa lulusan SMP lama sekali masa studinya. Bukankah seharusnya cuma 3 tahun?”

Gontor ingin menciptakan alumni yang kaffah alis berintegrasi dengan ilmu dan saudara-saudara sesama alumni. Mayoritas santri di Gontor adalah lulusan SD. Mereka mulai belajar di usia SMP kelas 1. Pelajaran mereka lengkap dan utuh. Pelajaran kelas 3 KMI, ada hubungannya dengan materi di kelas 6 kelak. Kelas 5 KMI ada kaitannya dengan materi saat kelas 2.

Untuk itulah, lulusan SMP bahkan SMA yang masuk ke Gontor harus menempuh masa studi sepanjang 4 tahun.

Dua tahun pertama, untuk mengejar ketertinggalan materi. Satu tahun pertama isinya pelajaran kelas 1-2 KMI, satu tahun kedua untuk materi kelas 3-4 KMI. Sisanya, 2 tahun kedua normal.

Dengan begitu, semua alumni Gontor punya standar yang sama.

Apa Itu Masa Pengabdian?

Masa pengabdian adalah masa seorang santri yang barus lulus KMI dituntut mengamalkan segala ilmu yang telah ia dapatkan, minimal satu tahun. Pengabdian ini syarat mengambil ijazah yang tidak pernah dijanjikan Pondok Modern Gontor.

Apa itu KMI?

KMI (Kulliyatul Muallimin al-Islamiyyah) adalah kurikulum Gontor yang sudah baku dan paten diterapkan sejak pondok modern ini berdiri.

KMI menggunakan materi dan buku yang sudah dirancang sedemikian rupa sehingga ada keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lain. Pelajaran kelas 1 berhubungan dengan pelajaran kelas 6 kelak.

Dengan Kurikulum KMI ini, Gontor tidak menginduk pada KEMENDIGBUD maupun KEMENAG, bahkan tidak ikut dalam ujian nasional (UN). Namun, ijazah Gontor tetap diakui dan dapat digunakan untuk melanjutkan kuliah di universitas dalam dan luar negeri, swasta maupun PTN.

Kenapa Gontor Tidak Menjanjikan Ijazah?

Gontor adalah lembaga pendidikan yang fokus pada praktik nyata terhadap ilmu. Bagi Gontor, “pengakuan masyarakat terhadap amal dan pengabidanmu, itulah ijazah”. Percuma saja lulus menurut akademi, tapi tidak lulus secara akhlak.

الأدب قبل العلم

Moral lebih utama daripada ilmu

Kemana Harus Mendaftar?

Untuk putra, proses pendafataran dilaksanakan di Pondok Modern Darussalam Gontor, Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Untuk yang putri dipusatkan di Gontor Putri I, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Kedua lokasi sangat mudah diakses. Terlebih Gontor Putri I yang terletak di pinggir jalan raya Solo-Surabaya.

Kapan Pendaftaran Dibuka?

Pendaftaran masuk Pondok Modern Darussalam Gontor dimulai untuk:

  1. Putra: Gelombang Pertama, 23-27 Ramadhan 1440/28 Mei-1 Juni 2019; dan Tahap Kedua, 4-10 Syawwal 1440/8-14 Juni 2019, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor 2, Madusari, Siman, Ponorogo;
  2. Putri, hanya ada satu gelombang: Tanggal 5-14 Syawwal 1440/9-18 Juni 2019, bertempat di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri Kampus 1, Sambirejo, Mantingan, Ngawi.
  3. Untuk putra, ujian tulis serentak tanggal 11 Syawwal. Putri, serentak 15 Syawwal.

Transportasi Apa yang Dapat Digunakan Untuk Sampai ke Pondok Modern Darussalam Gontor?

Kalau kita menggunakan jalur udara, terdapat tiga bandara terdekat. Yaitu Bandara Jogja, Bandara Solo dan Bandara Surabaya.

Jika Anda ingin ke Gontor Putri Mantingan melalui Bandara Jogja, saran saya naik kereta api Prambanan Express (Pramex) menuju Solo. Nanti dari stasiun KA Solo lanjutkan ke terminal Tirtonadi, bisa naik taksi atau becak. Kalau naik becak waktu tempuhnya 10 menit ±.

Kalau dari Bandara Adi Somarmo naik taksi ke terminal Tirtonadi. Setelah dari terminal, banyak bus yang dapat kita gunakan untuk sampai ke Mantingan atau ke Ponorogo. Dari Solo ke Mantingan waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam.

