SHARE
psikologi doktrin otak fanatisme

Kerap kali saat berkomunikasi terjadi beda pendapat yang disebabkan kesalahpahaman. Salah satu faktornya adalah penggunaan dan kesesuaian pilihan kata/diksi yang tidak tepat.

Lebih dalam lagi, masalah ini dipengaruhi 3 hal yaitu:

  • pokok persoalan yang dibawakan,
  • para hadirin yang terlibat dalam komunikasi, dan
  • diri kita sendiri.

Maka perbedaan ketepatan, dan kesesuaian kata adalah:  persoalan ketepatan kita bertanya apakah pilihan kata yang dipakai sudah setepat-tepatnya sehingga tidak akan menimbulkan interpretasi yang berbeda antara pembicara dan pendengar; sedangkan kesesuaian kita mempersoalkan apakah pilihan kata dan gaya bahasa yang dipergunakan tidak merusak suasana atau menyinggung perasaan orang yang hadir.

A. Syarat Kesesuaian Diksi

Tingkat perubahan tiap bahasa tergantung dari berbagai macam faktor: kebutuhan untuk menyerap teknologi baru yang belum dimiliki, tingkat kontak dengan bangsa-bangsa lain di dunia, kekayaan budaya asli yang dimiliki penutur bahasanya, dll.

Di samping faktor-faktor tersebut, ada juga unsur bahasa bersyarat yang perlu dijaga agar tidak merusak suasana. Syarat tersebut ialah:

  1. Hindari unsur sub-standar dalam situasi yang formal.
  2. Gunakan bahasa ilmiah dalam situasi khusus dan bahasa populer dalam situasi umum.
  3. Hindari jargon dalam tulisan untuk pembaca umum.
  4. Hindari pemakaian kata-kata slang.
  5. Jangan menggunakan kata percakapan dalam tulisan.
  6. Hindari ungkapan usang (idiom yang mati).
  7. Jauhilah bahasa yang artifisial.

B. Bahasa Standard dan Substandar

Bahasa standar adalah semacam dialek kelas dan dapat dibatasi sebagai tutur dari mereka yang mengenyam kehidupan ekonomis atau menduduki status sosial yang cukup dalam suatu masyarakat.

Sedangkan bahasa nonstandard adalah bahasa dari mereka yang tidak memperoleh kedudukan atau pendidikan yang tinggi.

Bahasa standard lebih ekspresif dari bahasa nonstandard. Bahasa nonstandard biasanya cukup untuk dipergunakan dalam kebutuhan umum. Kata-katanya terbatas sehingga sukar dipakai dalam menjelaskan berbagai macam gagasan yang kompleks.

C. Kata Ilmiah dan Kata Populer

Pilihan kata atau diksi yang dihadapi setiap orang bermacam-macam, diantaranya adalah kata ilmiah dan kata populer. Kata populer adalah kata yang diketahui oleh semua lapisan masyarakat. Kata ilmiah biasanya digunakan oleh kaum terpelajar, terutama dalam karya tulis ilmiah, diskusi, dan pertemuan resmi.

Perbedaan keduanya dapat dilihat dalam contoh dibawah ini:

Kata Populer Kata Ilmiah
Sesuai Harmonis
Pecahan Fraksi
Alasan Argumen

Dengan membedakan kata-kata ilmiah dan kata-kata populer, maka setiap pengarang yang ingin menulis satu topik tertentu harus menetapkan dengan jitu siapakah yang menjadi sasaran tulisannya.

D. Jargon

Kata jargon mengandung beberapa pengertian. Pertama jargon bermakna satu bahasa, dialek, atau tutur yang dianggap kurang sopan. Kedua bermakna dialek hybrid dan lingua franca. Makna ketiga mempunyai ketumpang-tindihan dengan bahasa ilmiah.

E. Kata Percakapan.

Yang dimaksud dengan kata percakapan di sini adalah kata-kata yang biasa dipakai dalam percakapan atau pergaulan orang-orang terdidik. Satu bentuk dari bahasa percakapan adalah singkatan-singkatan, misalnya: dok, prof, kep, masing-masing untuk dokter, profesor, dan kapten.

F. Kata Slang

Kata slang adalah kata nonstandar yang informal yang disusun secara khas, atau arbitrer atau kata kiasan yang khas, bertenaga atau jenaka agar bahasa itu lebih hidup, dan asli, biasa digunakan dalam percakapan. Kadangkala kata slang dihasilkan dari salah ucap yang disengaja, atau pengrusakan kata untuk mengisi bidang makna yang lain.

Kata-kata slang mengandung 2 kekurangan: pertama, hanya sedikit yang dapat hidup terus, kebanyakan tidak digunakan lagi bersamaan dengan pergeseran zaman; kedua, pada umumnya kata slang selalu menimbulkan ketidak-sesuaian.

G. Idiom

Yang disebut idiom adalah pola-pola struktural yang menyimpang dai kaidah-kaidah bahasa yang umum, biasanya berbentuk frasa, sedangkan artinya tidak bisa diterangkan secara logis atau secara gramatikal, dengan bertumpu pada makna kata-kata yang membentuknya.

Karena idiom-idom itu bersifat tradisional dan bukan bersifat logis, maka bentuk-bentuk itu hanya bisa dipelajari dari pengalaman-pengalaman, bukan melalui peraturan-peraturan umum bahasa.

Contohnya: pahit lidah, panjang lidah, panjang tangan. Dapatkah kita mengetahui secara langsung makna idiom diatas?.

H. Bahasa Artifisial

Yang dimaksud dengan bahasa artifisial adalah bahasa yang disusun secara seni. Bahasa yang artifisial tidak terkandung dalam kata yang digunakan, tetapi dalam pemakaiannya untuk menyatakan satu maksud.

Contoh:

Artifisial Biasa/nonartifisial
Ia mendengar kepak sayap kelelawar dan guyuran sisa hujan   dari dedaunan, karena angin pada kemuning. Ia mendengar bunyi sayap kelelawar dan sisa hujan yang ditiup angin di daun.

 

Dalam bahasa umum atau bahasa ilmiah, bahasa artifisial itu tidak perlu dihindari. Tetapi penulis harus memperhatikan bagaimana dan apa yang ditulis.

Baca juga:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here