Sementara dari Solo ke Ponorogo waktu tempuhnya sekitar 3,5 jam. Sedangkan dari Surabaya ke Mantingan waktu tempuhnya sekitar 3 jam. Dan kalau ke Ponorogo waktu tempuhnya kurang lebih sama.

Kalau naik kereta, bisa turun di stasiun Madiun. Dari sana banyak bus yang dapat ditumpangi. Kalau ke Ponorogo turun di terminal Ponorogo, dilanjutkan trayek atau ojek ke Gontor. Insya Allah semua warga sudah tahu. Bisa juga dari stasiun Madiun naik ojek, kurang lebih satu jam perjalanan.

Anak Saya Tamatan Sekolah Umum, Bisakan Mendaftar di Gontor?

Bisa. Banyak kok para santri yang berasal dari sekolah umum. Baik dari SD, SMP maupun SMA.

Bagaimana Cara Mendaftar?

Pengelola PM Gontor mempertahankan tradisi pendaftaran langsung. Tak ada istilah pendaftaran online. Untuk mendaftar, calon walisantri harus datang langsung bersama anaknya ke Pondok. Jika ortu tak memungkinkan untuk hadir, diperbolehkan pada keluarga yang dapat dipercaya, atau seseorang yang juga mau mendaftarkan anaknya.

Pendaftaran Rombongan

Beberapa alumni Ponpes Gontor di daerah biasanya berinisiatif untuk mengorganisir proses pendaftaran calon santri. Jika di daerah Anda ada alumni Gontor, mungkin bisa dihubungi untuk mendapatkan informasi tentang proses pendaftaran rombongan.

Para alumni akan menjadi guide bagi para calon santri dan orang tuanya selama proses pendaftaran hingga pelaksanaan ujian masuk.

Berapa Lama Proses Pendaftaran Hingga Ujian Masuk?

Secara umum proses pendaftaran hingga ujian masuk memakan waktu kurang lebih 10 hari. Beberapa calon wali santri bahkan ada yang sampai bermukim satu bulan di Pesantren Gontor untuk mendaftarkan anaknya.

Saya sendiri, pernah menjadi calon pelajar selama 6 bulan, teman saya juga ada yang setahun jadi calon pelajar. Karena Gontor menggunakan penanggalan hijriyah, dengan tahun ajaran baru dimuali dari bulan Syawwa. Saat itu, kelulusan sekolah saya terpaut cukup jauh dari bulan Ramadhan.

Perlengkapan Apa Saja yang Perlu Disiapkan Calon Santri & Wali Santri?

Para CAPEL (Calon Pelajar) harus membawa pakaian sehari-hari yang menutup aurat, seperangkat alat shalat, kemeja putih-celana hitam, keperluan mandi, perelengkapan mencuci, peralatan makan minum, perlengkapan tidur (tikar, bantal, selimut), kain kafan, hingga obat-obatan. Jika tidak sempat membawa, semua itu dapat dibeli di koperasi pelajar.

Mengenai pakaian ini, silakan baca tulisan tentang Kegiatan Ospek di Gontor.

Stop! Serius harus bawa “kain kafan”?

Ya, ini hanya pribahasa yang turun-temurun disampaikan para guru dan ustadz di Gontor, “menyerahkan anak ke Gontor, harus beserta kain kafannya.”

Artinya, kita harus punya persiapan penuh, rasa percaya bahwa anaknya di pondok itu dididik. Ikhlas anaknya disuruh ini dan itu, demi pendidikan. Selengkapnya, baca di kutipan Nasihat K.H Hasan Abdullah Sahal untuk Wali Santri.

Bagaimana Dengan Fasilitas Penginapan dan Makan Selama di Gontor?

Di Pontok Putri, pengelola Gontor menyediakan seluruh areal Pondok sebagai tempat untuk menginap. Khusus di Gontor Putri I, lokasi menginap terpusat di Aula utama. Aulanya sangat besar, kira-kira sebesar Gedung Olah Raga. Aula itu dilengkapi dengan mushola, kantin untuk memesan makanan dan minuman, serta kamar mandi umum.

Selain di Aula, beberapa teras gedung juga sering digunakan oleh orang tua capel untuk menginap. Area lapangan pondok ada fasilitas gazebo berukuran 2 x 2 meter. Gazebo ini bisa dipergunakan pula untuk menginap. Banyak pula orang tua capel yang membawa tenda dan mendirikannya di lapangan pondok.

Di Pondok Putra, orang tua bisa menginap di Gedung beberapa Gedung yang telah disediakan Gontor Pusat. Seingat saya, orang tua juga bisa tidur di Masjid yang cukup nyaman.

Di ruang makan tamu, juga disedikan makanan yang boleh dikonsumsi dan disediakan bagian penerimaan tamu 3 kali sehari sesuai jam makan. Tapi, umumnya para orang tua membeli makanan di kantin.

Ada juga warung makan yang banyak di terdapat diluar kawasan pondok. Saran saya, jika mengajak anak makan di luar pondok, jangan ajak putra-putrinya.

Di Gontor Putri, para ortu juga boleh memasak. Untuk bahan makanan, jangan khawatir. Karena di depan Gontor Putri 2 ada pasar pagi yang menjual aneka keperluan untuk dimasak.

Untuk kebutuhan minum, di hampir setiap gedung di Gontor tersedia depot air minum yang dapat diambil airnya yang sudah ready to drink. Di kantin juga disediakan air putih dalam kemasan, minuman hangat dan nasi bungkus dengan harga murah meriah.

Mandi dan Cuci Baju

Untuk keperluan mandi, tidak perlu khawatir karena fasilitas kamar mandi di Gontor sudah memadai. Kalau gayung di toilet kamar mandi tamu tidak ada, silakan hubungi bagian penerimaan tamu.

Kemungkinan bapak-ibu tinggal di Gontor tidak hanya serhari. Mau-tidak mau, pakaian akan kotor. Kalau sudah begitu, cuci pakaian bisa dilakukan di tempat wudhu secara mandiri.

Untuk putra-putrinya, sebaiknya dilatih cuci pakaian sendiri. Jika tidak sempat, bisa menyerahkan pakaianya ke bagian penatu (laundry).

Apakah Calon Wali Santri Harus Menunggu Anaknya?

Tidak harus. Namun, jika anak kita ingin menempuh jalur reguler (baru tamat sekolah dasar), saran saya calon wali santri lebih baik menunggu anaknya hingga selesai ujian masuk.

Ada beberapa aktivitas yang sulit untuk dilakukan oleh capel, seperti mengisi formulir pendaftaran, mengantri dan memasukan berkas pendaftaran, membeli perlengkapan tambahan selama menjadi capel seperti perlengkapan mandi, tikar/kasur untuk tidur dan bahan makanan.

Di Gontor Pusat Ponorogo, biasanya juga ada acara silaturrahim bersama Pimpinan Pondok yang diadakan di Aula.

Setelah pengumuman ujian masuk, capel yang diterima juga akan langsung diasramakan. Para Santri harus membawa seluruh perlengkapannya seperti peralatan tidur, koper berisi pakaian, tas, ember dsb. ke Pondok yang telah ditetapkan. Aktivitas ini sangat menyulitkan bagi anak kita yang baru tamat SD, karena jarak antara komplek Gontor Putri (GP) I, II dan III berjauhan, Komplek GP I dan II walau bersebelahan namun kawasan ini besarnya sekitar 12 hektar atau 12 kali lapangan bola. Sementara jarak dari GP I ke GP III harus menggunakan bus yang disediakan pondok dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Tanpa pendamping orang tua, anak kita tentu akan kebingungan.

Di Gontor Putra lebih dekat, namun lebih ketat. Calon pelajar harus tinggal di asrama sejak awal mendaftar. Santri yang sudah diasramakan, tak diizinkan lagi berada di luar pagar kawasan pondok.

Apa Saja Syarat Pendaftaran Gontor?

Untuk syarat pendaftaran pesantren Gontor silahkan kunjungi website resmi pondok di https://www.gontor.ac.id/pendaftaran

Berapa Biaya Masuk Pesantren Gontor?

Biaya pendaftaran tahun 2019 ini sejumlah Rp.5.600.000. Biaya ini harus disetorkan pada saat pendaftaran dan akan dikembalikan sebagian jika anak kita tidak diterima. Rincian biaya pendaftaran dapat di akses melalui web di atas.

Apa Materi Test Masuk Gontor?

Materi ujian masuk terdiri dari ujian lisan (interview) dan ujian tulis. Materi ujian lisan terdiri dari:

  • test membaca al-Quran ,
  • Ilmu Tajwid,
  • praktik ibadah shalat,
  • doa harian.

Sementara ujian tertulis berupa pengetahuan umum:

  • Bahasa Indonesia,
  • Berhitung soal dan angka,
  • Imla menggunakan bahasa Arab.

Untuk materi Imla menggunakan bahasa Arab ini biasanya akan menjadi batu sandungan bagi anak yang berasal dari sekolah umum. Beberapa capel yang berasal dari sekolah agama pun seringkali kesulitan menyelesaikan ujian Imla ini.

Aktivitas Apa Yang Dilakukan Calon Pelajar Sebelum Ujian & Menjelang Pengumuman?

Pendaftaran Pesantren GontorSelama berada di Pondok dan menjelang pelaksanaan ujian masuk, capel akan melaksanakan aktivitas layaknya seorang santri. Mereka diwajibkan menggunakan seragam sesuai alam pendidikan Gontor, shalat berjamaah 5 waktu di masjid, dan mengikuti bimbingan belajar dari santri senior.

Capel juga diwajibkan mengikuti upacara pembukaan tahun ajaran baru. Semua penghuni pondok akan hadir termasuk para ustadz. Di sana mereka akan dikenalkan, apa itu pondok, siapa dan bangaimana pimpinan, pengasuh pondok serta direktur KMI.

Setelah itu capel akan langsung diarahkan menuju ruangan ujian. Setelah ujian masuk dilaksanakan, kita masih harus menunggu beberapa hari (sekitar 4 hari) sampai pengumuman kelulusan.

Proses pengumuman berlangsung sangat dramatik. Seluruh capel yang menggunakan seragam putih-hitam dikumpulkan di bawah tenda besar. Dengan saksama para ustadz pondok akan membacakan nomer peserta ujian yang dinyatakan lulus satu persatu beserta cabang pondok mana yang akan ditempati. Mereka yang tidak disebut, dinyatakan tidak lulus.

Persentase Kelulusan

Tidak dapat dipastikan, berapa banyak Gontor akan menerima santri baru. Sangat mungkin ponpes ini tidak meluluskan seluruh capel lantaran tidak lolos kualifikasi. Sangat mungkin pondok modern ini menerima semuanya, selama pantas, kenapa tidak?

Di Gontor tidak ada yang di istimewakan, entah itu pejabat atau orang yang memiliki jasa terhadap pesantren seperti keluarga pondok, alumni, dan donatur. Bahkan putra pendiri Gontor, mendaftarkan putrinya layaknya orang tua pada umumnya.

Saat pendaftaran pesantren Gontor, tidak ada yang namanya calo, orang dalam, pintu belakang atau suap-suapan. Semuanya diperlakukan sama.

201620172018
Pendaftar259726753241
Lulus190222362641
Tidak Lulus698439600

Apa Saja yang Harus Dilakukan Jika Tidak Lulus Masuk Gontor?

Saat pengumuman ujian masuk, di kawasan pondok banyak stand pendaftaran pondok alumni Gontor. Beberapa orang tua banyak yang menitipkan anaknya ke pondok alumni ini ketika dinyatakan tidak lulus ujian.

Tidak jarang, tahun depannya para orang tua itu akan mendaftarkan kembali anaknya untuk mengikuti test masuk Gontor. Jurus ini biasanya dilakukan oleh para ortu yang berasal dari daerah yang jauh. Biasanya, mereka yang mondok di pondok alumni akan lebih terampil menjawab soal-soal pada ujian masuk.

Setelah Diterima Jadi Santri Gontor …

Orang tua dan anaknya harus terbiasa berpisah. Jika ada waktu, sang wali boleh menginap sampai sebulan. Tapi, anaknya tidak akan leluasa bertemu seperti ketika masih capel. 100% harus ikut kegiatan pondok.

Santri yang lulus dan ditempatkan di pondok cabang Gontor, sore harinya akan langsung diantarkan. Pendidikan, sistem, kurikulum, silabus di pondok cabang seutuhnya sama.

Beberapa hari setelah pengumuman, santri kelas intensif akan melaksanakan placement test untuk menentukan kelas apa dia akan ditempatkan.

Bagi santri yang memiliki pengetahuan lebih, boleh ikut ujian kelas akselerasi. Sejauh ini, ada beberapa santri yang langsung naik kelas 3, langsung naik kelas 5. Bahkan langsung naik kelas 6 sebagaimana yang dialami putra Kiyai Anang Azharie, Pimpinan Ponpes Modern Al-Mizan.

Next Post

Comments 366

  1. USMAN BONI says:

    اسّلام عليکم ورحمة الله وبرکاتة
    Saya punya 2 orang putra. 1 kelas 6 SD dan 1 sekarang klas 1 SMA. Rencana kedua anak saya tahun ini saya mau masukan ke pondok gontor. yang SD setelah lulus mau langsung daftar ke Pondok Pesantren Gontor. Yang ingin saya tanyakan :
    1. Seberapa sulitkah persayaratan tes untuk masuk gontor ? apa saja persyaratannya. Sebab banyak info yang beredar bahwa seleksi masuk gontor itu sulit. kedua anak saya berasal sekolah umum apakah bisa diterima di pondok pesantren gontor ?
    2. Anak saya yang SMA wataknya sangat pendiam, pemalu dan kurang bergaul diluar rumah. kira kira apakah wataknya bisa berubah setelah ikut pendidikan di pondok gontor ?
    3. Apa saja persyaratan tes untuk masuk gontor. dan apakah tempat bimbingan khusus sebelum anak test agar dapat mudah diterima di gontor.

    Mohon penjelasan dan bantuannya.
    جزاکم الله خير کثير

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Saya bantu jawab ya Pak:

      1. Masuk Gontor itu mudah. Syarat surat-menyurat gak jauh beda seperti sekolah umum. Sementara ujian, cuma beberapa mata pelajaran sebagaimana yang telah kami cantumkan. Paling penting, dan bisa disiapkan dari sekarang; baca-tulis al-Quran.
      2. Watak, in sya Allah dapat berubah. Di Gontor, tidak bisa diam-diam saja. Semua harus aktif dan ikut serta. Dengan izin Allah bisa membaur.
      3. Syarat masuk Gontor telah kami masukan di artikel tersebut. Alhamdulillah, bimbingan masuk Gontor sudah banyak. Ibu bisa coba cari di internet berdasarkan kota ibu.

      Semoga membantu.

  2. Harno says:

    Ass. Ustad saya ingin menanyakan soal waktu pembukaan pendaftaran. Ponpes mulai thn ajaran baru d bulan Ramadhan/ syawal. Sedangkan untuk lulusan sekolah formal d bulan Mei/ Juni. Dan thn ajaran br d bulan Juli. Yang kemunkinan tidak bersamaan.. Bagaimana menyikapi pendaftaran yg salah satu syaratnya ijazah SD/SMP.apakah harus menunggu tahun dpnnya setelah lulus. Atau bisa daftar d ponpes sebelum kelulusan d sekolah formal
    Trimakasih

  3. Nadya Rahmi B says:

    Assalamu’alaikum, Saya siswi kelas 10 SMAN, tapi baru ± 3 bulan, saya juga lulusan dari MTs , apakah saya bisa menjadi santri untuk tahun ajaran sekarang? Terima kasih

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah.
      Mohon maaf saudari, kalau sekarang tidak bisa. Mungkin tahun ajaran depan.

  4. Neng siti farhatul azizah says:

    Asalamualaikum wr.wb
    Pak ustaz gimana kalou sekarang mau mondok langsung di pondok alumni yang dekat dengan kampus pusat gontor untuk persiapan pendaftaran masuk tahun depan,tolong di bantu pak ustaz.
    Terimakasih

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Untuk putri, saya kurang tahu yang sekitar Mantingan. Apalagi pondok alumni, sepertinya juga tidak menerima santri di pertengahan semester. Saran saya, untuk persiapan saudari bisa masuk pondok tahfidz yang bulanan, 3-6 bulan. Atau bisa juga ikut Masuk Gontor insya Allah mudah, kalau sudah bisa baca-tulis al-Quran.

      Jazakillah khairan.

  5. Neng siti farhatul azizah says:

    asalamualaikum wr.wb
    Saya neng siti farhatul azizah dari bogor lulusan MAN2 kota bogor tahun 2019
    Saya ingin sekali masuk ke ponpes gontor sekarang bisa enggak? Biayanya apa dan persyaratan nya apa aja?

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      Ukti. pendaftaran tahun ini sudah ditutup. Insya Allah dibuka kembali bulan Ramadhan dan Syawwal. Untuk biaya dan persyaratan, bisa dibaca sebagaimana tercantum di blog ini.

      Jazakumullah khairan.

  6. rosa says:

    Pak, anak saya thn depan lulus sd rencana mau daftar ke Gontor Putri, apakah boleh saya bulan depan mengunjungi pondok bersama anak saya utk melihat kegiatan dan tempat belajarnya ?

    • Omar says:

      Sialakan Bu. Boleh datang, berkunjung, ngobrol dengan santri dan wali santri yang sedang jenguk putrinya.

  7. sobirin says:

    assalamu’alaikum..
    kalau mau belajar dulu di pondok alumni ada info biayanya tidak.?
    apakah tata tertib nya se ketat di pondok utama.? trimakasih

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.
      Pondok Alumni ada banyak. Mengenai biaya, itu kebijakan pondok masing-masing. Mas sobirin bisa cari pondok terdekat. Daerah asalnya mana?

      Untuk disiplin, pondok alumni juga punya kebijakan tersendiri.

  8. fadila says:

    assalamualaikum..
    maaf ustadz ustdazah …
    saya ingin brtnya..
    saya kan msih kls 2 sma..
    trus jika saya sdh tamat kls 2 sma..
    apakah saya msih bsa…mondok di ponpes gontor.
    dan prntanyaan saya yg ke dua…
    apakah di dlm ponpes ad kampus?
    makasih

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa baraktuh.

      Ukhti kalau masuk Gontor setelah tamat SMA, nanti masuk kelas intensif setingkat SMA juga. Kalau mau, ukhti masuk UNIDA (Universitas Darussalam Gontor). Kuliah tapi sistemnya kayak pesantren.

      Tapi, memang ujian masuknya lebih sulit dari ponpes Gontornya.

      Semoga membantu.

  9. Dendi says:

    Assalamu’alaikum Ustadz saya lulusan Smk apakah bisa masuk Gontor ,akan tetapi saya tidak mau kuliah sambil mondok ,saya mau lebih fokus mendalami agama ,belajar bahasa Arab dan terutama menghafal Qur’an Ustadz ,berapakah spp untuk mondok tersebut…Syukron Ustadz 🙏

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Mohon maaf Dendi, di Gontor proses mendalami agama dan memahaminya sebagian dilakukan di kelas. Memang demikian seharusnya. Jadi proses itu tidak bisa dilewatkan dengan membaca al-Quran 24 jam di masjid, misalnya. Kalau saudara masih berminat demikian, coba cari program tahfidz pondok al-Mizan Banten.

  10. jamilah says:

    Assalam’mualaikum. afwan ustadz saya dari tasikmalaya tahun sekarang saya lulus smk. dan saya sangat ingin tinggal di ponpes gontor. berpa biyaya/hari untuk yang mondok saja. terimakasih🙏🏻

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah

      Mohon maaf Teh Jamilah, Gontor ini lembaga pendidikan dan keilmuan Islam. Kalau rencana mondok saja, tidak ada. Pasti harus ikut masuk kelas dan kegiatan lain-lain. Biaya bulannya 640rb/bln sudah termasuk makan 3x sehari, asrama, air dan listrik.

      Kalau saudari tertarik, bisa lanjut kuliah UNIDA Gontor. Kuliah, sambil mondok.

  11. Putra Adi says:

    Assalamualaikum afwan pa/bu
    Bolehkah mendaftar jikalau sudah lulus sekolah smk .?

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh

      Tentu saja boleh, tahun 2019 kamarin bahkan ada lulusan S1.

  12. Meuthia. says:

    Assalamu’alaikum ustadz..
    1. Jika lulus gontor, ijazah nya belum tentu diberikan, begitukah maksudnya?
    2. Apakah mesti ada pengabdian? Dimana pengabdiannya ustadz? Mesti di gontor atau boleh saat kembali ke daerah asal? Setelah pengabdian, baru dapat ijazah, begitukah?
    3. Lalu bagaimana anak saya akan melanjutkan sekolahnya? tanda kelulusan yang bagaimana yang diberikan gontor agar mudah anak saya lanjut studi ke jenjang kuliah, PTN terutama, jika ingin langsung lanjut kuliah?
    Mohon penjelasannya ustadz..
    Trimakasih.. ma’assalam..

    • Omar says:

      Wa’alaikumussalam wa rahmatullah wa barakatuh.

      1. Maksudnya, ke Gontor jangan mengharap ijazah, karena pondok tidak menjanjikan ijazah dan sertifikat. Apalagi kalau tidak lulus mental dan adab.
      2. Pengabdian umumnya ditentukan oleh pondok. Kita tidak bisa memilih. Pengabdian hanya sebagian syarat mengambil ijazah.
      3. Kalau mengabdi di Gontor, otomatis terdaftar sebagai mahasiswa UNIDA, gratis. Kalau mau dapat ijazah, silakan mengabdi sesuai tempatnya, setelah 1 tahun boleh ambil syahadah.

      Semoga membantu.
      Ilalliqo…